Category Archives: Slide

Patok Perbatasan Hilang Pasca Banjir, Patop Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Lakukan Pengecekan

IMG-20210412-WA0054

Belu NTT – Pasca hujan lebat akibat badai siklon tropis seroja beberapa hari lalu, Perwira Topografi (Patop) Satgas Pamtas RI-RDTL. Yonif 742/SWY Letda Ctp Torang Panjaitan bersama lima orang personel Pos Nananoe melaksanakan pengecekan patok perbatasan kedua negara yang diduga terbawa arus sungai.

Demikian dikatakan Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro di Mako Satgas Pamtas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat Kabupaten Belu, Minggu (11/4/2021).

Menurutnya, berdasarkan laporan setelah dilakukan pengecekan di lokasi oleh Patop bersama anggota, ada satu patok perbatasan dengan nomor patok PBN D010021-Ri yang hilang diduga terbawa arus sungai akibat hujan deras pekan lalu. Sedangkan patok BSP 022 dikhawatirkan akan terbawa arus sungai apabila terjadi hujan deras terus menerus karena sampai saat ini sungai bertambah lebar dan mengarah pada patok BSP 022.

“Akibat hujan deras, sungai ini tambah melebar hingga 15 meter dari aslinya yang mendekati patok BSP 022, ini yang menjadi kekhawatiran kami selaku Satgas Pamtas,” jelas Bayu Sigit.

Adapun langkah yang diambil, lanjutnya, melaporkan kondisi tersebut pada kesempatan pertama kepada Komandan Kolakops Korem 161/WS untuk dilanjutkan ketingkat pusat dengan harapan bisa dilakukan langkah konkret untuk memperbaiki atau mengganti patok yang dinyatakan hilang.

Diakuinya, bahwa kondisi patok yang hilang (patok PBN D010021-RI) setelah dilakukan pengecekan dan pencarian, patok tersebut ditemukan sekitar 75 meter dari koordinat aslinya yakni 720742 E 8971476 S.

“Ini tidak boleh kita pindahkan atau kembalikan ke koordinat semula karena memang demikian ketentuannya, jadi harus dilakukan pergantian dengan tetap berkoordinasi antar kedua negara,” terangnya.

Alumnus Akmil 2003 itu juga berharap tidak ada lagi patok-patok perbatasan yang hilang atau pindah dari posisi koordinat aslinya baik karena alam atau ulah manusia sehingga perbatasan kedua negara real di lapangan dan menjadi permasalahan kedua negara.

Sampai saat ini, Patop Satgas bersama anggota masih melakukan penelusuan terhadap beberapa patok yang juga diduga hilang akibat hujan deras di pos-pos jajaran seperti di Pos Asumanu, Pos Maubusa, Pos Nunura dan Pos Nananoe.

Dansatgas Yonif 742/SWY Ajak Masyarakat Perbatasan Jaga Keutuhan dan Kedaulatan NKRI

IMG-20210410-WA0046

Belu NTT – Tim kesehatan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY dibawah pimpinan Letda Ckm Dokter Feri Kurnia kembali menggelar sunatan massal di Pos Mahen Dusun Fatubesi Desa Baudaok Kecamatan Tasiolat Kabupaten Belu, Sabtu (10/4/2021).

Moment sunatan massal yang diikuti 20 orang anak-anak dan remaja dari warga desa setempat dimanfaatkan Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro untuk bertatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan para pemuda Desa Mahen.

Pada kesempatan tersebut, Dansatgas Pamtas mengucapkan rasa syukur dan terimakasih atas keterbukaan masyarakat yang telah menerima keberadaan Satgas Pengamanan Perbatasan khususnya personel Pos Mahen.

Menurutnya, keberadaan pos jajarannya selain dalam rangka menjaga wilayah perbatasan dari segala bentuk tindakan ilegal baik yang dilakukan oleh masyarakat sendiri maupun yang dilakukan oleh negara tetangga, juga untuk menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan masyarakat perbatasan dengan harapan adanya keselarasan dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

“Ini yang kita harapkan, jiwa nasionalisme dan patriotisme anak bangsa di wilayah perbatasan akan memberikan dampak positif bagi keutuhan dan kedaulatan NKRI khususnya di wilayah perbatasan,” ujarnya.

“Mari kita bangun kebersamaan, kekompakan dan sinergitas di wilayah perbatasan demi NKRI yang kita cintai,” tambahnya.

Lebih lanjut Bayu Sigit juga meminta kepada personel pos untuk memberikan yang terbaik, tulus dan ikhlas kepada warga sekitar terutama membantu kebutuhan warga ditengah keterbatasan yang dimiliki.

Sedangkan Sekretaris Desa Baudaok Mama Lena mewakili Kades Baodaok mengatakan kerjasama Pos Mahen bersama masyarakat dan Pemerintah Desa sangat bagus walaupun baru satu bulan berada di Desa Baodaok.

Hal itu dibuktikan dalam dunia pendidikan dengan memberikan pelajaran kepada anak-anak sekitar pos setiap hari dan dibidang kesehatan, Pos Mahen senantiasa memberikan pelayanan kesehatan termasuk hari ini sunatan massal.

Mama Lena juga menyampaikan kendala yang dihadapi masyarakat Baudaok yaitu kekurangan air bersih dan kedepan agar Satgas bisa memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Baodaok.

Sementara Pater (Pembantu Pastur Paroki) Riyandejan sebelum memimpin doa mengucapkan terimakasih atas kegiatan yang dilakukan Pos Mahen.

Dijelaskannya, sunatan bukan budaya masyarakat kita, namun karena dilihat dari aspek medis sangat bagus sehingga ia mendukung kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

“Semoga ikatan yang sudah terjalin baik ini bisa ditingkatkan dimasa yang akan datang,” tutupnya.

Usai memberikan sambutan, Dansatgas yang didampingi Pasiter Kapten Inf Ali Murtono dan Dankipur II Kapten Inf Mahfud bersama Kades Baodaok menyerahkan bantuan baju merah putih, tas ransel dan sembako kepada anak-anak dan remaja yang ikut sunatan massal.

Dansatgas Pamtas Yonif 742/SWY Gelar Komsos dan Serahkan Bansos

IMG-20210409-WA0009

Belu NTT – Komandan Batalyon Infanteri 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur menggelar komunikasi sosial dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, Jumat (9/4/2021).

Kunjungan Dansatgas Pamtas bersama rombongan di Kantor Desa Dafala disambut Dankipur III Kapten Inf Lutfi Sulthoni dan Muspides Dafala dengan pengalungan kain tais khas NTT kepada Dansatgas dan Pasiter Satgas Kapten Inf Ali Murtono.

Acara komunikasi sosial yang berlangsung sederhana dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 tersebut diisi dengan dialog ringan antara Dansatgas dengan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Dansatgas Pamtas dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas sambutan yang luar biasa, mudah-mudahan dengan perkenalan ini diberikan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Kehadiran di Desa Dafala, lanjutnya, dapat menambah hubungan silaturahmi dan kekeluargaan karena tidak menutup kemungkinan keluarga di Dafala berkunjung ke NTB bisa mampir di Gebang Mataram tempat satuan Yonif 742/SWY.

Bayu Sigit juga menyampaikan permohonan maaf karena baru sempat bisa bertatap muka dengan masyarakat Dafala karena ada beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan dan tidak bisa ditinggalkan.

Dijelaskannya, satuan kami terakhir melaksanakan tugas Pamtas Sektor Timur pada tahun 2014 dan sekarang kami kembali diberikan kesempatan untuk melaksanakan tugas.

Untuk itu, pihaknya membutuhkan bantuan, kerjasama, kolaborasi dan bersinergi dengan masyarakat perbatasan tidak terkecuali masyarakat Dafala.

“Selain itu menjaga wilayah perbatasan, kami datang dengan tulus untuk melaksanakan tugas membantu masyarakat terutama dibidang pertanian dan peternakan sebagai mata pencaharian utama masyarakat Dafala,” terangnya.

Selain itu, Dansatgas juga menitipkan para personel kepada masyarakat, apabila dalam bergaul ada kekurangan atau kesalahan agar langsung disampaikan ke Danki atau langsung kepada Dansatgas bisa via telepon atau mampir ke Mako Satgas di Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat.

Pria kelahiran Bandung itu juga akan membantu kebutuhan masyarakat terutama mesin air untuk memenuhi kebutuhan air bersih sebanyak empat buah yang akan diserahkan secara bertahap mulai bulan ini hingga Mei mendatang.

Sebelumnya, Kepala Desa Dafala Leonardus Kehi mengucapkan selamat datang kepada Dansatgas dan rombongan di Desa Dafala sebagai desa perbatasan RI-RDTL.

Disampaikannya, sekitar 90 persen masyarakat Dafala bekerja sebagai petani dan Desa Dafala masih aman dari bencana siklon tropis seroja beberapa hari lalu.

Selama ini, kata Leonardus Kehi, kerjasama dengan Pos Fatubesi, Fohululik dan Pos Dafala sudah berjalan sangat baik sehingga keamanan Desa Dafala terjaga dengan baik.

“Komunikasi dan Kebersamaan yang sudah terjalin dengan baik agar kita pertahankan dan tingkatkan kedepan,” tutup Kades Dafala.

Usai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan tali asih berupa pakaian layak pakai, sarana olahraga dan Alkitab yang diserahkan Dansatgas kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda Desa Dafala.

Dansatgas Pamtas Yonif 742/SWY Peduli Korban Banjir Bagikan Pakaian

IMG-20210408-WA0004

Belu NTT – Komandan Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro menyerahkan bantuan ratusan potong baju kepada warga terdampak banjir yang berada di pengungsian di Desa Tasain Kecamatan Raimanuk, Rabu (7/4/2021).

Bantuan tersebut diserahkan kepada Pendeta pendeta Jayanti A. Seran-Ulli, Sth bersamaan dengan kunjungan kerja Gubernur NTT di lokasi penampungan korban banjir di Gereja Masehi Injil Di Timor Klasis Belu dan Gereja Bethel Indonesia Motamaro Desa Tasain.

Usai menyerahkan bantuan, Bayu Sigit menyampaikan rasa prihatin terhadap kondisi para pengungsi walaupun bantuan sudah berdatangan dari berbagai pihak sejak kemarin.

Menurutnya, saat inilah waktu yang tepat untuk saling peduli, untuk saling membantu satu dengan lainnya khususnya kepada saudara-saudara kita terdampak banjir.

Selain itu, Dansektor Timur itu berharap selain dukungan moril dan logistik, juga memperhatikan kesehatan para korban yang rentan terhadap penyakit.

Namun ia tetap berharap semoga korban dalam keadaan sehat wal’afiat sehingga tidak menambah beban hidupnya selama berada di pengungsian.

Sedangkan Pendeta Jayanti A. Seran-Ulli, Sth., mengatakan bahwa para pengungsi sejak Senin sudah berada di Gereja Motamaro secara berangsur-ansur dan sampai saat ini sudah mencapai 144 KK.

Terkait dengan bantuan logistik sejak kemarin sudah mulai berdatangan, namun untuk pakaian layak pakai kemarin langsung dibagikan kepada para pengungsi.

Pendeta Jayanti A. Seran-Ulli, Sth., juga mengucapkan terimakasih atas bantuan pakaian layak pakai dan ratusan potong baju merah putih yang diperuntukkan bagi korban.

“Hari ini langsung kita bagikan setelah kunjungan,” tandasnya.

Terlihat dilokasi, kunjungan Gubernur NTT bersama rombongan disambut Bupati Belu Zakarias Moruk bersama Forkopimda Belu dan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur.

Tim Kesehatan Satgas Pamtas Sektor Timur Ambil Bagian Dalam Penanganan Kesehatan Para Pengungsi

IMG-20210406-WA0057

Belu NTT – Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor mengatakan Satgas Pamtas Sektor Timur ikut berperan aktif dalam membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur dalam upaya penanganan bencana alam banjir maupun terhadap para pengungsi di Desa Tasain Kecamatan Raimanuk.

Demikian dikatakan Dansatgas di Mako Satgas saat menunjuk Dokter Satgas Letnan Dua Ckm dr. Feri Kurnia bersama tim kesehatan Satgas Letnan Dua Ckm Galih Juniardi dan anggota untuk melihat dan mengecek langsung kondisi para pengungsi.

Kondisi ini menurutnya, cukup memperihatinkan mengingat dampak badai siklon tropis Seroja menimbulkan kerugian bagi masyarakat baik materi bahkan ada yang meninggal dunia.

“Ini musibah bersama yang harus kita tanggung bersama tentunya dengan uluran bantuan untuk saling meringankan,” ujar Bayu Sigit.

Sementara di lokasi penampungan pengungsi, terlihat bangunan tenda sebagai dapur umum sudah disiapkan puluhan anggota Kodim 1605/Belu dan Yonif RK 744/SYB sejak kemarin.

Dokter bersama tim kesehatan Satgas dan Dinas Kesehatan Belu memeriksa kondisi para pengungsi dan memberikan obat-obatan yang sudah disiapkan.

“Seperti kita ketahui bahwa para pengungsi ini membutuhkan perhatian kita bersama karena rentan terhadap penyakit gatal, flu dan batuk serta demam,” terang dokter Feri.

“Setelah dicek kondisi kesehatannya, rata-rata batuk dan filek, dan kami langsung berikan obat sesuai dengan diagnosa,” tambahnya.

Selain itu, dokter yang dikenal disiplin itu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan menjaga pola hidup sehat karena musim hujan rawan terjangkit berbagai macam penyakit.

Sementara Camat Raimanuk Tarsisius Edi di lokasi penampungan menjelaskan warganya sejak Senin pagi tanggal 5 April langsung di evakuasi menuju tempat penampungan yakni di Gereja Masehi Injil Di Timor Klasis Belu dan Gereja Bethel Indonesia Motamaro.

Sampai saat ini, kata Tarsisius, jumlah pengungsi sebanyak 522 jiwa (140 KK) terdiri orang tua, anak-anak, balita dan ada juga lanjut usia.

“Dapur lapangan atau dapur umum sudah didirikan dari oleh personel TNI dan bantuan sudah ada yang datang berupa Sembako,” tandas Camat Raimanuk.

Dapur Lapangan TNI Siap Suplai Makanan Untuk Korban Banjir Bima

IMG-20210405-WA0060

Bima – Berbagai upaya dilakukan dalam penanggulangan bencana banjir yang telah meluluh lantakkan berbagai fasilitas umum dan tempat tinggal warga di Kabupaten Bima.

Hal paling utama yang harus diperhatikan setelah banjir terjadi adalah kebutuhan makanan, air bersih dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Demikian disampaikan Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., usai mengecek sejumlah dapur lapangan dan fasilitas kesehatan di kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Senin (5/4/2021).

Adapun beberapa dapur lapangan disebutkan Danrem diantaranya, dapur lapangan TNI Polri dan BPBD di kantor Camat Monta, dapur lapangan Kodam IX/Udayana dan Korem 162/WB di desa Pela, Simpasai, Sie, Tangga, Monta, dan desa Sakuru Kecamatan Monta.

“Keberadaan dapur lapangan ini untuk membantu penyiapan makanan siap saji bagi korban banjir,” paparnya.

Demikian juga dengan kesiapan fasilitas kesehatan, Brigjen TNI Rizal Ramdhani meninjau Puskesmas Monta untuk mengecek kesiapan baik kelengkapan maupun cadangan obat-obatan.

“Apabila ada kendala apapun bentuknya, seperti obat-obatan ataupun mobil ambulance agar segera disampaikan kepada pejabat militer yang ada,” pesan Ahmad Rizal.

“Insyaa Allah, pada kesempatan pertama kami akan segera membantu,” imbuhnya.

Di lokasi setempat, Danrem 162/WB memberikan bantuan secara simbolis kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang.

Belu NTT – Badai siklon tropis Seroja sampai dengan hari ini masih mengepung Porvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terkecuali kabupaten Belu beberapa hari terakhir tidak luput dari badai Seroja. Sampai dengan hari ini, tercatat di Dusun Sakafini Desa Tohe Kecamatan Raihat yang terjadi banjir dan merendam beberapa gubuk maupun menghayutkan puluhan sapi milik warga setempat.

Demikian dikatakan Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro seusai rapat terbatas bersama Bupati Belu dan Forkopimda Belu di Kantor Bupati Belu yang membahas tentang situasi terkini berkaitan dengan badai tropis seroja.

Menanggapi kondisi seperti ini, lanjutnya, ia memerintahkan seluruh personel pos jajarannya untuk senantiasa waspada dan siaga untuk menjaga segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi akibat badai siklus teropis seroja.

“Jaga keamanan dan keselamatan personel dan materil yang digunakan, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan agar siap bergerak untuk memberikan bantuan kepada masyarakat disekitar,” pesan Bayu Sigit sapaannya.

Ia juga menjelaskan badai siklon tropis seroja merupakan cuaca ektrem yang menyebabkan hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir hampir di seluruh wilayah Timur Leste, NTT dan NTB serta beberapa daerah lainnya yang dapat mengakibatkan banjir bandang, genangan air, longsor, angin kencang, kilat/petir dan pohon tumbang.

“Jadi ini sudah ada peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk tetap waspada dan berdoa dalam menghadapi semua kemungkinan terburuk akibat siklus tropis seroja,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau sementara waktu lebih baik diam di rumah dan mengurangi bepergian jauh untuk menjaga keamanan dan keselamatan diri serta menghindari hal-hal yang tidak diiinginkan.

Selain itu, Alumnus Akmil 2003 itu juga sudah menyiapkan personel dan perlengkapan dapur lapangan atau dapur umum untuk masyarakat yang terdampak bencana alam apabila sewaktu-waktu dibutuhkan termasuk kesiapan alat komunikasi dan tenaga kesehatan dari Satgas yang ia pimpin.

Dansatgas Pamtas Sektor Timur Siap Backup Pemda Belu Dalam Penanganan Bencana Alam

IMG-20210405-WA0116

Belu NTT – Badai siklon tropis Seroja sampai dengan hari ini masih mengepung Porvinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terkecuali kabupaten Belu beberapa hari terakhir tidak luput dari badai Seroja. Sampai dengan hari ini, tercatat di Dusun Sakafini Desa Tohe Kecamatan Raihat yang terjadi banjir dan merendam beberapa gubuk maupun menghayutkan puluhan sapi milik warga setempat.

Demikian dikatakan Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro seusai rapat terbatas bersama Bupati Belu dan Forkopimda Belu di Kantor Bupati Belu yang membahas tentang situasi terkini berkaitan dengan badai tropis seroja.

Menanggapi kondisi seperti ini, lanjutnya, ia memerintahkan seluruh personel pos jajarannya untuk senantiasa waspada dan siaga untuk menjaga segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi akibat badai siklus teropis seroja.

“Jaga keamanan dan keselamatan personel dan materil yang digunakan, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan agar siap bergerak untuk memberikan bantuan kepada masyarakat disekitar,” pesan Bayu Sigit sapaannya.

Ia juga menjelaskan badai siklon tropis seroja merupakan cuaca ektrem yang menyebabkan hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir hampir di seluruh wilayah Timur Leste, NTT dan NTB serta beberapa daerah lainnya yang dapat mengakibatkan banjir bandang, genangan air, longsor, angin kencang, kilat/petir dan pohon tumbang.

“Jadi ini sudah ada peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk tetap waspada dan berdoa dalam menghadapi semua kemungkinan terburuk akibat siklus tropis seroja,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau sementara waktu lebih baik diam di rumah dan mengurangi bepergian jauh untuk menjaga keamanan dan keselamatan diri serta menghindari hal-hal yang tidak diiinginkan.

Selain itu, Alumnus Akmil 2003 itu juga sudah menyiapkan personel dan perlengkapan dapur lapangan atau dapur umum untuk masyarakat yang terdampak bencana alam apabila sewaktu-waktu dibutuhkan termasuk kesiapan alat komunikasi dan tenaga kesehatan dari Satgas yang ia pimpin.

Personel Pos Turiskain Satgas Yonif 742/SWY Selamatkan Warga Terdampak Banjir

IMG-20210404-WA0028

Belu NTT – Kembali lagi aksi heroik ditunjukkan oleh personel Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY dalam penyelamatan terhadap sebelas warga Dusun Sakafini Desa Tohe Kecamatan Raihat oleh Pos Turiskain Kipur II, Minggu (4/4/2021).

Terlihat Dankipur II Kapten Inf Mahfud memimpin langsung proses penyelamatan dan evakuasi terhadap sebelas warga yang tertimpa musibah banjir karena hujan deras dari kemarin (Sabtu) sore sampai hari ini melanda wilayah Kabupaten Belu dan sekitarnya.

Menurut cerita dari Dankipur II, proses penyelamatan itu dilakukan berdasarkan informasi dari Babinsa dan masyarakat setempat kepada pos dan seketika itu juga ia bersama seluruh anggota pos bergerak menuju lokasi yang dimaksud.

“Jadi kami langsung bergegas dan menyelamatkan mereka yang terkena banjir,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebelas orang ini bersama ternaknya (sapi) terjebak banjir dari semalam dan mereka naik pohon untuk menghindari banjir dan menyelamatkan diri.

“Alhamdulillah upaya penyelamatan sejak siang hingga sore hari membuahkan hasil. Penyelamatan pertama berhasil mengevakuasi 8 orang dan sisanya 3 orang berhasil dievakuasi setelah hujan sedikit reda,” ungkapnya.

Sedangkan dari 28 ternak sapi yang diperkirakan hanyut terbawa arus sungai baru berhasil diamankan sebanyak 8 ekor dan sisanya masih dalam pencarian. Sementara lahan persawahan warga diperkirakan sekitar 400 hektar terendam banjir.

Setelah berhasil dievakuasi, kata Mahfud, karena mereka terlihat kedinginan seketika itu personel Pos langsung membuka baju untuk dipakaikan langsung kepada para korban.

Terpisah, Danyonif 742/SWY selaku Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro yang memonitor lansung proses evakuasi melalui phone seluler di Mako Satgas memberikan apresiasi kepada Dankipur bersama anggota yang sigap merespon kesulitan masyarakat setempat sehingga bisa menyelamatkan warga tepat waktu.

“Ini upaya luar biasa yang patut diapresiasi atas langkah cepat dan tepat yang diambil untuk menyelamatkan nyawa maupun ternak masyarakat setempat,” tegasnya.

“Ini kerjasama yang baik antar personel pos dengan Babinsa maupun Babinkamtibmas serta masyarakat setempat sehingga hasilnya lebih efektif,” imbuhnya.

Menurutnya, itu salah satu tugas pos dalam membantu kesulitan masyarakat selain tugas pokok mengamankan wilayah perbatasan dari berbagai tindakan kejahatan ataupun ilegal lainnya.

Bayu Sigit juga mengingatkan seluruh personel untuk tetap mengedepankan keamanan dan keselamatan personel maupun materil dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat.

“Jangan lupa amankan personel dan materil baik di pos maupun diluar pos karena kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga tetap aman dan terkendali,” pesannya.

Kompak Dansatgas dan Wadansatgas Pamtas Sektor Timur Kunjungi Kediaman Uskup Atambua Belu

IMG-20210403-WA0036

Belu NTT – Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro bersama Wadan Satgas Mayor Inf Aditya Nugraha bertandang ke kediaman Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr. di jalan Nela Raya 17 Naekasa Tasifeto Barat Belu, Sabtu (3/4/2021).

Kunjungan kerja tersebut selain dalam rangka bersilaturahmi dengan Uskup Mgr. Dominikus Saku, Pr., juga untuk mengucapkan selamat melaksanakan perayaan Paskah sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun ke 61 kepada Uskup Atambua dengan membawa kue puding ulang tahun.

Kehadiran Dansatgas bersama Wadansatgas disambut baik oleh Uskup Mgr. Dominikus Saku, Pr. di ruang tamu kediamannya.

Dalam bincang-bincang tersebut, Uskup Mgr. Dominikus Saku, Pr. mengucapkan selamat datang dan menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir dalam acara syukuran kenaikan pangkat di Mako Satgas.

Pada kesempatan tersebut, Uskup juga memberikan apresiasi kepada aparat keamanan baik TNI maupun Polri yang mengamankan jalannya perayaan Paskah sehingga berjalan aman dan lancar sesuai protokol kesehatan Covid-19.

“Untuk Gereja Ketedral memiliki jemaat sebanyak 20.000 orang yang dibagi menjadi 6 misa dan semalam masih ada pengucupan salib, jadi Protokol Kesehatan Covid-19 tetap dikedepankan,” terangnya.

“Dalam pelaksanaan perayaannya, tidak seperti biasanya namun dipersingkat karena sudah ada petunjuknya tinggal diterapkan saja,” tambah Uskup kelahiran Timor Tengah Utara tersebut.

Selain itu, pria kelahiran 3 April 1960 itu juga banyak menjelaskan tentang kondisi masyarakat NTT khususnya Belu yang sampai saat ini masih mengalami kesulitan air bersih karena minimnya sumber air yang berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Jadi ini persoalan yang menjadi musuh bersama untuk berjuang mengatasinya sehingga kedepan dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Balu,” harapnya.

Uskup Mgr. Dominikus Saku, Pr. juga meminta kepada Danyonif 742/SWY selaku Dansatgas Pamtas untuk mengajak masyarakat melestarikan lingkungan dengan menanam pohon yang mampu bertahan dimusim kering seperti beringin dan pohon ketapang hutan yang banyak ditemukan di daerah Kalimantan.

“Ini untuk jangka panjang kedepan dengan harapan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan air bersih dan ekonomi meningkat,”

Sementara Dansatgas Pamtas menyampaikan maksud kedatangannya untuk bersilaturahmi sekaligus mengucapkan selamat paskah dan ulang tahun ke 61 kepada Uskup Mgr. Dominikus Saku Pr.

Dijelaskannya, selain tugas pokok menjaga keamanan wilayah perbatasan, sesuai dengan arahan Uskup, pihaknya memang sudah menyiapkan rencana kedepan untuk bertani dengan membuka atau mengajak masyarakat selaku pemilik tanah untuk mengelolanya lahannya sehingga masyarakat terinspirasi untuk memanfaatkan lahan tidurnya menjadi lahan produktif.

Bayu Sigit juga berharap agar Uskup berkenan memberikan arahan dan masukan sehingga keberadaan Satgas Yonif 742/SWY di Belu selama melaksanakan tugas bermanfaat bagi masyarakat perbatasan.

Terkait pengamanan pelaksanaan ibadah Mingguan maupun perayaan hari besar keagamaan, Wadansatgas mengatakan pihaknya akan tetap membackup Kepolisian dan Kodim 1605/Belu dalam mengamankan jalannya peribadatan tidak terkecuali agama lain.

“Seperti bulan Maret kemarin, saudara kami umat Hindu melaksanakan Hari Raya Nyepi tetap kami back up dengan mengirim personel pengamanan,” tutur Aditya Nugraha.

Ia juga berharap agar masyarakat bersama aparat baik TNI Polri selalu kompak dan bersama-sama mendukung semua program pemerintah salah satunya penerapan protokol kesehatan Covid-19 mengingat pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman yang mematikan.