Tag Archives: Kodim 1608/Bima

Terduga Pelaku Pembunuhan Akhirnya Serahkan Diri ke Babinsa Koramil Donggo

WhatsApp Image 2019-11-10 at 11.53.04

Bima – Terduga pelaku pembunuhan berinisial AN (23) terhadap Supardi warga transmigrasi Lombok RT 05 RW 03 SP 6 Dusun Dorombolo Desa Oi Panahi Kecamatan Tambora Kabupaten Bima akhirnya menyerahkan diri kepada Babinsa Oi Panahi Koramil 1608-05/Donggo Serda Abdul Faid, Sabtu pagi (9/11).

Terduga pelaku yang kesehariannya bekerja sebagai petani tersebut berasal dari RT 04 RW 02 Dusun Kawinda Desa Oi Panihi datang bersama keluarga untuk menyerahkan diri kepada Babinsa.

Setelah menyerahkan diri, Babinsa Oi Panihi kemudian berkoordinasi dengan Babinkamtibmas dan kepala Desa setempat dan mengambil langkah untuk mengamankan terduga pelaku di rumah Babinsa sebelum dibawa ke Polsek Tambora.

Komandan Kodim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra setelah mendapatkan laporan kejadian tersebut merasa bangga dan memberikan apresiasi atas kinerja Babinsanya yang melaksanakan tugasnya sesuai prosedur.

“Alhamdulillah ini sebagai bentuk kepercayaan masyarakat kepada TNI khususnya Babinsa yang setiap saat berada ditengah-tengah masyarakat,” ungkap Dandim.

Menurutnya, keputusan yag diambil Babinsa dalam kasus tersebut sangat tepat, langsung berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Babinkamtibmas selaku mitra kerja untuk menyelamatkan terduka pelaku yang sudah berniat baik untuk menyerahkan diri.

“Kita percayakan kepada Kepolisian selaku aparat penegak hukum untuk memprosesnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Dandim dengan melati dua dipundak itu juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kondusifitas wilayah dengan menghindari hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing.

Hindari Pelanggaran Prajurit, Kodim Bima Berikan Tiga Materi Penyuluhan

WhatsApp Image 2019-11-01 at 12.51.25

Bima – Kodim 1608/Bima menyelenggarakan penyuluhan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN), sosialisasi UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan penggunaan media sosial secara bijak yang diikuti seluruh anggota Kodim 1608/Bima beserta istri dan PNS di aula Makodim Bima, Senin (1/11).

Usai pengecekan urine personel dengan menggandeng BNNK wilayah Bima yang dipimpin Kasi Rahabilitasi Arasidun, S.Psi., acara dilanjutkan dengan sosialisasi ITE dan penggunaan media sosial.

Dandim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra menyampaikan bahwa pelaksanaan tes urine tersebut dilakukan untuk mengantisipasi sekaligus sebagai bentuk pengawasan kepada para Prajurit agar tidak menggunakan Narkoba jenis apapun mengingat sanksinya sangat tegas hingga pemberhentian dengan tidak hormat atau Pecat.

“Apabila terbukti anggota mengkonsumsi Narkoba tanpa alasan yang dibenarkan oleh UU maka hukumannya pasti keluar dari kedinasan,” ujarnya.

Selain itu, Dandim juga mengingatkan terkait dengan penggunaan media sosial kepada anggota maupun ibu-ibu Persit KCK yang juga hadir dalam ruangan tersebut.

Menurutnya, media sosial sebagai sarana untuk melihat dunia yang dapat memberikan dampak positif dan negatif sekaligus digunakan untuk bersilaturrahmi dan berkomunikasi dengan dunia luar (dunia maya). Apabila sesuatu sudah di upload atau diposting melalui media maka siapapun bisa membuka dan melihatnya.

“Jadi berhati-hati dan bijak menggunakan media, jika bernilai positif dan bermanfaat maka silahkan digunakan, namun sekiranya memberikan dampak negatif yang dapat berpengaruh kepada diri dan keluarga maka lebih baik dihindari,” terangnya.

Orang nomor satu di jajaran Kodim Bima tersebut juga menekankan agar jangan cepat percaya terhadap pemberitaan yang belum diketahui kebenarannya dan jangan suka langsung membagikan, apalagi yang berkaitan dengan politik dan sara yang sangat rawan. “Pastikan kebenaran berita, baru di share jika itu bermanfaat dan berguna, namun jika sebaliknya lebih baik dihapus dan dilupakan,” pungkasnya.

Pegunungan Gindi dan Tambana Asakota Terbakar, Kodim Bima dan Kompi A Bergerak Cepat Padamkan Si Jago Merah

WhatsApp Image 2019-09-09 at 18.29.23

Bima – Kodim 1608/Bima bersama Kompi Senapan A Yonif 742/SWY bergerak cepat padamkan api di pegunungan Lingkungan Gindi dan Tambana Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Bima, Senin (9/9). Kebakaran hutan dan lahan dengan luas diperkirakan sekitar 10 hektar tersebut disebabkan panas matahari selama musim kemarau berlangsung.

Dandim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra disela-sela kesibukannya membenarkan peristiwa tersebut berdasarkan laporan anggotanya dilapangan.

Menurutnya, titik hotspot api berasal dari pengunungan Gindi dan dilihat oleh warga setempat. Api kemudian membesar dan dibawa angin merembet ke pegunungan tambana membakar tumbuhan dan dedaunan yang kering karena tidak pernah hujan.

Melihat kondisi tersebut, lanjut bambang, warga setempat melaporkan kepada kami dan langsung mengerahkan anggota Kodim, Koramil dan Kompi A Yonif 742/SWY untuk membantu masyarakat memadamkan api dengan peralatan seadanya.

“Alhamdulillah, setelah melakukan koordinasi dengan Dinas Damkar, akhirnya datang unit mobil Damkar untuk membantu memadamkan api,” ungkap Dandim.

Api dapat dipadamkan sekitar pukul 16.00 Wita dan 1 unit mobil Damkar masih stand by dilokasi untuk mengantisipasi kebakaran susulan.

Selain itu Letkol Bambang berharap agar masyarakat berhati-hati dengan kondisi sekarang terutama yang berkaitan dengan pembakaran baik sampah maupun membuang puntung rokok yang bukan pada tempatnya.

Bersama Pertamina dan PUPR, Koramil Donggo Bantu Distribusikan Air Bersih

WhatsApp Image 2019-07-22 at 14.17.36

Bima – Danramil 1608-05/Donggo Lettu Inf Mahdin memimpin langsung proses pendistribusian air bersih kepada masyarakat Dusun Ndanondere Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, Senin (22/7).

Menurut Danramil Donggo, pembagian air bersih tersebut dilakukan bekerjasama dengan PT. Pertamina Cabang Bima, BPBD dan Dinas PUPR Kabupaten Bima dalam rangka pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Penditribusian air bersih ini berdasarkan pantauan di lokasi sudah dilakukan mulai tanggal 19 Juli kemarin. “Alhamdulillah ini yang ketiga kalinya pembagian air bersih akibat minimnya debit air dibeberapa tempat sumber air,” ungkap Mahdin.

Sementera Dandim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra disela-sela kesibukannya membenarkan kondisi yang dialami masyarakat Desa Bajo yang kekurangan air bersih.

Dijelaskannya, salah satu penyebab minimnya air bersih karena menurunnya debit air pada sumber mata air yang biasa digunakan tempat mengambil air bersih. “Ini salah satu penyebabnya selain musim kemarau juga karena kondisi hutan sudah tidak berfungsi lagi akibat penebangan pohon secara liar ataupun peralihan fungsi hutan sebagai lahan pertanian dan ladang oleh masyarakat,” ujar Dandim.

Untuk itu, sambungnya, pihaknya sudah memberikan instruksi kepada seluruh Koramil agar melakukan pengecekan dan pendataan ulang desa-desa yang membutuhkan air bersih sehingga bisa dikoordinasikan dengan pemerintah daerah terutama dinas terkait dalam penanganannya.

Selain itu, Dandim Alumni Akmil 1999 tersebut menghimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian alam terutama hutan dan tidak melakukan penebangan pohon secara liar mengingat fungsi hutan sebagai penyedia sumber air, penghasil oksigen dan pengedali bencana sehingga wilayah tidak mudah dilanda kekeringan seperti yang dialami sekarang ini.

Raih Juara Pada Lomba Pramuka Saka Wira Kartika NTB, Dandim Bima Berikan Apresiasi

WhatsApp Image 2019-07-07 at 13.10.07 (1)

Bima – Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) Kodim 1608/Bima meraih prestasi peringkat pertama pada lomba Pramuka SWK binaan masing-masing Kodim jajaran Korem 162/WB di Bumi Kemah Karang Bayan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

Hal itu diungkapkan pelatihnya Serma Herdiyanto dan Sertu Agus Budi R. Dijelaskannya, Pramuka SWK binaannya itu terdiri dari gabungan beberapa SMA di Kabuapaten Bima yang dilatih setiap hari mulai sore hingga malam hari.

“Untuk persiapan lomba, adik-adik SWK ini kami latih ala militer sehingga memiliki rasa disiplin baik pada saat latihan maupun bertanding,” ujar Herdiyanto.

Terkait dengan gerakannya pada saat tampil memperagakan senam balok, lanjutnya, ia bersama pelatih dan kakak pembina lainnya memberikan bahan standar, tidak seberat pada latihan militer sehingga terlihat gerakannya patah-patah dan bagus.

Terpisah Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra mengucapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih Pramuka binaannya dalam lomba Kreasi Baris Berbaris yang diselenggarakan Korem 162/WB dalam acara Persami Saka Wira kartika pada minggu lalu.

“Alhamdulillah, mereka adik-adik Pramuka SWK meraih juara 1 dalam lomba tersebut mengalahkan para pesaingnya dari beberapa Kodim. Selama pembinaan, Saka Wira Kartika dididik dan dilatih tentang pembinaan mental, kekompakan dan kebersamaan dalam tim maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan kecakapan diantaranya membantu penanggulangan bencana alam, ilmu navigasi darat dan survival di alam liar,” terang Dandim.

Dandim Alumni Akmil 1999 tersebut berharap dengan modal prestasi ini, semoga adik-adik Pramuka baik SMP maupun SMA SWK dapat meningkatkan rasa percaya diri untuk terus berlatih dan belajar tentunya dengan semangat yang pantang menyerah untuk meraih sebuah keberhasilan dan kesuksesan.

Dandim 1608/Bima dan Kapolres Bima Upayakan Solusi Terbaik Selesaikan Permasalahan Dua Desa Bertikai

WhatsApp Image 2019-06-29 at 12.39.20

Bima – Pasca terjadinya perselisihan dan pertikaian antara kelompok Warga Desa Tolotangga dengan kelompok Warga Desa Parado Wane beberapa hari lalu segala cara dilakukan oleh aparat setempat demi mewujudkan perdamaian (islah) kedua kelompok Warga Desa tersebut patut didukung dan diapresiasi.

Pasalnya, pasca perselisihan kedua warga desa tersebut tampak segala cara dilakukan aparat baik Pemda, Kodim 1608/Bima, Polres Bima serta segenap tokoh masyarakat guna mengupayakan mediasi yang dapat memberi solusi terbaik bagi kedua kelompok warga dari kedua desa, Jumat (28/6/2019) sekitar pukul 15.00 wita, di aula Dalmas Polres Bima telah berlangsung kegiatan mediasi.

Kegiatan mediasi kedua desa dihadiri Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra, Kepala BKPH TPMRW Syaifullah, S.Hut., M.Si. Kabag Ops dan Kasat Ik dan Kasat Reskrim serta PA Polres Bima, Kabag SDA Pemda Kab Bima Drs. Zainuddin, Camat Monta Muhtar, SH. dan Camat Parado Baharuddin, S.Sos, Kapolsek Monta IPTU Takim dan Kapolsek Parado IPDA Nazaruddin, PJ. Kades Tolotangga Syarifurrahman, ST, Kades Parado Wane A. Malik, S.tp, Perwakilan PT KOIN NESIA, Perwakilan 30 masyarakat Desa Tolotangga, dan 40 masyarakat Desa Parado Wane.

Kejadian yang tidak seharusnya terjadi diantara kolompok warga kedua desa yang bertikai selain bertetangga diantara kelompok masyarakat boleh dikatakan bukan orang lain tapi bagian dari kerabat handataulan yang justru harus saling menghormati, menghargai antar satu sama lainnya. Hal ini disampaikan Dandim 1608/Bima letkol Inf Bambang Kurnia eka putra disela waktu hadir pada acara silaturahiim musyawarah untuk mencari solusi penyelesaian permasalahan yang telah melibatkan kelompok warga dari kedua desa yang nota benenya bertetangga. Selain itu Dandim juga menyampaikan sejalan dengan yang disampaikan Kapolres Bima AKBP Bagus, S. Wibowo, S.I.K yang lebih dulu memberikan sambutan agar semua komponen masyarakat dari kedua desa untuk menyelesaikan masalah dan hindari isu dan provokatif yang tidak bertanggung jawab sehingga terjadi perpecahan.

Dandim 1608/Bima mengambil kesimpulan bahwa sepakat masalah yang terjadi sebelumnya dikatakan selesai. Dan hutan tersebut dilestarikan kembali (reboisasi). Dan jangan main hakim sendiri, bila ada masalah, laporkan ke kami,” tutup Dandim Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra.

Kapolres Bima mengucapkan terima kasih banyak dan setinggi-tingginya atas kehadiran memenuhi undangannya. Untuk lebih memudahkan dalam diskusi ini, kata Kapolres Bima, pertemuan ini akan dipisahkan tempat duduk antara perwakilan Desa Tolotangga dan Desa Parado Wane. Kapolres Bima juga megatakan keberadaan kita di Aula Barak Dalmas Polres Bima ini dalam rangka nembangun dan memperkokoh tali silaturahmi di antara kita, karena kita bersaudara. Selain itu, lanjutnya, dengan adanya selisih faham beberapa hari terakhir antara kedua Desa sangat kita sesalkan. Yang mana kita masih satu suku dan desa bertetangga.

Kapolres Bima bersama Dandim 1608/Bima berada disini semata-mata untuk menyelesaikan masalah karena kami mempunyai tanggung jawab besar menjaga keamanan bapak semua. Kapolres Bima menjelaskan bahwa dalam membahas permasalahan ini, tidak ada yang tensi di antara kita, dan kita cari solusi untuk pecahkan bersama, jangan mau menang sendiri.

“Tunjukan bukti-bukti dan jangan mementingkan diri sendiri,”tegas Kapolres Bima.

Dari pernyataan berbagai pihak tersebut, Kapolres berkesimpulan
semua pihak jaga kelestarian hutan di kawasan di So Oi Kambu,u yang menjadi permasalahan antara masyarakat Desa Parado Wane dan masyarakat Desa Tolotangga. Selain itu, kawasan tersebut dijadikan status quo.

“Masalah ini sudah selesai. Tapi bukan langkah akhir, kita akan turun bersama-sama ke lokasi kemudian kita diskusi kembali,”tutur Kapolres Bima AKBP Bagus S.Wibowo S.I.K.

Dalam pertemuan tersebut beberapa perwakilan masyarakat Desa Parado wane menyampaikan bahwa
lahan yang dibuka dan di garap adalah hutan tutupan negara.

“Kami garap lahan di hutan tutupan negara karena daerah /lokasi tersebut adalah lokasi swakelola oleh 4 desa berdasarkan Piagam bersama tahun 2006,”ucapnya.

Perwakan masyarakat desa Parado Wane menjelaskan bahwa awalnya lokasi tersebut adalah di tanam pohon kemiri, setelah pohon kemiri telah mengalami kerusakan akibat di potong maka tercetus Piagam Parado tentang pembagian lahan oleh LSM, Dinas Kehutanan, dan Pemda Kab Bima.

“Sehingga masyarakat Parado Wane memasuki lahan untuk menanam jagung,”ujar perwakilan masyarakat desa Parado Wane.

Penyampaian perwakilan masyarakat Desa Parado Wane langsung di tanggapi oleh Masyarakat Desa Tolotangga dengan beberapa poin yakni, hutan di lokasi di So Oi Kambu, u sudah rusak parah sehingga mata air yang ada di sekitar sudah berkurang.

“Piagam Parado yang disepakati bahwa lahan bukan untuk dikuasai secara perorangan. Apalagi membabat hutan untuk tanam jagung melainkan untuk melindungi hutan kemiri yang ada,”tutur masyarakat desa Tolotangga.

Kabag SDA Pemda Kab Bima memberikan tanggapan bahwa namanya hutan tutupan negara, tidak ada yang namanya pembagian lahan. Kabag SDA juga menegaskan Piagam Parado ditanda – tangani tahun 2006 yang intinya untuk mengelola hutan bukan untuk di miliki.

“Kawasan hutan yang menjadi obyek sengketa adalah berfungsi melindungi sumber mata air yang ada di sekitarnya,”tegas Kabag SDA Pemda Kab Bima.

Perwakilan dari PT. KOIN NESIA Heri yang memegang ijin untuk kelola tersebut mengatakan bahwa kawasan tersebut ada yang punya hak yakni LH ( lahan debit air) dan Hak PT. KOIN NESIA.

“Kami rasa masyarakat pada umumnya sudah mengerti bahwa kawasan hutan tutupan yang tidak boleh diduduki. Untuk itu, harus ada penegakkan hukum,”ujar PT KOIN NESIA.

Kades Parado Wane juga menyampaikan bahwa kedua desa yang bermasalah adalah satu rumpun. Kades menjelaskan piagam dicetuskan agar pohon kemiri dikaga kelestarian.

“Karena sudah banyak yang ditebang maka Pemda berinisiatif membuat kelompok masyarakat untuk tanam kembali kemiri tersebut,”jelas Kades Parado Wane.

Begini Cara Danramil Monta Ajak Warga Jaga Kondusifitas Wilayah

WhatsApp Image 2019-06-25 at 07.37.58

Bima – Danramil 1608-07/Monta, Mayor Inf Syaharudin memiliki cara tersendiri untuk menciptakan situasi keamanan diwilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Setelah pada hari Minggu 23 Juni 2019 terjadi pembakaran gubuk diantara Tolotangga dan Paradowane, Danramil beserta jajarannya kemudian melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak meluas.

Pada hari Senin 24 Juni 2019, dengan berlokasi didepan rumah salah satu warga Arsyad Ismail Rt 16/03 Dusun 3 Desa Parado Wane yang sedang melaksanakan hajatan urunan pengumpulan padi rangkaian tradisi setempat dari persiapan kegiatan prosesi pernikahan anaknya. Danramil memanfaatkan momen itu utk memberikan pengarahan kpd sekitar 50 masyarakat Paradowane yg berkumpul terkait dengan kejadian pembakaran pondok di lahan perbatasan wilayah antara Desa Parado Wane Kec Parado dan Desa Tolotangga Kec Monta.

Yang disampaikan oleh Danramil antara lain bahwa status lahan yg diklaim merupakan daerah tutupan Negara yang tidak bisa dimiliki secara perorangan. Dengan adanya kegiatan perladangan di lahan tutupan, sangat berdampak pada ketersediaan air bersih didaerah sekitarnya, termasuk Tolotangga.

Masing-masing agar menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada Kades, Camat maupun kepolisian untuk dapat memberikan solusi yang terbaik. Jangan ada yg mengambil langkah diluar jalur hukum karena justru akan merugikan diri maupun masyarakat kita sendiri.

Dialog berlanjut dengan hangat dan penuh suasana kekeluargaan, yang juga dimanfaatkan oleh para tetua kampung untuk memberikan nasehat serta masukan.

Koramil Monta Peduli Kebersihan Lingkungan

WhatsApp Image 2019-06-20 at 19.53.04

Bima – Danramil 1608-07/Monta Mayor Inf Syaharudin bersama seluruh anggota Koramil Monta bersama Camat dan Polsek Monta melaksanakan karya bahkti pembersihan sampah sepanjang got jalan So Parapute Desa Simpasai Kecamatan Monta, Kamis (20/6).

Puluhan masyarakat Desa Simpasai terlihat ikut serta bersama anggota Koramil dan Polsek Monta membersihkan badan jalan dari kotoran sampah.

“Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan mengingat di sekitar lokasi tersebut banyak sampah yang menggangu pandangan,” ujar Danramil disela-sela pembersihan.

menurutnya, dalam ajaran agama disebutkan bahwa kebersihan sebagian dari iman dan juga ada yang menyatakan “sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan,”. Merujuk dari kedua Hadish tersebut seharusnya kita memulai dari kebersihan diri kita sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar sehingga termasuk dari orang-orang yang mencintai kebersihan.

Terpisah Dandim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra memberikan apresiasi kepada satuan Koramil jajarannya yang peka terhadap kebersihan lingkungan.

“Kebersihan itu menurut ilmu kesehatan merupakan pangkal dari kesehatan tentunya dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar terhidar dari segala macam penyakit,” terang Dandim.

Adapun manfaat dari kebersihan lingkungan, sambung Dandim Alumni Akmil 1999 tersebut diantaranya lingkungan akan terasa lebih sejuk, nyaman dan asri, bebas dari polusi udara, terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kotor dan tidak sehat, sumber air menjadi lebih bersih dan aman untuk dikonsumsi.

Melihat banyak manfaat dari kebersihan lingkungan, Dandim Bima kemudian mengajak seluruh komponen masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari segala macam penyakit dan menjadi bagian dari orang-orang yang peduli terhadap lingkungan.

Babinsa Koramil Rasanae Bantu Distribusi Air Bersih Untuk Warga

WhatsApp Image 2019-06-11 at 17.33.55

Bima – Babinsa Ntobo Koramil 1608-01/Rasanae Koptu Abubakar melaksanakan pendampingan membantu pendistribusian air bersih oleh BPBD Kota Bima untuk warga binaannya di RT 03, 04 dan 05 Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba Kota Bima, Selasa (11/6).

Danramil 1608-01/Rasanae Kapten Inf Zunaidin membenarkan kegiatan Babinsanya membantu BPBD dalam pendistribusian air bersih kepada warga. “Ya betul, karena memang sekarang sudah memasuki musim kemarau sehingga debit air pada beberapa sumber mata air mulai berkurang,” sebut Danramil.

Menurutnya, pihaknya melalui Babinsa akan berupaya bersama pemerintah desa atau kelurahan untuk membantu memberikan solusi kepada warga, salah satunya melakukan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan hingga ke BPBD sesuai dengan tingkat koordinasi.

“Kita berharap upaya bersama ini dapat membantu meringankan beban masyarakat khususnya yang membutuhkan air bersih untuk minum, memasak dan mandi,” ujarnya.

Terpisah Dandim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra memberikan apresiasi kepada para Babinsa yang tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi warga di desa binaannya.

“Keberadaannya ditengah-tengah masyarakat minimal membantu memberikan solusi ataupun pendampingan dalam hal-hal yang positif seperti yang dilakukan Babinsa Ntobo,” ungkap Dandim.

Dijelaskannya, kerjasama semua pihak dalam pendistribusian air bersih ini tidak baru kali ini dilakukan, namun ini merupakan kegiatan tahunan mengingat pada setiap musim kemarau, ketersediaan air bersih terus menipis dibeberapa sumber mata air seperti sumur, sehingga harus dilakukan upaya untuk membantu pemenuhan air bersih.

“Saya harap pendribusian air bersih ini dilakukan secara kontinyu, bahkan ke wilayah lain yang saat ini juga membutuhkan” ujarnya.

Selain itu, Dandim Alumni Akmil 1999 ini juga meminta kepada para Danramil untuk mengecek wilayahnya masing-masing. “Apabila terjadi permasalahan serupa agar segera dikoordinasikan dan dikomunikasi dengan pemerintahan kecamatan setempat sehingga Pemerintah Daerah melalui BPBD dapat mengambil langkah-langkah dalam pemenuhan air bersih warga untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

Danramil Woha Berikan Bantuan Penderita Gizi Buruk

WhatsApp Image 2019-06-01 at 15.33.24

Bima – Danramil Woha Kapten Kav Sukahar, beserta jajarannya membesuk pasien anak penderita gizi buruk Farhan, yang beralamat di Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima yang sedang dirawat di RSUD Bima, Sabtu (1/6/2019).

Dalam kunjungan tersebut, Danramil melihat langsung kondisi pasien anak penderita gizi buruk atas nama Farhan, (4) yang nampak terbaring diatas ranjang perawatan dengan selang oksigen terpasang di wajah kecilnya sehingga melihat kondisi tersebut membuat hati tersayat.

Danramil Woha, melalui Dandim 1608/Bima, Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra mengatakan, Danramil memberikan santunan berupa makanan bergizi seperti susu, biskuit serta pampers dan lain-lain, “Guna meringankan beban keluarga” tutur Dandim.

Dandim juga menyampaikan bahwa usai mendapat laporan tentang adanya warga Desa Ntonggu Kec Palibelo yang menjadi pasien gizi buruk maka dengan rasa kemanusiaan, Danramil Woha yang juga membawahi wilayah Kec Palibelo, bergegas menuju ke RSUD Bima untuk melihat langsung kondisinya.

“Hal ini menjadi “PR” kita bersama, mengambil langkah kedepannya agar tidak terjadi lagi kejadian gizi buruk diwilayah kita khususnya. Selain itu juga saya mengajak dan mengetuk hati semua pihak mari kita peduli terhadap sesama khususnya kaum yang membutuhkan uluran tangan kita dimulai dari lingkungan tempat tinggal kita” jelas Dandim.