Daily Archives: September 25, 2020

Hari Kedua di Dompu, Kapolda NTB dan Danrem 162/WB, lakukan ini

IMG-20200925-WA0014

Dompu – Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, S.I.K, M.H, dan Danrem 162/Wira Bakti (WB) Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, S.H, M.Han, menemui sekaligus bersilaturrahmi dengan pendukung dan simpatisan Pascabup H. Syaifurrahman Salman, S.E, – Ika Rizky Veriyani (SUKA) di Cafe Uma Tua, Kelurahan Potu, Jumat (25/9/2020) pagi.

Usai menemui tim sukses dan para partai politik pengusung SUKA, sekira pukul 10.20 Wita, Kapolda dan Danrem bergegas menuju dan sekaligus bersilaturahmi dengan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Dompu yang dihadiri juga oleh Ketua KPU Drs. Arifuddin.

Kapolda NTB saat bertatap muka dengan sejumlah Parpol dan simpatisan SUKA di Caffe Uma Tua menyampaikan bahwa Paslon SUKA dinyatakan tidak memenuhi syarat saat penetapan Pascabup oleh KPU Kabupaten Dompu.

IMG-20200925-WA0015

Tetapi, Kapolda menyampaikan arahan, bahwa hal itu adalah hak konsitusional untuk melakukan gugatan atas hasil tersebut ke pihak Bawaslu Kabupaten Dompu.

“Permasalah ini menjadi sorotan, dikarenakan pada saat simpatisan tim SUKA melakukan aksi dengan menggerakan masa yang banyak yang dimana membahayakan keselamatan masyarakat yang berpotensi terjadi penularan Covid-19 dan berdampak buruk bagi warga lain,” ungkap Kapolda.

Untuk itu, Kapolda berharap kepada para ketua Parpol, tim sukses dan Simpatisan SUKA untuk membantu kami TNI dan POLRI untuk tidak menggerakan massa dengan jumlah yang banyak.

“Kami sangat berharap kepada bapak bapak menjadi perpanjangan tangan kami untuk menyampaikan hal tersebut kepada para simpatisan,” harapnya.

Masalah yang dihadapi Kabupaten Dompu kata Kapolda, patut diperhatikan karena akan adanya permasalahan baru seperti terjadinya penyebaran Covid-19 karena adanya gesekan antar pendukung. “Saya dan Dandrem berharap kedepannya tidak ada lagi menggerakan massa dengan jumlah yang banyak,” pinta perwira tinggi Polri berbintang dua ini.

Di tempat yang sama, Danrem 162/WB juga meminta dan berharap kepada pendukung SUKA untuk mengutamakan keselamatan masyarakat, jangan sampai ada lagi claster-claster baru Covid-19 di wilayah Kabupaten Dompu.

“Saya dan Kapolda berharap dan meminta kepada masing-masing Partai Politik, tim sukses dan simpatisan untuk bersama-sama menciptakan keamanan dan ketertiban selama tahapan Pilkada berlangsung,” pinta Danrem 162/WB.

IMG-20200925-WA0016

Ia percaya, bahwa yang hadir di situ adalah sebagai tokoh-tokoh untuk membantu pihak TNI dan POLRI untuk mencipatakan Pilkada yang aman dan damai dan pihaknya akan memberikan penghargaan sebesar-besarnya.

“Di sini saya dan Kapolda tidak ada memihak kepada siapapun, intinya kami demi kepentingan orang banyak atau masyarakat,” cetusnya.

“Kami tidak melarang rekan-rekan untuk melakukan gugatan bahkan sampai mahkamah, tetapi jangan sampai menggerakan masa yang banyak itu berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19 yang dapat membahayakan masyarakat Dompu sendiri,” lanjut Danrem.

Salah satu aktivis Selamat Abadi Sentosa alias Bedel menanggapi, pihaknya menghargai permohonan dari pihak TNI dan POLRI untuk tidak menggerakan massa pada setiap tahapan Pilkada di Kabupaten Dompu dan pihaknya akan mengusahakannya.

Menurut Bedel, setelah dilakukannya komitmen untuk mematuhi protokol kesehatan selama Pilkada berlangsung, Paslon lain banyak yang tidak mengikuti protokol kesehatan.

“Kenapa tidak ditegur dan ditindak lanjuti Paslon Paslon lain, dan aksi kami merupakan akumulasi kekecewaan atas adanya diskriminatif terhadap Paslon SUKA oleh pihak KPU Kabupaten Dompu,” ujar Bedel.

Sementara, pengurus parpol Berkarya Ilham Yahyu menuturkan, adapun aksi-aksi yang dilakukan selama ini merupakan bentuk perlawanan massa pendukung SUKA dan hanya itu yang bisa mereka lakukan.

“Kami melihat fakta yang terjadi di KPU, jelas diskriminasi dan kejahatan terhadap tim SUKA, perlu diketahui, ket
“Kami melihat fakta yang terjadi di KPU, jelas diskriminasi dan kejahatan terhadap tim SUKA, perlu diketahui, ketiga paslon ini semua ada masalah dan kekurangan, disini kami melihat kenapa hanya tim SUKA yang dipermasalahkan dan menurut kami permasalahan dari SUKA terjadinya salah penafsiran,” tegas Ilham Yahyu.

Untuk itu, lanjut Ilham, akan melawan teman-teman DPRD sekalian, apabila hak-hak politik mereka dibatasi, ia menginginkan demokrasi yang normal. Menurutnya, dalam tahapan itu sudah dinodai oleh pihak penyelenggara (KPU) yang akan membuat adanya kerawan Kamtibmas.

“Ada salah satu Paslon yang lain yang kami permasalahkan di mana adanya perbedaan nama antara di ijazah SD, SMP dan SMA, tetapi ini seolah-olah tidak dipermasalahkan oleh pihak KPU dan diloloskan,” beber Ilham.

Masih di tempat yang sama, Irfan Samudra mengatakan, berbicara Covid-19, menurut dia, adanya diskriminasi, yang dimana Bupati Dompu melegalisasi masalah Covid-19 di Kabupaten Dompu yang dimana Pemda Dompu tidak melakukan tindakan tegas.

Selain itu, kata dia, tidak adanya tindakan nyata untuk memutus rantai penyebarannya serta menindak tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan.

“Yang perlu saya tanyakan, hari ini hukum apa yang harus kami pakai hari ini untuk menggugat masalah ini, yang dimana kasus k2 sampai saat ini belum terselesaikan bagaimana dengan permasalahan ini kami sudah tidak percaya dengan pihak penyelenggara Pilkada,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya meminta Kapolda dan Danrem melalui tim gugus Covid-19 Provinsi untuk menetapkan Kabupaten Dompu adalah zona merah yang darurat Covid-19.

“Apabila Kapolda dan Dandrem melarang kami untuk tidak menggerakan massa, tolong berikan kami kepastian hukum atau jalur hukum untuk menggugat masalah ini,” pintanya.

Penuturan yang sama disampaikan Zulkifli Pilkada di Kabupaten Dompu diduga sudah dicedrai oleh elit-elit politik yang sudah melakukan konspirasi dengan pihak penyelengara pilkada dalam hal ini pihak KPU.

Dikatakannya, pergerakan masa kemarin merupakan gerakan spontan dari rasa kekecewaan masyarakat simpatisan SUKA kepada pihak penyelenggara Pilkada.

“Kami berharap dan meminta kepada Kapolda dan Danrem untuk membantu kami dalam perjuangan melakukan gugatan di Bawaslu Kab. Dompu dan mengawasi pihak penyelenggara Pilkada di Kab. Dompu agar tidak melakukan kecurangan,” harapnya.

Terpisah, pada saat bersilaturahmi di kantor Bawaslu Kapolda dan Danrem 162/WB saat menyampaikan di Bawaslu “ada banyak kerawanan Kamtibmas yang terjadi setelah penetapan pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati sehingga salah satu Bapascabup tidak diloloskan, dan berlanjut pada blokade jalan di beberapa titik atas ketidakpuasan pendukung SUKA.

Selain itu, Kapolda dan Danrem sekaligus menanyakan kejelasan dan perkembangan pengajuan gugatan sengketa Pascabup SUKA yang tidak memenuhi syarat kepada Bawaslu.

“Jikalau ada temuan pelanggaran dari Bapaslon SUKA maka untuk pihak KPU dan Bawaslu dapat mengambil langkah atau keputusan sesuai aturan koridor yang ada dan tidak menyalahi aturan,” tutur Kapolda.

Kapolda NTB berharap dan mendorong pihak Bawaslu dan KPU Dompu agar bekerja secara Profesional kepada para kontestan Pilkada maupun pihak penyelenggara pilkada untuk tetap mematuhi protokol Covid-19 yang sudah ditetapkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami juga berpesan kepada semua unsur dan masyarakat Dompu agar sama sama menjaga Kamtibmas,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Kabupaten Dompu Drs. Arifuddin mengatakan, yang menjadi keputusan kami dari KPU terkait tidak diloloskanya pasangan SUKA itu sudah menjadi seleksi melalui aturan PKPU yang sudah diatur.

“Kami tidak mengada-ngada menetapkan TMS pasangan SUKA. Kami telah melalui beberapa prosedur PKPU dan kami sudah bekerja secara profesional,” jelas.

Pada kesempatan itu, Danrem 162/WB menegaskan kepada Bawaslu agar tidak terpengaruh oleh siapa pun dan jangan pernah takut dengan tekanan dari pihak tertentu.

“Kami berharap, Bawaslu tetap tegas dan tidak ada terpengaruh oleh siapapun, dan kita yakin dan percaya kepada pihak Bawaslu pasti akan bekerja Profesional,” tegasnya.

Guna Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Satgas TMMD 109 Kodim 1607/Sumbawa, Bantu Pembangunan RTLH

IMG-20200925-WA0008

Sumbawa – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 109 Kodim 1607/Sumbawa menyasar beberapa sasaran fisik salah satu diantaranya membantu pembangunan rumah tidak layak huni masyarakat khususnya masyarakat Desa Jotang dan Desa Jotang Beru, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa.

Program RTLH Satgas TMMD 109 sesuai rencana akan melaksanakan bedah 9 unit RTLH dalam 30 hari kedepan. Dilokasi kegiatan TMMD 109 nampak masyarakat antusias bahu membahu bersama anggota Satgas TMMD melakukan bedah rumah warga kurang mampu tepatnya di Desa Jotang Beru sebagai salah satu Desa yang terpilih sebagai sasaran TMMD 109 Kodim 1607/Sumbawa.

Hal tersebut disampaikan
Mayor Inf Achmad Nurodin Hidayat, S.Sos, selaku Wadan Satgas TMMD 109 saat dilokasi, Jumat (25/09/2020).

IMG-20200925-WA0009

Dikatakannya, pembedahan rumah tidak layak huni bertujuan untuk membantu warga masyarakat yang kondisi ekonominya masih di bawah standar masyarakat sejahtera sehingga membutuhkan kepedulian kita semua dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat salah satunya melalui Program TMMD.

Selain itu, Wadan Satgas juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang peduli untuk bersama-sama bahu-membahu membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan bedah RTLH di lokasi setempat.

“Hal ini menjadi semangat dan kekuatan bagi anggota Satgas TMMD untuk bekerja lebih maksimal, dan proses penyelesaian setiap sasaran dapat tercapai maksimal serta tepat waktu,” ungkapnya.

IMG-20200925-WA0010

Lebih lanjut Achmad Nurodin menambahkan, pengerjaan RTLH itu sudah dimulai sekitar 3 hari pasca pembukaan TMMD 109 pada tanggal 22 September 2020 yang lalu dan saat ini proses pengerjaan sudah mencapai 11 persen.

”Saya berharap semangat kebersamaan terus ditingkatkan mengingat tercapainya hasil dalam pelaksanaan kegiatan TMMD adalah ketika kebersamaan antar personil satgas maupun dengan masyarakat sekitar terjalin baik, dan tetap selalu pedomani protokol kesehatan dalam setiap pelaksanaan kegiatan,” tegasnya

Sedangkan salah satu warga yang rumahnya menjadi sasaran RTLH Ibu Kardinati 54 tahun, alamat Desa Jotang Beru, Kecamatan Empang mengatakan, “sangat berterimakasih kepada Satgas TMMD yang telah membantu melakukan perbaikan rumahnya yang kurang layak ini, dengan adanya bapak TNI dan program TMMD saya sangat bersyukur sekali mengingat keadaan ekonomi saya yang kurang beruntung, sehingga dengan adanya program ini kami terbantukan untuk memiliki rumah yang layak,” tutur Ibu Kardinati.