Daily Archives: October 9, 2020

Tanamkan Rasa Cinta Tanah Air, Sikap Patriotisme Serta Bela Negara, Satgas TMMD 109 Berikan Wasbang Kepada Generasi Muda

IMG-20201009-WA0013

Sumbawa –Guna menumbuhkan, meningkatkan rasa cinta tanah air, sikap Patriotisme serta tumbuhkan kedispilinan pada generasi muda khususnya di kalangan pelajar, Satgas TMMD 109 Kodim 1607/Sumbawa memberikan penyuluhan Wawasan Kebangsaan di Balai Pertemuan Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa. Kamis (08/10).

Kegiatan ini dilaksanakan merupahkan salah satu sasaran non fisik TNI Manunggal Membangun Desa ke 109 yang digelar Kodim 1607/Sumbawa di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa.

Di hadapan Perwakilan Mahasiswa UTS Sumbawa dan pelajar Danki Satgas TMMD 109 Kapten Inf I Wayan Suledra menyampaikan, maju mundurnya masa depan bangsa sangat bergantung pada generasi muda. Oleh karenanya selain harus mumpuni dengan bekal ilmu pengetahuan sesuai keilmuan, generasi muda juga harus berkarakter dengan pondasi mental yang kuat juga memiliki wawasan kebangsaan yang tinggi.

Menurut Danki Satgas, pondasi mental yang berkarakter akan terwujud ketika keselarasan antara kecerdasan religius, kecerdasan intelektual, serta kecerdasan spirual dimiliki setiap generasi muda “Bilamana ketiga kecerdasan itu dikelolah dengan baik dan maksimal, maka akan lahir kesadaran, kedewasaan, serta rasa tanggung jawab yang tercermin dari pola pikir, pola sikap, dan pola tindak tentunya generasi yang diharapakan dengan sendirinya akan siap menghadapi kompleksnya derasnya tantangan arus globalisasi,” jelas Danki Satgas.

IMG-20201009-WA0014

Materi Wawasan Kebangsaan, Patriotisme bertema Nasionalisme Dan Bela Negara yang disampaikan oleh Danki Satgas sebagai salah satu upaya menanamkan, meningkatkan pemahaman yang meliputi Pancasila, bela negara, cinta Tanah Air, serta sekilas tentang konsep pertahanan negara.

Salah satu perwakilan Mahasiswa, Nunung Komalasari (22) merupakan salah satu Mahasiswa UTS Sumbawa yang mengikuti kegiatan Wasbang tersebut sangat mengapresiasi kegiatan penyuluhan yang diselenggarakan oleh Satgas TMMD 109. Menurutnya, materi Wasbang sangat membantu dalam menanamkan moral, etika, mental dan disiplin dikalangan generasi muda, pelajar, mahasiswa, nunung berharap, kegiatan Wasbang ini dapat terus berlanjut ke depannya karena sangat positif, ungkapnya.

Disela-sela kesibukannya, Dandim 1607/Sumbawa Letkol Kav Rudi Kurniawan, S.Sos, M.Tr (Han) selaku Dansatgas TMMD ke 109 mengatakan selain untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, kegiatan ini juga dapat memupuk jiwa patriotisme dan nasionalisme kepada para generasi muda.

“Wawasan kebangsaan harus dipahami setiap warga negara sejak dini, karena tumbuhnya rasa cinta tanah air, nasionalisme, patriotisme ketika kita mengenal lebih banyak tentang bangsa indonesia yang kaya akan sumber daya alam, sumber daya manusia, adat istiadat, budaya, dengan kebhinekaan karena dengan kita mengenal diharapkan akan tumbuh rasa cinta tanah air, bela negara, nasionalisme, patriotisme sebagai implementasi dari pemahaman tentang Wasbang ini sangat penting,” ungkap Dansatgas.

Usai Demo, Danrem 162/WB Berserta Jajaran Bersama Polri dan Mahasiswa Bersihkan Sampah di Depan Kantor DPRD NTB

IMG-20201008-WA0038

Mataram – Sejak pukul 09:30 Wita kantor DPRD NTB di banjiri mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa menolak disahkannya UU Omnibus Law atau UU Cipta Kerja.

Jarum jam menunjukan 15:30 aksi demo yang sempat memanas akhirnya berakhir. Mahasiswa mulai membubarkan diri dengan tertib setelah diterima dan mendengarkan penjelasan Ketua DPRD Prov NTB Baiq Isvie Rupaida yang didampingi Karo Ops Polda NTB Kombes Pol Guntur, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Kapolres Mataram, Dandim 1606/Lombok Barat, Kamis (8/102020).

Namun sebelum meninggalkan lokasi Danrem 162/WB Bersama mahasiswa, Personil TNI dan Polri yang sebelumnya sempat saling dorong di gerbang kantor DPRD NTB kompak bahu membahu melaksanakan pembersihan memunguti sampah sisa demo.

Danrem 162/WB mengapresiasi kebersamaan antara pihak keamanan TNI-Polri dengan masyarakat serta mahasiswa yang setelah Demo tidak langsung bubar, namun peduli dengan kebersihan lokasi tempat digelarnya demo dengan melakukan pembersihan bersama, bahkan mahasiswa telah menyiapkan karung untuk menampung sampah sampah tersebut. “Sejenak terlihat kehangatan antara tiga unsur yang hari ini mewarnai situasi di kantor DPRD NTB, mereka bahkan saling berkelakar tentang aksi tadi dan hal ini menunjukkan implementasi dari praktek demokrasi yang positif,” Tutur Danrem.

Sedangkan salah seorang mahasiswa yang tidak ingin disebut namanya menyebut bahwa menurutnya TNI dan Polri memiliki tenaga ekstra saat aksi dorong mendorong pintu gerbang, demikian juga saat mengambil sampah masih tetap bersemangat. “Bapak ini saya lihat tadi sekuat tenaga menahan gerbang saat teman-teman semangat untuk menjebol, kirain tenaga nya sudah habis, eh masih bantu kita juga angkat sampah,” ujarnya sambil berkelakar.

Senyuman bersahabat juga ditunjukkan seorang Babinsa yang memang sempat menahan pintu gerbang kantor DPRD dari kepungan mahasiswa dan tak lupa memberikan nasehat agar mahasiswa belajar dan kuliah yang rajin, sehingga menjadi orang sukses dan mungkin bisa menjadi anggota dewan.

“Jangan cuma aksi, belajar yang rajin juga biar jadi orang sukses, siapa tau juga bisa menjadi anggota dewan yang duduk di sana nanti,” tutur Babinsa tersebut seraya berpesan sambil menunjuk gedung DPRD NTB.

Selama mengawal aksi unjuk rasa Danrem 162/WB dan jajaran bersama Polri jajaran Polda NTB terus berupaya membujuk masa aksi untuk menjaga keamanan dan keselamatan diri, tetap tertib dan tidak anarkis serta tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah munculnya kluster baru penyebaran covid-19 di NTB.

Danrem 162/WB Beserta Jajaran, Bersama Polri Jajaran Polda NTB Terjun Menyapa, Menghimbau Masa Agar Tidak Anarkhis Dan Melaksanakan Protokol Covid-19

IMG-20201009-WA0005

Mataram – Aksi unjuk rasa menolak pengesahan Undang-undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law yang dilakukan oleh aliansi mahawasiswa dan buruh se-NTB pada Kamis 8 Oktober 2020 di depan Gedung DPRD NTB, Jalan Udayana Kota Mataram berlangsung kondusif.

Selama kegiatan itu berlangsung, terlihat di lokasi Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, beserta jajarannya bersinergi dengan Polri jajaran Polda NTB berupaya mengendalikan masa agar tertib dan tidak menodai aksi penyampaian aspirasi tersebut dengan tindakan-tindakan anarkis, serta tetap berpedoman pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama berorasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 162/WB dalam rilisnya, Jumat (9/10/2020).

IMG-20201009-WA0004

Danrem 162/WB mengatakan, hal itu dilakukan dalam rangka membantu Polri dalam hal ini Polda NTB maupun pemerintah daerah dalam melaksanakan pengamanan untuk menciptakan situasi wilayah yang kondusif termasuk mencegah terjadinya kluster baru penyebaran covid-19 khususnya di NTB.

“Sesuai dengan tema HUT TNI ke-75 Sinergi Untuk Negeri, maka inilah wujud sinergitas TNI-Polri dengan pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama memberikan pengabdian terbaik untuk Negeri ini,” terang Danrem.

Menurutnya, para pendemo khususnya Mahasiswa adalah aset negara paling berharga yang kelak akan melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa memikul tanggung jawab menjalankan roda pemerintahan di Negara Kesatuan Repulik Indonesia yang membutuhkan pengawalan, arahan dan bimbingan dari para seniornya yang saat ini telah duduk di pemerintahan.

IMG-20201009-WA0001

“Mahasiswa yang berorasi ini sedang belajar berdemokrasi, maka harus kita bimbing, kita jaga keamanan dan keselamatannya agar masa depan mereka tidak terciderai akibat tindakan mereka yang anarkis, termasuk mengamankan mereka dari covid-19,” paparnya.

Selain itu, Brigjen TNI Rizal Ramdhani juga mengapresiasi aksi demontrasi yang berlangsung damai dan kondusif tersebut, kendatipun terjadi sedikit ketegangan antara aparat dengan masa yang berunjukrasa namun hal itu tidak berlangsung lama setelah dijelaskan dan menerima surat Ketua DPRD Provinsi NTB bahwa permintaan pendemo telah dikirim ke Presiden Republik Indonesia.

“Massa pendemo membubarkan diri dengan tertib, selanjutnya bersama-sama dengan TNI-Polri membersihkan sampah-sampah yang berserakan di-sekitar Jalan Udayana,” ungkap alumni Akmil 1993 itu menyatakan rasa bangganya.