Daily Archives: January 17, 2022

Wawancara Eksklusif “Jenderal Pulang Kampung Untuk Pengamanan MotoGP”, Ini Kata Danrem 162/WB

IMG-20220117-WA0203

Mataram – Danrem 162/WB Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, ST. M.Si., ikuti wawancara eksklusif live streaming oleh Pimpinan Redaksi Radar Mandalika Diki Wahyudi di ruang rapat Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Senin (17/1/2022).

Wawancara bertema “Jenderal Pulang Kampung Untuk Pengamanan MotoGP” berkaitan dengan menjabatnya kembali Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, ST. M.Si., sebagai Danrem 162/WB dan keterlibatan TNI dalam pengamanan MotoGP 2022 di Pertamina Internasional Street Circuit Mandalika yang akan digelar bulan Maret mendatang.

Terkait hal itu, Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede menerangkan bahwa dirinya saat ini kembali menjabat sebagai Danrem 162/ WB untuk yang kedua kalinya, dimana sebelumnya pada tahun 2015 – 2016 sudah pernah memikul jabatan yang sama. Hal itu, menurutnya bukan secara khusus atau sengaja semata-mata untuk pengamanan MotoGP.

“Saya sebagai prajurit TNI selalu siap ditempatkan di mana saja. Jadi, saat itu KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) masih dijabat oleh Pak Andika (Saat ini Panglima TNI) dengan konsep mengembalikan putra daerah untuk melaksanakan tugas di daerah mungkin itu, tapi bukan semata-mata untuk mengamankan MotoGP,” tukasnya.

Namun menghadapi event besar itu, lanjut alumni Akmil 1988 itu, TNI juga harus mengambil andil dalam pengamanan, karena ini merupakan agenda besar dari pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan ekonomi terutama di bidang pariwisata. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB khususnya Lombok Tengah.

Danrem 162/WB menjelaskan, keterlibatan TNI dalam pengamanan MotoGP nanti merupakan perbantuan pengamanan, yaitu untuk membackup Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) selaku institusi yang memiliki leading sektor dalam hal tersebut. Dengan pengalaman event World Superbike (WSBK) dikatakan, pihaknya dengan Polda NTB sudah siap dan akan selalu berkoordinasi untuk memberikan pengamanan terbaik demi suksesnya MotoGP 2022.

Adapun rencana pengamanan yang saat ini sudah disiapkan, ungkap Mantan Irdam IX/Udayana itu terdiri dari tiga item, yaitu perbantuan pengamanan itu sendiri, rencana menghadapi kontinjensi baik bencana maupun non bencana, serta pengamanan VVIP apabila Presiden dan Wakil Presiden RI datang menyaksikan perhelatan kelas dunia tersebut. Dan hal ini juga nanti akan disimulasikan kembali sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan MotoGP.

“Saya siapkan 1.200 personel yang akan melaksanakan pengamanan secara tersebar karena di MotoGP ini tidak hanya di Mandalika saja, kita juga mengamankan pintu pintu masuk seperti pelabuhan Bangsal, Kahyangan, Lembar, Gilimas dan BIZAM sendiri,” ungkap Lalu Rudy Irham Srigede.

“Jadi, TNI juga memiliki tugas pokok pengamanan VVIP terhadap Presiden dan Wakil Presiden serta keluarganya, maupun Pejabat Negara setingkat Kepala Negara. Dalam pelaksanaan tugas ini kami juga membutuhkan perbantuan dari Kepolisian, demikian juga sebaliknya dalam pengamanan yang merupakan tanggungjawab Polri, kita juga ikut membantu,” paparnya.

Danrem 162/WB menambahkan, mantan Panglima TNI Marsekal TNI Purn Hadi Tjahjanto ditunjuk sebagai koordinator Kesiapan MotoGP oleh Presiden Joko Widodo merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk menyukseskan MotoGP.

Hadirnya Marsekal TNI Purn Hadi Tjahjanto adalah untuk mengkoordinir semua kekurangan yang ada saat event WSBK pada Nopember 2021 lalu mulai kesiapan BIZAM, lalu lintas jalan raya Bypass BIZAM – Mandalika, Sirkuit, penambahan fasilitas Hotel ataupun penginapan untuk para tamu dan penonton maupun sarana prasarana lain yang perlu disiapkan oleh pemerintah daerah sendiri.

“Sekarang semuanya dikoordinir, artinya bahwa ini adalah momen internasional yang memang kita harus betul-betul memberikan kesuksesan karena mata dunia yang melihat. Makanya kita semua stakeholder harus betul-betul all out untuk menyukseskan event MotoGP,” pungkas Mantan Asrendam XVI/Patimura itu. (Penrem162).

Kodim Loteng Bersama KLHK Dan ITDC Tanam 15 Ribu Pohon Mangrove Dikawasan Kuta Mandalika

IMG-20220117-WA0409

Lombok Tengah – Prajurit TNI Kodim 1620/Lombok Tengah bersama dengan unit pelaksana teknik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menanam sebanyak 15 Ribu tumbuhan Mangrove di Desa Mertak Kecamatan Pujut, Senin 17 Januari 2022.

Kegiatan penanaman dihadiri oleh Dandim 1620/Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S. IP., Asisten Vice Prsident Site Oprational ITDC, I Made Pariwijaya, Pasiter Dim 1620/Loteng, Kapten Inf. A.A Gede Ray Budiana, Kasi Evaluasi Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dan Hutan Lindung (BPDAS HL) NTB, Rudiantha S. hud., Manager Persemaian BPDAS Danudaya Kobandrang, SP., dan masyarakat sekitar pantai.

Dipimpin langsung oleh Dandim, Letkol I Putu Tangkas, pelaksanaan kegiatan penanaman dilakukan dengan teknik pembibitan yang menggunakan metode pengayaan. Adapun kegiatan penanaman dijelaskan Dandim dilakukan dengan tujuan pemulihan ekosistem mangrove di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuta Mandalika.

Pembibitan dilakukan dengan menanam seedling dalam polibag yang sudah diisi tanah. Jenis bibit yang ditanam adalah Rizhopora Mucronata dan Rizhopora Stylosa. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam bibit mangrove bervariasi mulai dari 1mx1m, 2mx2m, hingga 2mx5m.

Komandan Kodim dalam arahannya mengungkapkan kegiatan penanaman mangrove diharapkan dapat memulihkan atau memperbaiki kualitas serta melestarikan hutan mangrove. Selain itu, Dandim juga berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait kelestarian hutan dan lingkungannya.

“Kegiatan ini juga diharapkan dapat mengembalikan fungsi dan manfaat hutan mangrove baik secara fisik, ekologis dan ekonomis. Dengan adanya kegiatan penanaman ini masyarakat diharapkan untuk ikut serta dalam menjaga ekosistem mangrove di kawasan Kuta Mandalika,” kata Dandim.

Dandim menjelaskan tumbuhan mangrove adalah tumbuhan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, atau muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap salinitas.

Ia mengatakan hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat secara fisik, ekologis dan ekonomis. Menurutnya, Secara fisik manfaat mangrove antara lain, sebagai perlindungan terhadap sedimentasi, abrasi dan instrunsi air laut, penahan badai dan angin yang bermuatan garam, serta untuk menurunkan emisi karbon.

“Secara ekologis hutan mangrove berfungsi sebagai tempat hidup, perlindungan dan sumber pakan bagi biota laut dan spesies yang ada di sekitarnya. Sedangkan secara ekonomis hutan mangrove berfungsi sebagai tempat rekreasi wisata, sumber bahan baku untuk bangunan dan kayu bakar serta sebagai sumber mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan penangkap ikan, udang, kepiting dan lainnya,” ujarnya.

Atas terlaksananya kegiatan penanaman, Komandan Kodim menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dan ikut serta menyukseskan kegatan. “Saya ucapkan terima kasih kepada UPT KLHK Provinsi NTB, ITDC serta warga masyarakat yang telah bersinergi dalam menjalankaan tugas,” pungkasnya.

Dukung Swasembada Pangan, Babinsa Turun Sawah Bantu Petani

IMG-20220117-WA0201

Lombok Timur – Selain melaksanakan sosialisasi dan pencegahan penyebaran Covid-19 di desa binaannya, Bintara Pembina Desa (Babinsa) juga melakukan berbagai upaya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat salah satunya melalui pendampingan terhadap petani.

Demikian dikatakan Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Amin Muhammad Said, SH., seusai memimpin upacara bendera di Makodim 1615/Lotim jalan Prof. M. Yamin Selong Kabupateb Lombok Timur, Senin (17/1/2022).

Pendampingan pertanian yang dimaksud Dandim 1615/Lotim yaitu seperti yang dilakukan Babinsa Tetebatu Koramil 1615-09/Sikur Sertu Made Suandana membantu menanam padi diatas lahan seluas 70 are milik warga binaanya di desa setempat.

Menurut Dandim, selain memberikan motivasi kepada para petani untuk lebih giat lagi dalam mengolah lahannya, pendampingan di sektor pertanian ini juga dilakukan agar para petani dapat menjaga dan meningkatkan hasil pertaniannya.

“Ini tentunya juga melibatkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang bertugas memberikan penyuluhan tentang pertanian itu sendiri mulai dari penyemaian bibit, penanaman, perawatan hingga cara mengatasi penyakit atau hama tanaman,” terang Amin.

Selain itu, lanjut alumnus Akmil 2002 itu, dengan aktif berada di tengah-tengah masyarakat, para Babinsa juga akan semakin dekat dengan warga binaannya. Dengan demikian komunikasi dan jalinan silaturrahmi akan terjaga dengan baik.

“Ini yang kita harapkan,” pungkasnya sambil tersenyum.