Monthly Archives: May 2020

Yakinkan Kondusifitas Wilayah, Dandim 1606/Lobar Bersama Wali Kota Mataram Turun Bersama Pantau Pospam Lembaran Ketupat

3155

Mataram – Pasca Lebaran Idul Fitri 1441 H setelah melaksanakan puasa Syawal bagi umat Islam, di wilayah Prov NTB khususnya di Pulau lombok biasanya merayakan hari raya kedua yang dikenal dengan Lebaran Ketupat, tradisi yang turun termurun ini biasanya lebih ramai dari lebaran Idul Fitri karena sebagian masyarakat meyakini setelah puasa Syawal itulah hari kemenangan, karena setelah menunaikan Puasa Wajib Bulan Ramadhan di lanjutkan setelah satu syawal melaksanakan puasa sunnat bulan Syawal menjadi tambahan ibadah dengan harapan lebih meningkatnya kwalitas iman dan ketaqwaan.

Terkait hal tersebut, mengingat perayaan Lebaran Ketupat masih dalam situasi pandemi Covid-19, Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP. M.M, bersama walikota Mataram Tgh. Ahyar Abdu, Kapolres Mataram Kombes Pol Guntur, SIK, melaksanakan peninjauan Pospam Terpadu dalam rangka Pengamanan Lebaran Ketupat di Wilayah Kota Mataram, Minggu (31/05/2020).

Di sela-sela kegiatan Dandim 1606/Lobar menyampaikan kami FKPD kota Mataram bersama-sama turun Patroli sekaligus memantau Pospam Terpadu Lebaran Ketupat untuk meyakinkan kondusifitas wilayah serta kepedulian masyarakat atas imbauan pemerintah untuk tidak merayakan Lebaran Ketupat kali ini dengan rekreasi dan berkumpul dalam jumlah banyak orang mengingat situasi saat ini masih dalam masa pandemi wabah Covid-19, Ujar Dandim.

Selain itu, Dandim mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan semangat dan memotivasi Personil Gabungan yang ada di Pos Pam terpadu, menekankan kembali agar dalam pelaksanaan tugas tetap mempedomani protokol kesahatan pencegahan Covid-19 serta tidak bosan bekerja dengan tulus ikhlas sebagai bagian dari pengabdian, untuk mengingatkan masyarakat agar dengan penuh kesadaran dan kedisiplinan melaksanakan semua imbauan pemerintah guna mencegah dan percepatan penanganan Covid-19 di NTB lebih Khusus Kota Mataram.

“Personel gabungan yang bertugas di Pospam Terpadu harus aktif mengontrol semua titik dan pintu-pintu masuk, jangan sampai masih ada masyarkat yang datang berkunjung untuk berekreasi, sehingga pasien positif Covid-19 di kota Mataram kian hari tidak semakin bertambah,” Tegas Dandim.

Dandim berharap, agar seluruh personel yang bertugas di lapangan tetap melihara dan meningkatkan senergitas bekerjasama menjaga kondusifitas wilayah untuk serta terus berupaya mengimbau dan ingatkan masyarakat disiplin mengikuti protokol kesehatan, menjaga jarak social dan physical distancing, rajin mencuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer, selalu menggunakan masker serta menjaga imunitas tubuh dengan olahraga teratur, cukup istirahat termasuk mengkonsumsi vitamin dan makanan bergizi demi keamanan dan keselamatan diri dan keluarga dari bahaya penyebaran Covid-19.

“Tanpa sinergitas dan kerjasama yang baik dari seluruh pihak, maka wabah Covid-19 akan sangat sulit dicegah penyebarannya dan bahkan kita, keluaga, saudara kita akan menjadi korbannya,” pungkasnya.

Sebelum melaksanakan patroli, FKPD berkumpul di Pendopo Wali Kota Mataram Jl Pejanggik Mataram kemudian menyusuri Pospam Terpadu di Kota Mataram, dilanjutkan ke titik pengamanan tempat rekreasi Loang Baloq, makam Bintaro, menuju Pasar tradisonal Kebon Roek, menuju Pospam Grimax.

Turut hadir mengikuti kegiatan tersebut Danlanal Mataram, Danlanud Zam, Sekda kota Mataram, Kabankesbangpol Kota Mataram, Kadishub Kota Mataram, Kasat Pol PP Kota Mataram, Pasi Ops Kodim 1606/Lobar, Kabag Ops Polresta Mataram Danramil Narmada, Danramil Ampenan, Kapolsek Ampenan dan Kapolsek Narmada.

Dandim 1615/Lotim Apresiasi Kesadaran Masyarakat Tutup Sementara Tempat Wisata

3151

Lombok Timur – Tradisi masyarakat Lombok seminggu setelah perayaan Idul Fitri adalah perayaan lebaran ketupat atau dikenal juga dengan lebaran topat. Masyarakat Lombok seusai merayakannya bersama keluarga dirumah memiliki kebiasaan mengunjugi tempat wisata seperti pantai, air terjun dan tempat hiburan lainnya.

Melihat kondisi tersebut, Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.Sos., menginstruksikan Koramil jajarannya untuk bersinergi dengan aparat Polsek, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk melaksanakan patroli dalam rangka mengamankan jalannya lebaran ketupat.

“Alhamdulillah berdasarkan laporan masing-masing Danramil, beberapa tempat wisata di Lombok Timur sudah ditutup untuk sementara waktu,” ujar Dandim.

Dijelaskannya, penutupan sementara tersebut dilakukan atas dasar kesadaran masyarakat akan bahaya penyebaran dan penularan virus corona ditempat keramaian.

“Ini patut diapresiasi dan mari kita dukung penanganan Covid-19 di wilayah kita masing-masing dengan harapan dapat mencegah penyebarannya sehingga semua akses bisa dibuka kembali,” ungkap.

Agus Donny juga tak henti-hentinya mengajak seluruh masyarakat untuk mentaati dan melaksanakan protokol kesehatan pada setiap kesempatan.

“Ingat kesehatan itu akan mahal harganya jika suda mengalami sakit, untuk itu mari kita jaga kesehatan dengan mentaati protokol kesehatan terutama menggunakan masker, physical distancing dan social distancing, sering cuci tangan, olahraga secukupnya dan jangan lupa tetap berdoa,” pesan mantan Danyonif 742/SWY tersebut.

Selain itu, Dandim juga meminta pihaknya untuk terus membantu pemerintah dalam melawan Covid-19 dengan harapan dapat memutuskan rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Lombok Timur.

Danrem 162/WB Gowes Beserta Jajaran Melaksanakan Sidak Pos Pengamanan Lebaran Ketupat

IMG-20200531-WA0008

Mataram – Lebaran ketupat atau lebaran topat bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya masyarakat Lombok merupakan tradisi yang dilaksanakan seminggu setelah Perayaan Idul Fitri. Dalam perayaannya biasanya tempat-tempat wisata ramai dikunjungi masyarakat tua muda.

Terkait dengan itu, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Danyonif 742/SWY, Kapenrem 162/WB dan Pasi Korem melaksanakan pemantauan dengan bersepeda santai di beberapa Pos Pengamanan Idul Fitri dan Lebaran Topat di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Pada kesempatan tersebut, Danrem memberikan apresiasi dan arahan kepada aparat Satgas Pam Lebaran Ketupat agar tetap semangat dan mempedomani protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam melaksanakan tugas.

“Alhamdulillah hari ini kita masyarakat Lombok melaksanakan lebaran topat seminggu setelah lebaran Idul Fitri,” ungkap Danrem.

Dijelaskannya, pihaknya sengaja melihat beberapa pos pengamanan untuk memastikan dan menyakinkan kondisi terakhir pelaksanaan lebaran ketupat khususnya di Pospam daerah wisata mengingat daerah wisata sebagai pilihan utama masyarakat Lombok dalam perayaan lebaran topat.

IMG-20200531-WA0013
IMG-20200531-WA0016

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga mengimbau seluruh masyarakat untuk perayaan lebaran topat di rumah saja Bersama keluarga dan tidak ketempat-tempat wisata dengan harapan dapat memutus penyebaran dan penularan virus corona atau corona virus desease (covid-19).

“Jadi mari kita rayakan lebaran topat bersama keluarga di rumah saja untuk menghindari adanya kerumunan massa yang dapat menularkan Covid-19 satu dengan yang lainnya, ingat Kesehatan itu mahal jika sudah sakit,” ajaknya.

Adapun jarak yang ditempuh sekitar 25 km dengan dua etape yang dilewati oleh Danrem bersama rombongan yakni etape pertama dari Rumah Dinas menuju jalan Udayana-Tugu pesawat Ex Bandara-Simpang Rembiga-Simpang Pasar Gunungsari-Koramil Gunungsari dan etape kedua dari Koramil Gunungsari-Simpang tiga Montong-Jembatan Meninting-Makam Bintaro-Simpang tiga Kebon Roek-Kota Tua-Malomba-Koramil Ampenan-Loang Balok-Pos Tembolak-Makorem dengan sasaran Pospam Udayana,Pospam Depan Ex Bandara, Pospam Simpang Gunungsari, Pospam Montong, Titik Pam Makam Bintaro, Titik Pam Kota Tua, Titik Pam Loang Balok dan Pospam Tembolak.

Danrem 162/WB Pantau Pos Pam Lebaran Ketupat

IMG-20200531-WA0013

Mataram – Lebaran ketupat atau lebaran topat bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya masyarakat Lombok merupakan tradisi yang dilaksanakan seminggu setelah Perayaan Idul Fitri. Dalam perayaannya biasanya tempat-tempat wisata ramai dikunjungi masyarakat tua muda.

Terkait dengan itu, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Danyonif 742/SWY, Kapenrem 162/WB dan Pasi Korem melaksanakan pemantauan dengan bersepeda santai di beberapa Pos Pengamanan Idul Fitri dan Lebaran Topat di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

“Alhamdulillah hari ini kita masyarakat Lombok melaksanakan lebaran topat seminggu setelah lebaran Idul Fitri,” ungkap Danrem.

Dijelaskannya, pihaknya sengaja melihat beberapa pos pengamanan untuk memastikan dan menyakinkan kondisi terakhir pelaksanaan lebaran ketupat khususnya di Pospam daerah wisata mengingat daerah wisata sebagai pilihan utama masyarakat Lombok dalam perayaan lebaran topat.

IMG-20200531-WA0008

IMG-20200531-WA0016

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga mengimbau seluruh masyarakat untuk perayaan lebaran topat di rumah saja Bersama keluarga dan tidak ketempat-tempat wisata dengan harapan dapat memutus penyebaran dan penularan virus corona atau corona virus desease (covid-19).

“Jadi mari kita rayakan lebaran topat bersama keluarga di rumah saja untuk menghindari adanya kerumunan massa yang dapat menularkan Covid-19 satu dengan yang lainnya, ingat Kesehatan itu mahal jika sudah sakit,” ajaknya.

Adapun jarak yang akan ditempuh sekitar 25 km dengan dua etape yang akan dilewati oleh Danrem bersama rombongan yakni etape pertama dari Rumah Dinas menuju jalan Udayana-Tugu pesawat Ex Bandara-Simpang Rembiga-Simpang Pasar Gunungsari-Koramil Gunungsari dan etape kedua dari Koramil Gunungsari-Simpang tiga Montong-Jembatan Meninting-Makam Bintaro-Simpang tiga Kebon Roek-Kota Tua-Malomba-Koramil Ampenan-Loang Balok-Pos Tembolak-Makorem dengan sasaran Pospam Udayana,Pospam Depan Ex Bandara, Pospam Simpang Gunungsari, Pospam Montong, Titik Pam Makam Bintaro, Titik Pam Kota Tua, Titik Pam Loang Balok dan Pospam Tembolak.

Amankan Lebaran Topat, Dandim 1606/Lobar Pastikan Beberapa Lokasi Wisata Tidak Dikunjungi

3058

Mataram – Dandim 1606/Lobar bersama Kapolresta Mataram, Pasi Ops Kodim Lobar, Kabag Ops Polresta Mataram, Dan unit Intel Kodim Lobar, Danramil Ampenan, Kapolsek Ampenan, Danramil Narmada dan Kapolsek Narmada, mendatangi beberapa lokasi wisata yang ada di wilayah Kota Mataram, menghadapi Lebaran Topat. Sebelumnya dilaksanakan persiapan di Polresta Mataram, Jalan Langko Kota Mataram, Sabtu (30/5/2020).

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP. M.M, mengatakan, bahwa Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengecek dan memastikan situasi di beberapa tempat wisata yang telah ditutup sejak beberapa hari lalu aman dan kondusif, sehingga pada perayaan lebaran Topat esok hari tidak ada masyarakat yang berkunjung guna memutuskan rantai penyebaran covid-19 di wilayah kota Mataram.

“Mengingat pandemi Covid-19 ini belum usai dan bahkan beberapa hari terakhir mengalami peningkatan kasus positif, maka kami harus memastikan wilayah Kota Mataram aman dan kondusif menjelang Lebaran Topat,” jelasnya.

Selain itu, Dandim juga menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berkordinasikan kepada Kapolresta Mataram terkait pengalihan arus untuk mengantisipasi masyarakat dari luar kota Mataram masuk ke lokasi wisata yang ada di wilayah kota Mataram, untuk mencegah terjadinya kerumunan masyarakat, sehingga penyebaran covid-19 dapat diminimalisir dan dicegah.

Terakhir, Dandim mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar mengikuti imbauan pemerintah melaksanakan lebaran Topat di rumah saja bersama dengan keluarga masing-masing, tidak perlu berkunjung ke tempat saudara ataupun keluarga yang lain ataupun ke tempat-tempat wisata dan makam yang biasanya dikunjungi saat lebaran Topat, tetap mengikuti protocol kesehatan, melaksanakan social dan physical distancing, rajin mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, menggunakan masker demi keamanan dan keselamatan diri, keluarga dan sesame dari bahaya penyebaran covid-19.

Sebelumya, Dandim Lobar bersama Kapolresta Mataram beserta rombongan melaksanakan pemantauan ke Pasar Kobon Roek Ampenan, Makam Bintaro Ampenan dan makam Maulana Zehk Abdul Razak serta mengecek posko karantina pasien Covid-19 di Wisama Nusantara Mataram.

30510

3059

TNI Polri di Keruak Gelar Apel Siaga Bencana

3057

Lombok Timur – Koramil 1615-04/Keruak bersama Polsek dan Pemerintah Kecataman Keruak menggelar apel bersama dalam rangka mengantisipasi bencana alam akibat curah hujan dan gelombang air laut yang cukup tinggi beberapa hari terakhir.

Apel kesiapsiagaan tersebut dilaksanakan di Kantor Camat Keruak yang juga diikuti anggota Puskesmas dan Pemadam Kebakaran, Sabtu (30/5).

Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.Sos., sebelumnya menginstruksikan satuan Koramil jajarannya untuk memantau perkembangan cuaca yang akhir-akhir ini cukup ekstrim.

“Saya sudah menginstruksikan para Danramil untuk memantau kondisi wilayah terutama yang memiliki wilayah binaan pesisir pantai seperti Koramil Keruak, Labuan Haji, Pringgabaya dan Sembalia,” ujar Agus Donny.

Hal itu dilakukan, menurutnya, untuk mengantisipasi perkembangan situasi mengingat kondisi cuaca terutama hujan disertai petir dan gelombang air laut yang cukup tinggi sehingga dapat meminimalisasi adanya korban apabila terjadi bencana alam.

Namun, pihaknya berharap agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama musim hujan.

Selain itu, Alumnus Akmil 2001 tersebut juga mengimbau kepada masyarakat nelayan maupun warga yang tinggal di daerah pesisir pantai untuk tetap waspada dan berhati-hati.

“Apabila tidak memungkin agar segera mengamankan diri dan keluarga atau menumpang di rumah keluarga untuk sementara waktu,” imbaunya.

Dandim juga meminta kepada para Danramil maupun Babinsa untuk mengingatkan para nelayan agar berhati-hati jika akan melaut atau mencari ikan demi keselamatan para nelayan.

Sebelumnya Dusun Ketangga Desa Jeraeng Kecamatan Keruak terkena banjir bandang karena meluapnya air sungai Kemalik dan jebolnya tanggul di Dusun Gubuk Lekok Desa Apitaik karena tidak mampu menampung debit air hujan.

Gubernur NTB Luncurkan JPS Gemilang Tahap II

3055

Lombok Barat – Paket Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap II Sabtu (30/05/2020) hari ini resmi diluncurkan. Sebanyak 125.000 paket bantuan tersebut dilaunching langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Forkopimda Prov.NTB, didampingi Bupati Lombok Barat juga Forkopimda Lombok Barat bertempat di Kantor Desa Penimbung Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.

Dengan mengedepankan produk lokal, Paket JPS Gemilang tahap II ini akan segera didistribusikan ke Kabupaten/Kota di NTB. Tercatat ada 535 UKM dan IKM yang ikut berkontribusi pada JPS Gemilang tahap II ini.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan terlaksananya JPS Gemilang tahap pertama kemarin. Bang Zul sapaan akrabnya, kembali menekankan akan pentingnya pemberdayaan UKM/IKM lokal dalam distribusi JPS Gemilang. Menurutnya, hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi UKM/IKM agar dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk-produknya.

“Kami selalu punya anggapan bahwa setiap keadaan, krisis dan kesulitan itu pasti ada peluangnya. Oleh karena itu, ini peluang untuk bagaimana kita memperkenalkan produk-produk lokal kita kepada masyarakat,” ujar Bang Zul.

Ia kemudian mengajak masyarakat untuk menghargai produk-produk lokal. Bagi Gubernur, tidak mungkin industri dan usaha dapat berkembang maju jika tidak mendapat penghargaan dari masyarakatnya sendiri.

Terkait JPS Gemilang, Gubernur berharap segala kekurangan pada tahap pertama dapat diatasi dengan lebih baik pada tahap kedua kali ini. Namun di setiap kekurangan tersebut, Ia meminta masyarakat untuk menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran agar lebih baik di masa mendatang.

“Tentu akan ada masalah di JPS Gemilang, masalah membuat hidup kita menjadi dinamis, kita perbaiki, hingga JPS Gemilang Tahap Ketiga nanti lebih baik lagi , begitu juga dengan yang berikut-berikutnya,” imbuhnya.

Pada JPS Gemilang tahap II ini, keterlibatan dari OPD Kabupaten/Kota menjadi suatu komponen penting. Hal ini dikarenakan Pemda tentu lebih mengerti kebutuhan di daerahnya masing-masing. Oleh sebab itu, Gubernur mengajak seluruh Kabupaten/Kota agar saling merangkul satu sama lain.

“Misi utamanya bukan jual ikannya, bukan jual kopinya tetapi memberdayakan UKM di masing-masing Kabupaten/Kota,” lanjutnya.

Pandemi Covid-19 telah memberikan hikmah tersendiri bagi masyarakat, khususnya bagi UKM/IKM di NTB yang begitu dipercaya dalam menyediakan paket bantuan JPS Gemilang. Dengan hal ini diharapkan setiap UKM/IKM dapat jauh lebih matang saat wabah corona berlalu.

“Bisa dibayangkan setelah Covid-19 ini berlalu, dengan pengalaman yang telah terakumulasi oleh UKM-UKM kita, bisa saja produk-produk yang dihasilkan bukan hanya bisa dijual di NTB bahkan bisa dijual ke seluruh penjuru Indonesia bahkan ke seluruh dunia,” harap Bang Zul.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Lombok Barat, H. Fauzan Khalid berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang telah menunjuk Desa Penimbung sebagai lokasi launching JPS Gemilang tahap II ini.

“Mudah-mudahan berkat usaha kita bersama Covid-19 ini cepat berlalu dan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi pada hari ini adalah salah satu usaha kita untuk menolong masyarakat kita yang terdampak langsung dengan Covid-19 ini,” ucapnya.

Berbagai penyempurnaan pun telah dilakukan Pemprov pada penyaluran JPS Gemilang tahap II kali ini, baik dari data penerima bantuan, kebutuhan pokok yang tahan lama serta proses distribusi kepada masyarakat.(Humas NTB)

Nara Sumber Dalam Acara Dialog Coffee Time TV Lombok, Ini Yang Disampaikan Danrem 162/WB

3053

Mataram – Menjelang peringatan Hari Lahirnya Pancasila ditengah seluruh wilayah Indonesia sedang menghadapi Pandemi Covid-19, termasuk di wilayah NTB tidak menghilangkan makna Peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai Dasar, Falsafah dan Pedoman hidup bagi seluruh Warga Negara Indonesia.

Dalam Program dialog Cofe Time Lombok TV, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, hadir sebagai nara sumber dipandu reporter Lombok TV Sdri. Tuti Wulan mengangkat Tema “Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19” di Studio Lombok TV Jalan Panjitilar Negara Kota Mataram, Sabtu (30/5/2020).

Pada kesempatan tersebut Danrem 162/WB menjelaskan, bahwa kebijakan Pemerintah Pusat untuk Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2020 mendatang tidak dilaksanakan dengan upacara peringatan seperti biasanya, namun akan dilaksanakan secara Virtual melalui sarana media elektronik TV/Radio atau media berbasis jaringan intenet, Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidato yang akan disiarkan langsung secara nasional untuk dapat diakses oleh seluruh Rakyat Indonesia, mengingat peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini kita berada dalam serangan penyebaran pandemi Covid-19 sehingga proses peringatan menggunakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Di segmen Berikutnya, Danrem menyampaikan sekilas sejarah lahirnya pancasila saat dirumuskan oleh BPUPKI dengan banyak proses yang dilewati melalui musyawarah mufakat sampai mencapai kata sepakat tentang rumusan pancasila yang dapat diterima oleh semua pihak, sehingga bangsa yang majemuk, frularalisme ini dapat mewadahi semua keragaman baik suku, agama, ras, adat istiadat dan terbentang ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke menyatakan “satu bangsa, bangsa indonesia, satu bahasa, bahasa Indonesia dan bertanah air satu tanah air Indonesia”.

Untuk itu, lanjutnya, dari keanekaragaman itu jangan menjadi kelemahan tapi justru menjadi suatu kebanggan dan kekuatan, maka jangan dipertentangkan dan jangan melihat lebih banyak perbedaan, namun lihatlah persamaan yang ada, mengingat perbedaan adalah anugerah sekaligus. Menjadi Modal besar yang dimiliki Negara kesatuan Republik indonesia.

“Saat lahirnya Pancasila para pahlawan bersama-sama berjuang untuk kemerdekaan, sedangkan di masa pandemi covid-19 sekarang ini, kita bersama-sama harus berjuang melanjutkan kemerdekaan dengan melawan covid-19,” ujarnya.

Selain itu, Danrem juga menjelaskan tentang peran TNI dalam penanganan penyebaran Covid-19 khususnya di NTB, bahwa sejak awal mulai maraknya isu corona di Wuhan Cina pihaknya bersama Pemda sudah langsung melakukan action di BIZAM dengan menyiapkan kelengkapan dan berkoordinasi dengan pihak angkasa pura, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di NTB sehingga penyebaran virus tersebut dapat ditangani dengan baik dan landai.

“Namun di akhir bulan Mei menjelang lebaran terjadi kebobolan dengan kenaikan kasus positif Covid-19 yang sangat signifikan sehingga masuk lima besar kasus tertinggi dan nomor dua dalam kasus penularan ke balita dan anak-anak, maka pihaknya segera melakukan rapat koordinasi dengan Gugus Tugas untuk melakukan langkah-langkah baru untuk mencegah dan memerangi covid-19 di wilayah NTB,” ungkapnya.

Sehubungan dengan itu Pemda NTB akan menerapkan aturan baru terhadap orang yang masuk ke NTB baik lewat udara maupun laut wajib membawa hasil tes swab tidak rektif Covid-19 yang tidak lebih dari 7 hari, termasuk pemberlakuan Perda wajib menggunakan masker dan pemberlakuan jam malam, sedangkan di pasar-pasar dibuat Posko pengamanan yang dilengkapi dengan alat pengeras suara untuh memberikan imbauan, tempat cuci tangan, ruang disinfektan, termo gun, handsanitizer, box sterilisasi uang dan lain-lain, dalam rangka mencegah penyebaran covid-19.

Terkait lebaran topat, alumni akmil 1993 tersebut menyampaikan, bahwa sesuai hasil rapat bersama Forkopimda NTB lokasi wisata juga untuk sementara sudah ditutup dan perayaan lebaran topat dilaksanakan di rumah masing-masing dengan keluarga tercinta, masyarakat juga tidak perlu menyambangi keluarganya di luar daerah untuk mencegah penyebaran covid-19, kita juga menggelar patroli gabungan dengan melibatkan seluruh stakeholder dan lapisan masyarakat, sambil menghimbau masyarakat.

Diakhir dialognya, Danrem mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pada perayaan lebaran Topat agar dilaksanakan di rumah masing-masing dan tidak ke lokasi wisata karena Pemprov, Kabupaten dan kota sudah mengeluarkan larangan lebaran topat agar di patuhi, lebih disiplin lagi mengikuti protokol pencegahan covid-19, rajin cuci tangan dengan sabun antiseptik, melaksanakan social dan physical distancing, berolah raga dan istirahat yang cukup, makan 4 sehat 5 sempurna sehingga kondisi tubuh menjadi fit dan terhindar dari covid-19, karenakan dengan imunitas tubuh yang kuat maka kita akan kuat melawan covid-19. “Mari mendisiplinkan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar,” tutup pria kelahiran Jakarta tersebut.

Keliling Di Lokasi Pasar Ini Yang dilakukan Koramil Bersama Polsek Dan Pemerintah Kecamatan Dompu

2951

Dompu – Dengan semakin meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19, pemerintah dan seluruh stakeholder Provinsi NTB mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti imbauan pemerintah dan melaksanakan protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

Terkait hal tersebut, Danramil 1614-01/Dompu bersama Kapolsek Dompu, Camat Dompu serta Personel Koramil, Polsek, Satpol PP dan Depperindag Dompu bersinergi melaksanakan sosialisai dan imbauan pencegahan Covid-19 kepada para pedagang dan pengunjung di Pasar Dompu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Jumat (29/5/2020).

Mengetahui hal tersebut, Dandim 1614/Dompu Letnan Kolonel Inf Ali Cahyono, S.Kom, di sela-sela kesibukannya mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Danrem 162/WB untuk terus meningkatkan sinergitas dan semangat TNI-POLRI bersama stakeholder lainnya bahu membahu dan bekerja sama membantu pemerintah memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing.

“Kita ketahui bersama bahwa setiap hari pasar selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat untuk mencari dan berbelanja kebutuhan sehari-hari dengan berdesak-desakan, sehingga besar kemungkinan terjadi penyebaran Covid-19,” pungkasya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, kita harus terus mengawasi dan mengimbau para pedagang maupun pengunjung pasar agar selalu waspada dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 serta mengikuti imbauan pemerintah dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun bahkan perlu membawa handsanitizer agar dapat langsung digunakan setiap selesai bertransaksi.

“Semua upaya ini dilakukan demi kesehatan, keamanan dan keselamatan bersama agar tidak terpapar virus corona,” tutup Dandim.

Banjir Timpa Warga Desa, Ini Yang Dilakukan Koramil Praya Timur

2955

Lombok Tengah – Tingkat curah hujan pada Kamis kemarin menyebabkan beberapa ruas jalan tergenang air bahkan beberapa Dusun di Kecamatan Praya Timur terendam banjir. Melihat kondisi tersebut, Danramil 1620-08/Praya Timur Kapten Inf Lukman langsung bergerak cepat bersama Babinsa untuk membantu warga yang rumahnya terkena banjir.

Mereka turun langsung membantu membersihkan material yang terbawa air hujan seperti sampah, tanah lumpur dan puing-puing kayu yang berserakan digang-gang rumah.

Hal itu disampaikan Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto, SE., di sela-sela kesibukannya, Jumat (29/5/2020).

Pada kesempatan tersebut, Dandim memberikan apresiasi kepada Danramil dan Babinsa di jajarannya yang sigap dan tanggap terhadap kondisi masyarakat yang tertimpa musibah banjir.

“Kemarin curah hujannya cukup tinggi sehingga sekitar tujuh dusun di Desa Senkerang dan delapan dusun di Desa Landah tergenang air akibat banjir,” terangnya.

“Ini musibah bagi kita bersama, dan alhamdulillah Koramil sudah membantu warga dengan turun langsung bergotong royong membersihkan material yang dibawa air hujan, ini patut diapresiasi,” imbuhnya.

Selain itu, Dandim juga menginstruksikan seluruh satuan jajarannya untuk terus memantau perkembangan cuaca saat ini disamping membantu pemerintah dalam upaya pencegahan Covid-19 sehingga semua bisa terpantau dan diatasi dengan baik.

“Jika ada perkembangan yang bersifat menonjol, laporkan pada kesempatan pertama dan akan kita tindaklanjuti sesuai tingkat permasalahannya,” tutup Alumnus Akmil 2001 tersebut.