Pelihara Ketahananan Fisik, Prajurit Dan PNS Jajaran Korem 162/WB Ikuti Tes Kesamaptaan Periodik

Picture2

Mataram – Dalam upaya menjaga dan memelihara kesiapan Prajurit dan PNS, Korem 162/WB menggelar pembinaan kesamaptaan periodik di lapangan Tri Sula Yonif 742/SWY Gebang Mataram.

Kegiatan yang diikuti Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Korem 162/WB tersebut dalam pelaksanaannya dikoordinir oleh Jasrem 162/WB, Tes Samapta yang merupakan bagian dari program kerja Kodam IX/Udayana, untuk mengukur hasil pembinaan fisik yang telah dilaksanakan dan tingkat kesegaran jasmani Prajurit dan PNS jajaran Korem 162/WB.

Hal tersebut disampaikan Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., disela-sela kegiatannya, Senin (19/10/2020).

Kapenrem menyampaikan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara terjadwal mulai tanggal 12 Oktober sampai dengan 23 Oktober 2020 mulai dari Kodim jajaran Korem 162/WB, Yonif 742/SWY, satuan dinas jawatan dan hari ini dilaksanakan bagi Prajurit dan PNS Makorem 162/WB sampai dengan hari Rabu 21 Oktober 2020.

“Metode penilaian tes kesemaptaan untuk semua prajurit dan PNS disesuaikan dengan kelompok umur yang terdiri dari tes kesegaran jasmani A yaitu lari sejauh 3.200 meter dilanjutkan dengan tes kesegaran jamani B meliputi Pull up, Sit up, Push up dan Shutle Run,” terang Dahlan.

Sebelumnya, lanjut Dahlan, seluruh peserta wajib melaksanakan pemeriksaan kesehatan mulai dari pemeriksaan tensi oleh tim kesehatan dari Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) 09.04.02 Mataram. Untuk personil yang tensinya terlalu tinggi atau terlalu rendah (tidak normal) tidak diijinkan untuk mengikuti tes, selanjutnya dilakukan cek denyut nadi dan senam pemanasan oleh tim Jasmani Militer.

“Selain tes kesegaran jasmani A dan B, juga akan dilaksanakan tes ketangkasan berupa renang dasar militer bertempat di Kolam Renang Wira Bhakti Gebang Mataram dan pengecekan postur,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapenrem mengungkapkan, bahwa tes samapta periodik ini wajib bagi seluruh prajurit maupun PNS Korem 162/WB untuk mengikutinya, mengingat sebagai alat pertahanan negara sebagai bentuk tanggungjawab dalam memelihara ketahanan fisik guna kesiapan dalam menghadapi setiap tugas sebagai bhayangkari negara dalam menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI, maka prajurit dituntut memiliki fisik yang prima dan tubuh yang kuat.

“Prajurit harus selalu dalam kondisi bugar, fit, sehat dan kuat, setiap saat harus selalu siap, untuk itu prajurit senantiasa harus dengan penuh kesadaran membina jasmani dan menjaga kebugaran fisiknya,” tandas Dahlan.