Daily Archives: March 4, 2021

Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Serpas Menuju Sektor Timur Perbatasan RI-RDTL

IMG-20210304-WA0040

Kupang – Usai upacara penerimaan Satgas baru Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY, Yonarmed 6/3/Kostrad, Satgas Intel dan Satgas Bantuan oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak di lapangan Mako Utama TNI AL VII Kupang, masing-masing Satgas Pamtas langsung serpas (Pergeseran Pasukan) menuju lokasi sesuai pembagian baik sektor timur maupun sektor barat.

Komandan Yonif 742/SWY Mayor Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Dansatgas Pamtas RI-RDTL mengatakan seperti yang disampaikan Pangdam IX/Udayana dalam amanatnya bahwa Satgas Pamtas RI-RDTL merupakan garda terdepan TNI dalam menjaga perbatasan demi mewujudkan dan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara, menjaga keutuhan wilayah NKRI dan melindungi segenap tumpah dan darah Indonesia.

Untuk itu, sambungnya, setiap prajurit Satya Wira Yudha harus mampu menjadi suri tauladan bagi masyarakat sekitar perbatasan dan menggugah kesadaran mereka untuk ikut serta menjaga tapal batas Indonesia.

“Dalam Satgas Pamtas ini, Yonif 742/SWY mendapat tugas di wilayah perbatasan sektor timur yang bersentuhan langsung dengan Kabupaten Belu NTT menggantikan Yonif 744 Raider Khusus 744/SYB,” terang Bayu Sigit.

Sesuai jumlah pos, Satgas Pamtas Yonif 742/SWY akan dibagi menjadi 20 pos dan satu Mako Satgas yang tersebar di sepanjang wilayah perbatasan RI-RDTL.

Selain tugas menjaga wilayah perbatasan, kata pria kelahiran Bandung itu, tugas lain yang akan dilakukan yakni pembinaan teritorial kepada masyarakat disekitar pos dengan harapan terjalinnya komunikasi sosial, kedekatan dan kebersamaan yang baik antara TNI dengan rakyat sehingga dengan sendirinya akan terciptanya kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Selain itu, Dansatgas Pamtas Yonif 742/SWY juga meminta kepada prajuritnya untuk segera melaksanakan orientasi wilayah dan pelajari karakteristik medan, kenali dan junjung tinggi adat istiadat, budaya, situasi dan kondisi daerah setempat serta segera kenali tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bisa segera mengambil langkah-langkah positif sebagai solusinya.

“Ingat jangan melakukan pelanggaran sekecil apapun ataupun tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, masyarakat dan satuan, lakukan hal-hal positif dan jangan lupa tetap berdoa,” pungkasnya.

Danrem 162/WB Nara Sumber Rakornas BNPB Tahun 2021

IMG-20210304-WA0029

JAKARTA, – Danrem 162/Wira Bakti (WB) Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menjadi salah satu Nara Sumber pada hari kedua Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Rakornas (PB) yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Rakornas BNPB 2021 hari kedua digelar secara tatap muka bagi para narasumber dan melalui media daring bagi para peserta dari Kementerian/Lembaga, Kepala Daerah seluruh Indonesia, BPBD seluruh Indonesia, Akademisi, Komunitas, Dunia Usaha dan Relawan se-Tanah Air.

Presiden RI Ir. Joko Widodo, pada hari Rabu (3/3/2021), secara langsung membuka Rakornas BP ini di Komplek Istana Kepresidanan yang diikuti secara virtual oleh seluruh Kepala Daerah, Pangdam dan Danrem serta pimpinan Lembaga negara terkait. Pada Rakornas PB 2021 hari kedua tersebut mengangkat tema Knowledge Sharing “Bencana Geologi, Gempa Bumi, Tsunami, Erupsi Gunungapi”.

IMG-20210304-WA0028

Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dalam penyampaiannya mengatakan, pengalaman penanganan bencana gempa di Lombok dapat dijadikan barometer keberhasilan Pemeritah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI-Polri dan seluruh instansi pemerintah, LSM dan relawan serta komunitas organisasi masyarakat dalam mengatasi dan memulihkan kondisi pasca bencana.

“Pemulihan kondisi pasca bencana tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh satu atau dua Instansi saja, tetapi seluruh stake holder dari pemerintah yang dibantu oleh LSM dan relawan harus bersinergi bukan saja rekontruksi dan rehabilitasi tetapi juga membantu masyarakat yang terdampak bencana melalui trauma healing,“ jelasnya.

Pada sesi tersebut, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB Zainal Abidin dengan moderator Kabid Humas BNPB Udrech.

Diungkapkan lebih lanjut oleh Danrem, penanggulangan pasca bencana di NTB, TNI membentuk satuan tugas dengan melibatkan satuan Zeni TNI bagi evakuasi maupun rekonstruksi dalam tiga gelombang Satgas.

“TNI dalam penanganan Bencana Alam di NTB selain menyelamatkan korban gempa, juga telah membangun sebanyak 226.303 unit Rumah Tahan Gempa diperuntukan bagi tempat tinggal masyarakat yang terdampak gempa dan membantu pemulihan perekonomian masyarakat, “ ungkapnya.

Hadir secara langsung memberi arahan dan paparan masing-masing Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, Kepala Badan Geologi ESDM, Eko Budi Lelono, Kepala BPPT Hammam Riza, perwakilan Kementerian PUPR serta Lembaga terkait.