Daily Archives: May 30, 2020

Amankan Lebaran Topat, Dandim 1606/Lobar Pastikan Beberapa Lokasi Wisata Tidak Dikunjungi

3058

Mataram – Dandim 1606/Lobar bersama Kapolresta Mataram, Pasi Ops Kodim Lobar, Kabag Ops Polresta Mataram, Dan unit Intel Kodim Lobar, Danramil Ampenan, Kapolsek Ampenan, Danramil Narmada dan Kapolsek Narmada, mendatangi beberapa lokasi wisata yang ada di wilayah Kota Mataram, menghadapi Lebaran Topat. Sebelumnya dilaksanakan persiapan di Polresta Mataram, Jalan Langko Kota Mataram, Sabtu (30/5/2020).

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP. M.M, mengatakan, bahwa Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengecek dan memastikan situasi di beberapa tempat wisata yang telah ditutup sejak beberapa hari lalu aman dan kondusif, sehingga pada perayaan lebaran Topat esok hari tidak ada masyarakat yang berkunjung guna memutuskan rantai penyebaran covid-19 di wilayah kota Mataram.

“Mengingat pandemi Covid-19 ini belum usai dan bahkan beberapa hari terakhir mengalami peningkatan kasus positif, maka kami harus memastikan wilayah Kota Mataram aman dan kondusif menjelang Lebaran Topat,” jelasnya.

Selain itu, Dandim juga menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berkordinasikan kepada Kapolresta Mataram terkait pengalihan arus untuk mengantisipasi masyarakat dari luar kota Mataram masuk ke lokasi wisata yang ada di wilayah kota Mataram, untuk mencegah terjadinya kerumunan masyarakat, sehingga penyebaran covid-19 dapat diminimalisir dan dicegah.

Terakhir, Dandim mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar mengikuti imbauan pemerintah melaksanakan lebaran Topat di rumah saja bersama dengan keluarga masing-masing, tidak perlu berkunjung ke tempat saudara ataupun keluarga yang lain ataupun ke tempat-tempat wisata dan makam yang biasanya dikunjungi saat lebaran Topat, tetap mengikuti protocol kesehatan, melaksanakan social dan physical distancing, rajin mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, menggunakan masker demi keamanan dan keselamatan diri, keluarga dan sesame dari bahaya penyebaran covid-19.

Sebelumya, Dandim Lobar bersama Kapolresta Mataram beserta rombongan melaksanakan pemantauan ke Pasar Kobon Roek Ampenan, Makam Bintaro Ampenan dan makam Maulana Zehk Abdul Razak serta mengecek posko karantina pasien Covid-19 di Wisama Nusantara Mataram.

30510

3059

TNI Polri di Keruak Gelar Apel Siaga Bencana

3057

Lombok Timur – Koramil 1615-04/Keruak bersama Polsek dan Pemerintah Kecataman Keruak menggelar apel bersama dalam rangka mengantisipasi bencana alam akibat curah hujan dan gelombang air laut yang cukup tinggi beberapa hari terakhir.

Apel kesiapsiagaan tersebut dilaksanakan di Kantor Camat Keruak yang juga diikuti anggota Puskesmas dan Pemadam Kebakaran, Sabtu (30/5).

Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.Sos., sebelumnya menginstruksikan satuan Koramil jajarannya untuk memantau perkembangan cuaca yang akhir-akhir ini cukup ekstrim.

“Saya sudah menginstruksikan para Danramil untuk memantau kondisi wilayah terutama yang memiliki wilayah binaan pesisir pantai seperti Koramil Keruak, Labuan Haji, Pringgabaya dan Sembalia,” ujar Agus Donny.

Hal itu dilakukan, menurutnya, untuk mengantisipasi perkembangan situasi mengingat kondisi cuaca terutama hujan disertai petir dan gelombang air laut yang cukup tinggi sehingga dapat meminimalisasi adanya korban apabila terjadi bencana alam.

Namun, pihaknya berharap agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama musim hujan.

Selain itu, Alumnus Akmil 2001 tersebut juga mengimbau kepada masyarakat nelayan maupun warga yang tinggal di daerah pesisir pantai untuk tetap waspada dan berhati-hati.

“Apabila tidak memungkin agar segera mengamankan diri dan keluarga atau menumpang di rumah keluarga untuk sementara waktu,” imbaunya.

Dandim juga meminta kepada para Danramil maupun Babinsa untuk mengingatkan para nelayan agar berhati-hati jika akan melaut atau mencari ikan demi keselamatan para nelayan.

Sebelumnya Dusun Ketangga Desa Jeraeng Kecamatan Keruak terkena banjir bandang karena meluapnya air sungai Kemalik dan jebolnya tanggul di Dusun Gubuk Lekok Desa Apitaik karena tidak mampu menampung debit air hujan.

Gubernur NTB Luncurkan JPS Gemilang Tahap II

3055

Lombok Barat – Paket Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap II Sabtu (30/05/2020) hari ini resmi diluncurkan. Sebanyak 125.000 paket bantuan tersebut dilaunching langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Forkopimda Prov.NTB, didampingi Bupati Lombok Barat juga Forkopimda Lombok Barat bertempat di Kantor Desa Penimbung Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.

Dengan mengedepankan produk lokal, Paket JPS Gemilang tahap II ini akan segera didistribusikan ke Kabupaten/Kota di NTB. Tercatat ada 535 UKM dan IKM yang ikut berkontribusi pada JPS Gemilang tahap II ini.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan terlaksananya JPS Gemilang tahap pertama kemarin. Bang Zul sapaan akrabnya, kembali menekankan akan pentingnya pemberdayaan UKM/IKM lokal dalam distribusi JPS Gemilang. Menurutnya, hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi UKM/IKM agar dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk-produknya.

“Kami selalu punya anggapan bahwa setiap keadaan, krisis dan kesulitan itu pasti ada peluangnya. Oleh karena itu, ini peluang untuk bagaimana kita memperkenalkan produk-produk lokal kita kepada masyarakat,” ujar Bang Zul.

Ia kemudian mengajak masyarakat untuk menghargai produk-produk lokal. Bagi Gubernur, tidak mungkin industri dan usaha dapat berkembang maju jika tidak mendapat penghargaan dari masyarakatnya sendiri.

Terkait JPS Gemilang, Gubernur berharap segala kekurangan pada tahap pertama dapat diatasi dengan lebih baik pada tahap kedua kali ini. Namun di setiap kekurangan tersebut, Ia meminta masyarakat untuk menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran agar lebih baik di masa mendatang.

“Tentu akan ada masalah di JPS Gemilang, masalah membuat hidup kita menjadi dinamis, kita perbaiki, hingga JPS Gemilang Tahap Ketiga nanti lebih baik lagi , begitu juga dengan yang berikut-berikutnya,” imbuhnya.

Pada JPS Gemilang tahap II ini, keterlibatan dari OPD Kabupaten/Kota menjadi suatu komponen penting. Hal ini dikarenakan Pemda tentu lebih mengerti kebutuhan di daerahnya masing-masing. Oleh sebab itu, Gubernur mengajak seluruh Kabupaten/Kota agar saling merangkul satu sama lain.

“Misi utamanya bukan jual ikannya, bukan jual kopinya tetapi memberdayakan UKM di masing-masing Kabupaten/Kota,” lanjutnya.

Pandemi Covid-19 telah memberikan hikmah tersendiri bagi masyarakat, khususnya bagi UKM/IKM di NTB yang begitu dipercaya dalam menyediakan paket bantuan JPS Gemilang. Dengan hal ini diharapkan setiap UKM/IKM dapat jauh lebih matang saat wabah corona berlalu.

“Bisa dibayangkan setelah Covid-19 ini berlalu, dengan pengalaman yang telah terakumulasi oleh UKM-UKM kita, bisa saja produk-produk yang dihasilkan bukan hanya bisa dijual di NTB bahkan bisa dijual ke seluruh penjuru Indonesia bahkan ke seluruh dunia,” harap Bang Zul.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Lombok Barat, H. Fauzan Khalid berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang telah menunjuk Desa Penimbung sebagai lokasi launching JPS Gemilang tahap II ini.

“Mudah-mudahan berkat usaha kita bersama Covid-19 ini cepat berlalu dan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi pada hari ini adalah salah satu usaha kita untuk menolong masyarakat kita yang terdampak langsung dengan Covid-19 ini,” ucapnya.

Berbagai penyempurnaan pun telah dilakukan Pemprov pada penyaluran JPS Gemilang tahap II kali ini, baik dari data penerima bantuan, kebutuhan pokok yang tahan lama serta proses distribusi kepada masyarakat.(Humas NTB)

Nara Sumber Dalam Acara Dialog Coffee Time TV Lombok, Ini Yang Disampaikan Danrem 162/WB

3053

Mataram – Menjelang peringatan Hari Lahirnya Pancasila ditengah seluruh wilayah Indonesia sedang menghadapi Pandemi Covid-19, termasuk di wilayah NTB tidak menghilangkan makna Peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai Dasar, Falsafah dan Pedoman hidup bagi seluruh Warga Negara Indonesia.

Dalam Program dialog Cofe Time Lombok TV, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, hadir sebagai nara sumber dipandu reporter Lombok TV Sdri. Tuti Wulan mengangkat Tema “Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19” di Studio Lombok TV Jalan Panjitilar Negara Kota Mataram, Sabtu (30/5/2020).

Pada kesempatan tersebut Danrem 162/WB menjelaskan, bahwa kebijakan Pemerintah Pusat untuk Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2020 mendatang tidak dilaksanakan dengan upacara peringatan seperti biasanya, namun akan dilaksanakan secara Virtual melalui sarana media elektronik TV/Radio atau media berbasis jaringan intenet, Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidato yang akan disiarkan langsung secara nasional untuk dapat diakses oleh seluruh Rakyat Indonesia, mengingat peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini kita berada dalam serangan penyebaran pandemi Covid-19 sehingga proses peringatan menggunakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Di segmen Berikutnya, Danrem menyampaikan sekilas sejarah lahirnya pancasila saat dirumuskan oleh BPUPKI dengan banyak proses yang dilewati melalui musyawarah mufakat sampai mencapai kata sepakat tentang rumusan pancasila yang dapat diterima oleh semua pihak, sehingga bangsa yang majemuk, frularalisme ini dapat mewadahi semua keragaman baik suku, agama, ras, adat istiadat dan terbentang ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke menyatakan “satu bangsa, bangsa indonesia, satu bahasa, bahasa Indonesia dan bertanah air satu tanah air Indonesia”.

Untuk itu, lanjutnya, dari keanekaragaman itu jangan menjadi kelemahan tapi justru menjadi suatu kebanggan dan kekuatan, maka jangan dipertentangkan dan jangan melihat lebih banyak perbedaan, namun lihatlah persamaan yang ada, mengingat perbedaan adalah anugerah sekaligus. Menjadi Modal besar yang dimiliki Negara kesatuan Republik indonesia.

“Saat lahirnya Pancasila para pahlawan bersama-sama berjuang untuk kemerdekaan, sedangkan di masa pandemi covid-19 sekarang ini, kita bersama-sama harus berjuang melanjutkan kemerdekaan dengan melawan covid-19,” ujarnya.

Selain itu, Danrem juga menjelaskan tentang peran TNI dalam penanganan penyebaran Covid-19 khususnya di NTB, bahwa sejak awal mulai maraknya isu corona di Wuhan Cina pihaknya bersama Pemda sudah langsung melakukan action di BIZAM dengan menyiapkan kelengkapan dan berkoordinasi dengan pihak angkasa pura, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di NTB sehingga penyebaran virus tersebut dapat ditangani dengan baik dan landai.

“Namun di akhir bulan Mei menjelang lebaran terjadi kebobolan dengan kenaikan kasus positif Covid-19 yang sangat signifikan sehingga masuk lima besar kasus tertinggi dan nomor dua dalam kasus penularan ke balita dan anak-anak, maka pihaknya segera melakukan rapat koordinasi dengan Gugus Tugas untuk melakukan langkah-langkah baru untuk mencegah dan memerangi covid-19 di wilayah NTB,” ungkapnya.

Sehubungan dengan itu Pemda NTB akan menerapkan aturan baru terhadap orang yang masuk ke NTB baik lewat udara maupun laut wajib membawa hasil tes swab tidak rektif Covid-19 yang tidak lebih dari 7 hari, termasuk pemberlakuan Perda wajib menggunakan masker dan pemberlakuan jam malam, sedangkan di pasar-pasar dibuat Posko pengamanan yang dilengkapi dengan alat pengeras suara untuh memberikan imbauan, tempat cuci tangan, ruang disinfektan, termo gun, handsanitizer, box sterilisasi uang dan lain-lain, dalam rangka mencegah penyebaran covid-19.

Terkait lebaran topat, alumni akmil 1993 tersebut menyampaikan, bahwa sesuai hasil rapat bersama Forkopimda NTB lokasi wisata juga untuk sementara sudah ditutup dan perayaan lebaran topat dilaksanakan di rumah masing-masing dengan keluarga tercinta, masyarakat juga tidak perlu menyambangi keluarganya di luar daerah untuk mencegah penyebaran covid-19, kita juga menggelar patroli gabungan dengan melibatkan seluruh stakeholder dan lapisan masyarakat, sambil menghimbau masyarakat.

Diakhir dialognya, Danrem mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pada perayaan lebaran Topat agar dilaksanakan di rumah masing-masing dan tidak ke lokasi wisata karena Pemprov, Kabupaten dan kota sudah mengeluarkan larangan lebaran topat agar di patuhi, lebih disiplin lagi mengikuti protokol pencegahan covid-19, rajin cuci tangan dengan sabun antiseptik, melaksanakan social dan physical distancing, berolah raga dan istirahat yang cukup, makan 4 sehat 5 sempurna sehingga kondisi tubuh menjadi fit dan terhindar dari covid-19, karenakan dengan imunitas tubuh yang kuat maka kita akan kuat melawan covid-19. “Mari mendisiplinkan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar,” tutup pria kelahiran Jakarta tersebut.