Daily Archives: March 30, 2021

Sambungan Listrik di Rumah Warga Putus, Personel Tonkom Satgas Yonif 742/SWY Turun Membantu

IMG-20210330-WA0024

Belu NTT – Danton Komunikasi Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Letnan Dua Chb Edy Susanto bersama anggota mengecek kondisi alat komunikasi di Pos Dafala Kipur III yang terletak di Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur yang mengalami trouble beberapa hari terakhir.

Setelah menyelesaikan tugas perbaikan alat komunikasi, Danton Komunikasi bersama anggota yang akan menginap di Pos Dafala mendapat informasi dari Dankipur III Kapten Inf Lutfi Sulthoni bahwa ada warga atas nama Bona yang tinggal di sekitar pos mengalami masalah listrik tidak menyala.

Mendengar informasi tersebut, Dantonkom bersama beberapa anggota langsung bergegas menuju rumah Bona yang terletak tidak jauh dari pos untuk memperbaiki listrik.

Menurut Dankipur III, setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan, meteran listrik dalam kondisi baik dan setelah dilihat instansi listrik juga baik.

“Begitu dicek dibagian atap, ternyata kabel utama dari PLN menuju tiang penyangga yang ada diatas atap putus sehingga aliran listrik tidak bisa masuk,” ujar Lutfi.

“Setelah disambung, Alhamdulillah sekarang sudah bisa menyala,” imbuhnya.

Mendapat laporan tersebut, Komandan Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Mayor Inf Bayu Sigit Dwi Untoro mengapresiasi langkah cepat anggotanya dalam membantu kebutuhan masyarakat.

“Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga keberadaan pos-pos Satgas Yonif 742/SWY dapat dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Bayu Sigit juga mengingatkan untuk mengedepankan keamanan dan keselamatan dalam membantu masyarakat khususnya terkait listrik yang rentan dengan tersengat setrum.

Selaku Ketua Pengprov Pertina NTB, Danrem 162/WB Bangga Atas Perolehan Juara Umum Petinju NTB

IMG-20210328-WA0084

Mataram – Dalam ajang bergengsi Seleknas (seleksi nasional) tinju Sea Games Hanoi tahun 2021 yang digelar PP (Pengurus Pusat) Pertina di Markas Besar TNI AU Cilangkap selama 4 hari mulai tanggal 25-28 Maret, para petinju asal Provinsi NTB keluar sebagai juara umum dengan perolehan tiga emas dari empat atlet yang dikirim.

Demikian diungkapkan Komandan Korem 162/WB Brigadir Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., selaku ketua Pengurus Provinsi Pertina NTB di Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Senin (29/3/2021).

Tiga petinju peraih medali emas yang dimaksud Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, yaitu Endang yang bermain di kelas 51 Kg, Huswatun Hasanah kelas 60 Kg dan Putra Samada pada kelas 69 Kg.

Endang dalam hal ini bermain sebanyak 3 kali pertandingan dan pada pertandingan final melawan Betrik Sugoro dari Kalimantan Selatan, Huswatun Hasanah bermain 2 kali dan pada final melawan petinju dari Papua Adelia Estifena, sedangkan Putra Samanda bermain 2 kali dan pada pertandingan final melawan Saroha dari Sumatera Utara. Sementara Jubaitul bermain pada kelas 57 kg dan petinju asal NTB ini mengalami kekalahan dari petinju asal DKI Jakarta.

“Ini sangat membanggakan dan patut diapresiasi, mereka mampu membawa nama NTB dalam ajang Nasional dan bahkan Internasional kedepannya di Hanoi,” ujar Rizal Ramdhani.

Jenderal Bintang Satu itu juga berharap agar para pelatih dan pendukungnya segera mempersiapkan ketiga petinju tersebut untuk terus diberikan pembinaan dan Latihan ekstra sehingga berangkat mewakili Indonesia dalam ajang Sea Game di Hanoi membuahkan hasil yang dapat dibanggakan oleh Indonesia khususnya masyarakat NTB.

“Siapkan fisik dan mental dengan terus berlatih dan berlatih untuk menghadapi Sea Game di Hanoi tahun ini,” pesan Danrem kepada tiga peraih emas tersebut.

Alumnus Akmil 1993 itu juga berharap agar petinju Jubaitul untuk tidak berkecil hati, masih banyak waktu dan kesempatan untuk meraih kesuksesan. Untuk itu, harus mempersiapkan diri lebih baik dan lebih matang sehingga bisa mengharumkan nama keluarga dan daerah.

Sementara itu, Kapten Inf Jamuhur selaku Manager Tim tinju Pengprov NTB menyampaikan, raihan tiga medali emas tersebut membawa Putra Samada, Endang dan Huswatun Hasanah lolos mengikuti Pelatnas persiapan mewakili Indonesia di Sea Games 2021. Sementara Jubaitul tetap melaksanakan latihan di Sasana Notorius Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam rangka persiapan mengikuti PON di Papua.

“Seleknas ini juga merupakan ajang untuk melihat kekuatan tinju nasional tanah air yang nantinya akan berlaga di PON XX Papua,” pungkasnya.

Sebelumnya, Huswatun Hasanah pernah menyumbangkan medali perungggu di kelas 60 kilogram pada Asian Games 2018 dan Sea Games pada 2019 lalu di Manila. (Penrem)

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Terima Kunjungan BNNK Belu

IMG-20210330-WA0010

Belu NTT – Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY Mayor Inf Bayu Sigit Dwi Untoro didampingi Wadan Satgas Mayor Inf Aditya Nugraha dan staf menyambut hangat kunjungan kerja Kepala BNNK Belu bersama rombongan di ruang tamu Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, Selasa (30/3/2021).

Dalam kunjungan, Kepala BNNK Belu Muhammad Rizal didampingi Kasi Pencegahan Gregorius Kali Bau dan Icha dalam rangka menjalin kerjasama dan sinergitas dengan Satgas Pamtas untuk Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) khususnya di wilayah perbatasan.

Pada kesempatan yang baik tersebut, Kepala BNN Muhamad Rizal menjelaskan maksud kedatangannya di Mako Satgas dalam rangka menjalin sinergitas dan kerjasama seluruh personel Satgas Pamtas Sektor Timur dalam penanganan Narkoba khususnya di pintu-pintu masuk perbatasan dan Kabupaten pada umumnya.

Penanganan yang dimaksud Muhammad Rizal, melakukan deteksi dan pencegahan di pintu masuk wilayah perbatasan yang tersebar di Kabupaten Belu baik terhadap barang yang akan masuk dari wilayah Timor Leste ke Indonesia maupun sebaliknya.

Pria kelahiran Makassar itu juga meminta kepada Dansatgas agar BNNK diberikan waktu mensosialisasikan dan berbagi informasi tentang berbagai jenis Narkoba dan bahayanya dengan harapan para personel yang bertugas di pos-pos perbatasan jajaran Satgas Sektor Timur mengetahui dan mengerti jenis-jenis narkoba yang biasa di konsumsi oleh masyarakat secara ilegal.

Sedangkan Kasi Pencegahan BNNK Belu Gregorius Kali Bau mengatakan pihaknya sangat membutuhkan sinergitas dan kerjasama dari Satgas untuk membantu pencegahan narkoba karena Kabupaten Belu sangat rawan dari peredaran narkoba.

Untuk diketahui, lanjutnya, negara tetangga (RDTL) sangat rawan dengan peredaran narkoba khususnya yang datang dari Cina, Pilipina dan negara lainnya dengan memberdayakan tanaga kerja dari masing-masing negara.

“Dengan keterbatasan personel dan sarana prasarana milik BNN Belu, maka kami membutuhkan kerjasama dan sinergitas dari Satgas Yonif 742/SWY yang saat ini sedang melaksanakan tugas menjaga perbatasan,” harapnya.

“Hal itu harus dilakukan mengingat jarak perbatasan sangat jauh dihadapkan akses pintu keluar masuk yang cukup banyak,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Dansatgas Pamtas Sektor Timur mengucapkan terimakasih atas kepercayaan BNNK Belu yang telah datang dan mengajak pihaknya untuk bersinergi dalam P4GN.

“Ini luar biasa dan kami siap mendukung langkah BNN dalam menzerokan Kabupaten Belu dari Narkoba,” tegasnya.

Sebagai informasi, lanjut Bayu Sigit, selama satu bulan kami di wilayah Kabupaten Belu, belum ada laporan terkait dengan penyeludupan narkoba melalui pintu masuk pos-pos.

Pria kelahiran Bandung itu juga menceritakan bahwa ia pernah melaksanakan Satgas di wilayah perbatasan Kalimantan Utara selama 6 bulan dan banyak menangkap Narkoba yang masuk ke Indonesia.

“Namun setelah kami pelajari ternyata ada oknum aparat yang terlibat di dalamnya,” kenangnya.

“Sehingga ini mengalami sedikit kesulitan dalam penanganannya, mungkin dengan tertangkapnya satu orang pelaku akan terbongkar semua,” kata Dansatgas.

Terkait dengan pembongkaran barang, lanjut Bayu Sigit, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pembongkaran barang dan ini membutuhkan kerjasama semua pihak yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya sehingga hasilnya lebih maksimal.

“Untuk sementara kami hanya memeriksa surat-surat dan pemeriksaan secara terbatas karena membutuhkan waktu dan biaya,” terangnya.

Namun ia sudah memberikan penekanan kepada seluruh pos-pos apabila ada pelintas batas agar memeriksa surat-surat dan jika itu ada maka bisa dipersilahkan untuk lewat.