Tag Archives: Pangdam IX/Udayana

Pangdam IX/Udayana Tinjau Rehab Rekon Pasca Datangnya Satgas Zeni TNI Periode Kedua

cd049023-ddb4-480f-91ef-094ed4548127

Lombok Utara – Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, S.IP., didampingi Komandan Korem 162/WB Kolonel Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., melaksanakan peninjauan dan pemantauan di beberapa lokasi percepatan rehab rekon pasca kedatangan tenaga bantuan dari Satgas rehab rekon terpadu Zeni TNI tahap kedua, Kamis (5/3).

Pangdam IX/Udayana bersama rombongan meninjau beberapa lokasi di Kecamatan Gunungsari Lombok Barat dan Kecamatan Pemenang Lombok Utara. Pangdam IX/Udayana disela-sela peninjauan saat di wawancara awak media menyampaikan pihaknya melakukan peninjauan pelaksanaan tugas bantuan TNI pasca bencana gempa di Lombok.

“Ini merupakan periode kedua dalam tahap rehab rekon oleh pasukan Zeni TNI yang merupakan gabungan dari darat, laut dan udara bersama masyarakat untuk melanjutkan tahap rehab rekon yang belum terselesaikan,” terang Benny sapaan akrab Pangdam IX/Udayana.

Menurutnya, dari seluruh jumlah rumah yang rusak akibat gempa, sekitar 75 persen sudah dikerjakan oleh Satgas rehab rekon Zeni TNI pada tahap pertama dan sisanya akan diselesaikan oleh Satgas rehab rekon pada tahap kedua.

Terkait dengan waktu pelaksanaan periode kedua, Pati bintang dua tersebut menjelaskan berdasarkan perencanaan awal akan diselesaikan dalam waktu tiga bulan kedepan, namun melihat sasaran yang begitu besar dan letaknya tersebar dibanyak tempat (tidak satu titik-red) sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang dalam penyelesaiannya, dan ini juga sudah dilaporkan kepada Wakil Presiden RI pada saat kunjungan.

“Kalau memang membutuhkan waktu lebih dipersilahkan,” kata Pangdam menirukan arahan Wakil Presiden.

Namun Pangdam IX/Udayana optimis akan tetap mempercepat penyelesaian RTG sehingga masyarakat tidak lagi kesusahan dengan tempat tinggal dan bisa membantu menghilangkan trauma gempa.

Pangdam juga berharap kepada Prajurit Zeni TNI yang sudah mulai bekerja untuk terus memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat dalam menyelesaikan pembangunan perumahan masing-masing dan yakinkan berikan yang terbaik kepada masyarakat dengan tulus dan ikhlas sehingga tercatat sebagai amal ibadah.

Selain itu, Pangdam juga menyampaikan kerja yang dilakukan ini tidak lepas dari sinergitas semua unsur yang ada di wilayah terdampak gempa dengan leding sektornya Pemerintah Daerah dengan seluruh perangkat-perangkatnya, termasuk BNPB maupun BPBD sehingga NTB dijadikan model oleh Pemerintah Daerah lain karena progress yang dilakukan terukur dan jalas.

Pada kesempatan tersebut turut mendampingi Asops dan Aster Kasdam IX/Udayana, Dandim 1606/Lobar, Danramil setempat dan Dantim intel Korem 162/WB.

Presiden RI Tiba di LIA Disambut Pangdam IX/Udayana Bersama Forkopimda NTB

WhatsApp Image 2019-05-17 at 10.10.46 (1)

Lombok Tengah – Kunjungan kerja Presiden RI Ir. Joko Widodo di wilayah Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka meninjau sejumlah fasilitas yang berada di Pantai Kuta Mandalika dan melihat langsung ruang terbuka hijau, penataan pedestrian dan kawasan UMKM di sekitar Kuta Mandalika berjalan aman dan lancar.

Hal itu diungkapkan Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, S.IP., disela-sela mendampingi Presiden RI seusai melaksanakan sholat Jumat di Masjid Desa Sade Kecamatan Pujut Lombok Tengah, Jumat (17/5).

Selain itu, Pangdam juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh personel TNI maupun Polri dan instansi terkait beserta seluruh masyarakat Lombok yang telah membantu mengamankan jalannya kunjungan sehingga dalam pelaksanaannya berjalan aman, tertib dan lancar.

“Alhamdulillah ini tidak terlepas dari kerjasama dan dukungan semua pihak yang ikut terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan Kunker tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Pangdam IX/Udayana bersama Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., Kapolda NTB Brigjen Nana Sudjana, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dan pejabat pejabat lainnya menyambut kedatangan Presiden RI di Bandara Lombok International Airport (LIA).

Pada kesempatan tersebut, Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi NTB didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

Pangdam IX/Udayana Buka Puasa Bersama Forkopimda NTB dan Keluarga Korem 162/WB

WhatsApp Image 2019-05-16 at 17.42.25

Mataram – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., melaksanakan buka puasa bersama Forkopimda NTB dan keluarga besar Korem 162/WB di Masjid Assuhada Asrama Gebang Mataram, Kamis (16/5).

Acara yang dimulai dengan pembacaan kalam Illahi oleh Sertu Lalu Wildan tersebut berlangsung sederhana penuh kebersamaan dan khidmat dengan penceramah Prof. Dr. Fahrurrozi.

Pangdam IX/Udayana dalam sambutannya menyampaikan kehadirannya di Lombok dalam rangka mengecek kesiapan rencana kunjugan kerja Presiden RI Ir. Joko Widodo besok Jumat (17/05/2019) dengan harapan selama pelaksanaan kunjugan bisa berjalan aman dan lancar.

Pangdam juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh Prajurit, Kepolisian dan masyarakat karena selama proses pelaksanaan Pemilu berjalan aman, nyaman dan lancar.

“Pemilu secara serentak ini dalam rangka memilih Presiden dan Wakil Presiden, dan anggota Legislatif baik DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang bisa memegang amanah sehingga bangsa kita kedepan tetap aman, nyaman dan damai,” terangnya.

Selain itu, Pati bintang dua tersebut juga mengucapkan terimakasih kepada Kepolisian yang telah bersama-sama dengan anggota TNI membantu masyarakat pasca gempa yakni rehab rekon secara terpadu baik untuk rumah rusak ringan, sedang dan rumah rusak berat.

Pangdam juga menyampaikan apabila Presiden melaksanakan kunjungan di NTB selalu berpesan, tolong jangan sampai tahap rehab rekon ini terhambat dan perbaikan kondisi sosial masyarakat segera dilakukan sehingga perekonomian dan dunia pariwisata NTB khususnya Lombok dapat bangkit kembali seperti sebelumnya.

“Semoga apa yang kita kerjakan ini sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara yang tercatat sebagai amal ibadah,” pungkasnya.

Acara buka puasa bersama yang dihadiri Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Kapolda NTB Brigjen Pol Nana Sudjana, perwakilan Binda NTB Kolonel Inf Andi Baso, Wakil Ketua DPRD NTB Samsul Hadi, Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yansori, para Dandim dan Kasi, Dan/Ka Satdisjan, Persit KCK, rekan media, tokoh agama dan tokoh masyarakat diselingi pemberian satunan dan bingkisan kepada anak yatim Nurul Quran.

Seusai berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan sholat magrib, Isya dan tarawih berjamaah.

Pangdam IX/Udayana Tutup TMMD ke 104 Kodim 1614/Dompu

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., melaksanakan pemeriksaan pasukan pada upacara penutupan TMMD ke 104 tahun 2019 Kodim 1614/Dompu di lapangan Desa Lanci Jaya Kecamatan Manggelewa.

Dompu – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 tahun 2019 Kodim 1614/Dompu yang sudah berjalan selama 1 bulan hari ini ditutup dilapangan Desa Lanci Jaya Kecamatan manggelewa Kabupaten Dompu, Rabu (27/3).

Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, S.IP., selaku inspektur Upacara menutup secara resmi program TMMD ke 104 tahun 2019 Kodim 1614/Dompu dengan membacakan amanat Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa.

Dalam amanatnya Kasad menyampaikan upacara penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya program TMMD ke 104 yang dilaksanakan serentak di 50 Kabupaten/Kota diseluruh Nusantara. TMMD yang diprogram selama tiga kali dalam tahun 2019 ini sebagai wujud pengabdian TNI bersama kementerian dan lembaga negara lainnya untuk membantu mempercepat pembangunan di daerah demi tercapainya kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Kasad juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja bersama-sama membangun daerah, guna mengatasi berbagai masalah dan tantangan dibidang teknologi, ekonomi dan sosial budaya.

“Untuk itu selama TMMD ini para Prajurit TNI hadir di tengah-tengah rakyat, menyebarkan semangat gotong royong dan energi positif untuk maju mencapai keunggulan,” terangnya.

Kasad juga tidak lupa mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh pihak terutama Pemerintah Daerah dan masyarakat atas dukungannya sehingga TMMD ini dapat berjalan lancar dan mencapai target yang diharapkan.

Seusai pembacaan amanat, Pangdam IX/Udayana menyaksikan penanda tanganan penyerahan laporan hasil pelaksanaan TMMD ke 104 Kodim 1614/Dompu dari Dansatgas TMMD kepada Bupati Dompu selaku Kepala Daerah.

Setelah melaksanakan upacara penutupan, Pangdam IX/Udayana didampingi Danrem 162/WB dan Bupati Dompu beserta rombongan melakukan peninjauan Posyandu, pelayanan kesehatan dan stan lainnya dilapangan dan dilanjutkan peninjauan hasil pelaksanaan TMMD dan penyerahan rumah kepada Aksa Sutarman warga penyandang disabilitas di Dusun Mujur Desa Lanci Jaya.

Upacara penutupan TMMD ke 104 tahun 2019 dihadiri Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf I Kadek Subawa, anggota DPR RI dari PAN Muhammad Syafrudin, ST., Forkopimda Dompu, para Dandim jajaran Korem, para SKPD, Muspika, pengurus Persit KCK PD IX dan Koorcab 162 bersama jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ribuan masyarakat setempat yang juga dimeriahkan dengan artis ibu kota Jenita Janet.

Tatap Muka Pangdam IX/Udayana Dengan Pemda dan Masyarakat Dompu

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny SusAianto, S.IP., memberikan sambutan pada acara silturrahmi dengan pemda Dompu di Pendopo Bupati Dompu.

Dompu – Pangdam IX//Udayana menggelar tatap muka dengan Bupati Dompu Drs. H. Bambang M.Yasin dan jajarannya di Pendopo Bupati Dompu, Selasa malam (26/3).

Acara tatap muka yang dikemas dengan silaturrahmi tersebut berlangsung sederhana namun khidmat penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Bupati Dompu dalam sambutannya acara tatap muka ini sebagai bentuk silaturrahmi sekaligus menemani Pangdam beserta rombongan selama berada di kabupaten Dompu.

Bupati Dompu juga berharap agar Pangdam IX/Udayana memberikan arahan kepada seluruh peserta yang hadir sebagai bekal dalam melaksanakan tugas.

Pangdam IX/Udayana dalam sambutannya mengucapkan terimkasih kepada Bupati dan Pemerintah Daerah atas sambutan dan kesempatan yang diberikan dalam acara panen raya jagung di Kecamatan Menggelewa.

Menurutnya, jagung di Kabupaten Dompu terlihat berhasil dan sukses karena mampu mengeksport jagung keluar negeri. Namun jangan lupa, sambungnya, agar menjaga keseimbangan lingkungan dan alam sehingga dari sisi ekonomi sukses dan kelestarian alam juga terjaga dengan baik.

“Jangan sampai alam tidak bersahabat dengan kita karena dampaknya juga akan kembali kepada kita semua,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga menegaskan tentang Netralitas TNI pada Pemilu 2019 yang tidak ada tawar menawar sehingga TNI jangan dibawa-bawa, jangan diajak maupun dilibatkan dalam politik praktis baik dalam Pileg maupun Pilpres.

“Saya titip Prajurit saya kepada seluruh masyarakat, jangan libatkan mereka ke dalam politik praktis karena TNI tetap pada komitmennya yakni netral pada Pemilu 2019,” ujar Pati Bintang Dua tersebut.

“Jadikan perbedaan yang ada sebagai kekuatan kita bersama dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, jangan mau dipecah belah oleh perbedaan pilihan dan tetaplah bersikap bijak dalam menghadapi Pemilu 2019,” pungkasnya.

Dalam acara silaturrahmi tersebut terlihat hadir mendampingi Pangdam IX/Udayana Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., beserta istri, Aster Kasdam IX/Udayana, Forkopimda Dompu, para Dandim jajaran Korem 162/WB, para SKPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Dompu.

Pangdam IX/Udayana Panen Raya Jagung Bersama Bupati Dompu

Panen raya jagung di Desa Sukadamai Kecamatan manggelewa Kabupaten Dompu.

Dompu – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., bersama istri Ny. Riza Benny Susianto didampingi Danrem 162/WB Kolonel czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Forkopimda Dompu melaksanakan panen raya jagung di Desa Sukamulia Kacamatan Manggelewa Kabupaten Dompu, Selasa (26/3).

Kondisi hujan lebat mengiringi proses panen raya jagung yang dibarengi dengan rasa kebersamaan, canda tawa dan kelakar menambah hangat suasana.

Seusai melaksanakan panen raya, Pangdam IX/Udayana dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Daerah dalam mensejahterakan rakyatnya melalui budidaya tanaman jagung.

Menurutnya, melaksanakan panen raya jagung di Kabupaten Dompu bersama Bupati dan Forkopimda merupakan suatu penghargaan dan kebanggaan yang luar biasa.

Pangdam IX/Udayana kemudian menyematkan gelar Profesor jagung kepada Bupati Dompu.

Pangdam juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersyukur karena memiliki tanah yang sangat subur, disepanjang mata memandang terlihat hijau dengan tanaman jagung.

Namun demikian, sambungnya, kita harus tetap memperhatikan dan menjaga keseimbangan alam sehingga semuanya bisa berjalan beriringan.

Selain itu Alumni Akabri 1987 tersebut, mengucapkan terimakasih atas kepercayaan pemerintah daerah dan masyarakat kepada TNI khususnya jajaran Korem yang selama ini sudah bisa membantu menyelesaikan permasalahan didaerah.

“Soliditas dan sinergitas harus dibangun sehingga semua permasalahan bisa terselesaikan dengan baik,” terangnya.

Terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2019, Pangdam mengingatkan agar menjadikan pesta demokrasi yang aman, nyaman dan damai dengan memahami tujuan dari demokrasi itu sendiri.

“Kita harus cerdas menjalani kehidupan berdemokrasi dan jangan fanatik, saya yakin di bawah kepimpinan Bupati masyarakat bisa menjadi masyarakat yang bijak menghadapi Pemilu,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, orang nomor satu di jajaran Kodam IX/Udayana tersebut meminta kepada masyarakat jangan melibatkan, mengajak dan mempengaruhi Prajurit TNI dalam politik praktis karena TNI tetap pada komitmennya untuk netral pada Pemilu 2019.

Sebelumnya, Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Daerah setiap tahun mengadakan kegiatan panen raya dan juga mengupayakan harga jagung tetap stabil sehingga mampu menurunkan angka kemiskinan untuk masyarakat Dompu karena jagung.

“Tahun ini, insya Allah Indonesia tidak akan melakukan impor jagung dan mungkin kita akan melakukan ekspor kembali keluar negeri seperti yang kita lakukan tahun kemarin ke Philipina,” ujar Bupati.

Setelah menggelar panen raya jagung, Pangdam IX/Udayana bersama seluruh rombongan melaksanakan peninjauan ke beberapa sasaran TMMD ke 104 tahun 2019 yang sudah selesai dibangun.

Dalam panen raya jagung juga dihadiri Aster Kasdam IX/Udayana, para Dandim jajaran Korem 162/WB, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para undangan lainnya.

Pangdam IX/Udayana Tekankan Netraliltas dan Soliditas TNI Polri Hadapi Pemilu 2019

WhatsApp Image 2019-02-13 at 13.34.37

Mataram – Usai menutup Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Polri yang dihadiri para pimpinan TNI Polri di wilayah NTB di Hotel Lombok Plaza diantaranya Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP dan Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmad Juri, MH., Rabu (13/2).

Pangdam IX/Udayana dalam wawancaranya dengan wartawan menyampaikan pelaksanaan Pemilu 2019 harus berjalan aman dan damai. “Untuk mendukung pelaksanaan Pemilu yang aman dan damai ada dua strategi utama yang harus dilaksanakan yakni menjaga netralitas dan soliditas TNI Polri supaya mampu bersinergi dengan semua komponen sehingga KPU dan Bawaslu dalam menyelenggarakan Pemilu berjalan aman dan damai,” ungkap Pangdam.

Dijelaskannya, terkait penggunaan kekuatan TNI dalam Pemilu sesuai dengan penyampaian Kapolda yakni 2/3 dari kekuatan Polri di setiap wilayah, namun karena keterbatasan sehingga kita menggunakan asas prioritas dari kemungkinan eskalasi ancaman.

Terkait dengan eskalasi ancaman, menurut Jenderal bintang dua tersebut, sudah dipetakan semua oleh Kapolda untuk wilayah NTB dan TNI akan mengimbanginya. “Jadi tidak cukup pasukan saya digelar dengan teori 2/3 kekuatan Polri,” ujarnya.
Oleh karena itu, saling memback up dengan membaca eskalasi ancaman sehingga bisa menjawab bila terjadi kemungkinan-kemungkinan kontijensi.

Diakuinya, tahapan Pemilu hingga saat ini masih dalam kondisi kondusif. “Alhamdulillah semua masih normal dalam masa Pemilu yang hanya tinggal 2 bulan,” kata Pangdam.

Menurutnya, untuk wilayah Kodam IX/Udayana ada tiga provinsi secara keseluruhan sampai saat ini masih aman, meskipun ditingkat nasional Provinsi NTT dianggap termasuk daerah yang dipetakan berwarna merah, namun itu diambil dari eskalasi Pilkada. “Kita doakan saja,” ucapnya.

Selain itu, Alumni Akmil 87 tersebut juga menyampaikan bahwa media juga memegang peranan untuk bersinergitas bersama TNI Polri khususnya dengan KPU dan Bawaslu diperlukan untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat.

Pangdam kemudian menyebutkan peran media dalam Pemilu yakni pertama, memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak golput dan berdatangan ke TPS karena keberhasilan demokrasi salah satu tolak ukurnya partisipasi masyarakat dalam proses Pemilu dan kedua, media melalui tulisannya mampu membuat suasana menjadi dingin atau panas.

Obyek dalam Pemilu adalah masyarakat, penyelenggaranya KPU dan Bawaslu, TNI Polri sebagai pendukung sesuai dengan tugasnya dan media yang mengelola dan menciptakan suasana sesuai isi tulisan.

“Mari kita bersinergi mensupport program demokrasi sehingga pesta demokrasi bangsa betul betul tercapai dengan tolak ukur damai dan koridor hukum berjalan dengan baik,” tutupnya.

Sebelumnya, Kapolda NTB menyampaikan saat ini waktu Pemilu sudah memasuki 2 bulan terakhir sehingga harus merefresh penyiapan rencana pengamanan.

“Terkait dengan pengamanan masing-masing TPS yang rawan ada siklus, tahapan dan mekanisme penanganannya dan apabila terjadi eskalasi ancaman maka TNI sudah dipersiapkan, papar Kapolda.

“Penggunaan TNI dalam Pemilu 2019 sebanyak 2/3 kekuatan Polri sudah diajukan sesuai dengan tahapan,” pungkasnya.

Pangdam IX/Udayana Ajak Media Kawal Proses Percepatan Rehab rekon Pasca Gempa

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto  ajak media kawal percepatan proses rehab rekon usai peresmian SDN 5 Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, Selasa (12/2).

Lombok Timur – Usai meresmikan SDN 5 Labuan Lombok Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., didampingi Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dalam wawancaranya dengan wartawan memberikan penjelasan bahwa terkait penunjukan aplikator, selama aplikator mempunyai kemampuan boleh namun bisa dipertanggung jawabkan karena para aplikator harus punya modal dan tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah mengingat dana cair setelah pekerjaan selesai.

“Maka ditunjuk aplikator yang bonafit yang punya modal, bukan hanya punya kemauan sehingga proses pembangunan tidak terhambat,” ujarnya.

Pangdam juga menyinggung masih adanya warga yang masih tinggal di tenda darurat. “Untuk mengantisipasi warga yang masih tinggal di rumah darurat atau tenda maka TNI menggelar operasi teritorial (Opster) TNI dengan membuat hunian sementara (Huntara) untuk warga korban gempa,” ungkap Jenderal Bintang Dua tersebut.

Terhadap Aplikator yang sudah bekerja, sambungnya, akan terus dikawal secara bersama-sama supaya tidak ada kesulitan dengan cara berkoordinasi dengan pihak Bank BRI, untuk menjaga agar tetap aman karena jangan sampai diberikan dana dan meninggalkan tanggungjawabnya.

Menurutnya, pihak Pemerintah bersama para stakeholder melakukan langkah-langkah agar tujuan akhir keinginan Pemerintah yakni masyarakat harus segera memiliki rumah tercapai dengan tetap mengedepankan akuntabilitas sehingga harus berhati-hati.

Mayjen TNI Benny Susianto juga menjelaskan bahwa turunnya TNI Polri sebagai Aplikator untuk mempercepat proses rehab rekon karena tidak ada institusi negara yang bisa berdiri sendiri menyelesaikan persoalan tersebut.

Dijelaskannya, keberadaan Fasilitator umum dan dari TNI akan bekerjasama dilapangan dan ternyata hingga saat ini juga masih kurang, maka persoalan yang dihadapi Pemerintah Daerah ini akan dikomunikasi ditingkat atas untuk mencari solusi yang terbaik.

Tidak ada yang tidak mampu namun semua punya keterbatasan sehingga keterbatasan-keterbatsan tersebut harus dikombinasi, bersatu dan bersinergi sehingga menjadi kekuatan termasuk tulisan rekan media.

“Media akan membantu proses percepatan melalui tulisan, paling tidak ada spirit dari masyarakat untuk berbuat,” pungkasnya.

Pangdam IX/Udayana Resmikan Bangunan SDN 5 Labuhan Lombok yang terpapar Gempa

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto  ajak media kawal percepatan proses rehab rekon usai peresmian SDN 5 Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, Selasa (12/2).

Lombok Timur – SDN 5 Labuhan Lombok yang rusak berat karena gempa pada Agustus tahun 2018 lalu, kini sudah berdiri kokoh diatas lahan semula. Pembangunan empat lokal ruang kelas SDN 5 Labuhan Lombok dan empat kamar mandi sebagai hasil kerjasama antara TNI dengan Pemda Lotim dan PT. Intraco Penta Prima Servis (IPPS) diresmikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., di halaman SDN 5 Labuan Lombok Kecataman Pringgabaya Kabupaten lombok Timur, Selasa (12/2).

Pada kesempatan tersebut Direktur Utama PT. IPPS George Setiadi dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap semangat dan antusias anggota Kodim 1615/Lotim bersama masyarakat dalam membangun kembali SDN 5 Labuan Lombok yang rusak akibat gempa.

Dijelaskannya, rencana untuk membantu korban gempa Lombok ini sebagai keinginannya bersama karyawan PT. IPPS dengan tidak memakan waktu lama, banyak karyawan yang bersedia ke Lombok untuk memberikan bantuan sebagai relawan.

“Keberadaan kami untuk pertama kalinya ada di Desa Wadon Kecamatan Gunungsari Lombok Barat dan langsung beraksi dengan mengajar anak-anak yang sekolahnya juga rusak berat, sehingga kami bersama customer yang lain berfikir untuk membangun sekolah,” tutupnya.

Sementara Bupati Lombok Timur Drs. H. Muhammad Sukiman Azmy, MM., dalam sambutannya menyampaikan laporan bahwa dari 21 Kecamatan di wilayah Kabupaten Lombok Timur sebanyak 18 Kecamatan yang terdampak gempa, dari 254 Desa sebanyak 180 terkena dampak, sebanyak 294 SD dan SMP yang terkana dampak diluar dari SMA dan SMK. Sedangkan pondok pesantren yang terkena sebanyak 190 Ponpes yang didalamnya terdapat Madrasah Ibtidaiyah (MI), MTs, Madrasah Aliyah dan SMK.

“Saya mewakili masyarakat Kabupaten Lombok Timur khsususnya di Desa Gunung Malang ini mengucapkan terimakasih kepada PT. IPPS yang telah memberikan sumbangannya untuk pembangunan SDN ini dan dikerjakan oleh anggota TNI dari Kodim Lombok Timur,” ungkap Bupati.

Mantan Dandim Lotim tersebut juga menyampaikan kondisi masyarakatnya sudah relatif stabil setelah didera oleh sekian banyak gempa bumi dari skala terbesar hingga sekarang masih terasa yang ukuran 3 Skala Richter.

“Alhamdulillah masyarakat Lombok Timur sudah tidak ada lagi yang tinggal di dalam tenda terpal, semua sudah masuk kedalam rumah hunian sementara (Huntara) yang dibangun berdasarkan swadaya masyarakat maupun yang dibangun oleh BUMN-BUMN yang diperintahkan Bapak Presiden di wilayah Lombok Timur khususnya,” ujar Bupati periode 2018-2023 tersebut.

Dilanjutkannya, khusus untuk SDN 5 Labuan Lombok ini, Pemda sudah menyiapkan dana sebesar Rp 595 juta untuk kelanjutan pembangunan tiga lokal dengan rincian satu lokal menghabiskan biaya Rp 165 juta ditambah satu lokal untuk perpustakaan senilai Rp 100 juta.

Menurutnya, pihaknya ingin menyerahkan pembangunannya kepada TNI AD, karena dari modal tiga lokal bisa menjadi empat hingga lima lokal. Namun karena ketentuannya sudah sedemikian rupa dan prosesnya sekarang masih tahap pelelangan. “insya Allah bulan ini selesai pelelangan dan bulan Maret mendatang akan dibangun tiga lokal plus satu lokal perpustakaan,” pungkasnya.

Mengawali sambutannya, Pangdam IX/Udayana memberikan apresiasi kepada Dirut PT. IPPS dan Bupati Lombok Timur yang telah mampu membangun semangat dan kepercayaan masyarakat Lotim untuk bangkit membangun wilayahnya sesuai dengan kondisi semula.

“Masyarakat tidak merasa sendirian, mudah-mudahan Pak Goerge bisa membawa rekan-rekannya yang lain untuk membantu masyarakat yang terpapar gempa dan kami TNI Polri siap membantu Pemda dan masyarakat semaksimal mungkin,” kata Pangdam.

Dijelaskannya, kepercayaan dan optimisme masyarakat akan tumbuh dengan melihat sinergitas yang dibangun para steakholder yang ada, kompak dan solid dibawah pimpinan Bupati Lotim. “Kekompakan dan soliditas yang sudah dibangun ini agar dipelihara dan ditingkatkan sehingga semua persoalan bisa diselesaikan dengan baik,” harap Alumni Akmil 87 tersebut.

Pangdam juga meminta kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab mengingat semua kesulitan tidak bisa diselesaikan hanya dari para stakeholder saja namun keterlibatan masyarakat didalamnya akan menjadi kekuatan untuk menyelesaikan semua persoalan yang ada.

Selain itu, Pangdam juga menyampaikan TNI saat ini sedang melaksanakan operasi teritorial (Opster TNI) dengan membangun 70 rumah Huntara untuk para korban gempa yang masih tinggal di dalam tenda.

Usai memberikan sambutan, Pangdam IX/Udayana didampingi Bupati Lotim dan Dirut PT. IPPS meresmikan bangunan SDN 5 Labuhan Lombok dengan memotong pita dan langsung melihat ruang kelas yang sudah dibangun.

Acara peresmian tersebut dihadiri para Asisten dan Kabalak Kodam IX/Udayana, Forkopimda Lombok Timur, para Kasi Korem, Ibu-ibu Persit KCK, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ratusan masyarakat Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur.

Pangdam IX/Udayana Optimis Percepatan Rehab Rekon Tercapai Tepat Waktu

Pangdam IX/Udayana melaksanakan peninjauan pencairan dana stimulan bantuan pemerintah satu pintu di Lapangan Tanjung KLU, Selasa (12/2).

Lombok Utara – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., bersama rombongan didampingi Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dan Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, Danyonif 742/SWY Letkol Inf Agus P. Doni dan para pejabat Korem melaksanakan kunjungan kerjadi wilayah Pulau Lombok NTB dalam rangka mengecek Posramil Pemenang dan Koramil 1606-03/Bayan yang baru selesai dibangun serta melihat secara langsung proses pencairan dana stimulan satu pintu di Lapangan Tanjung Kabupaten Lombok Utara dan di Lapangan Transad Kecamatan Sambalia Kabupaten Lombok Timur, Selasa (12/2).

Pangdam IX/Udayana kepada sejumlah wartawan di Lapangan Tanjung KLU menyampaikan kehadirannya di Pulau Lombok dalam rangka memantau Prajurit TNI yang bekerja membantu Pemerintah Daerah untuk tahap rehab rekon pasca gempa di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Menurutnya, dari apa yang dilihat dan berbicara dengan masyarakat, ada prospek yang jelas dimana masyarakat sudah mengerti tentang bagaimana menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi, khsusunya terkait dengan pencairan dana bantuan stimulan dari pemerintah pusat dengan membentuk Pokmas dan melengkapi persyaratan administrasi yang sudah ditentukan sehingga lebih cepat dalam proses pencairannya.

“Hal itu dilakukan berdasarkan instruksi Presiden agar segera memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan memberikan kemudahan sehingga proses rehab rekon bisa berjalan cepa dan lancar,” ungkap Pangdam.

Melihat kondisi tersebut, orang nomor satu di jajaran Kodam IX/Udayana tersebut sangat yakin proses rehab rekon berjalan sesuai target.

“Dengan adanya management seperti ini, saya optimis percepatan rehab rekon ini akan berjalan dengan baik karena dilihat dari target pencairan dana Bank BRI hari ini saja mencapai 23 ribu untuk rumah rusak berat, dan tentunya para Fasiliator bersama masyarakat harus bersama-sama bekerja menyelesaikan tugasnya,” ujarnya.

Selain itu, Pangdam IX/Udayana juga menyampaikan cepat tidaknya proses pencairan dana rehab rekon tergantung dari masyarakat, mau tidak masyarakat disiplin sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan bersama karena tuntutannya akuntabilitas, sehingga Pemerintah Daerah bersama Stakeholder lainnya tidak ada tuntutan Korupsi dibelakang hari dan endingnya juga masyarakat semua senang dengan rumahnya terbangun.

“Dalam proses pencairan dana ada pihak BPKP, inspektorat, Perbankan, Pemda, BPBD dan apilikator duduk bareng dengan satu titik pelayan satu pintu,” sebut Perwira Tinggi Bintang Dua tersebut.

Dikatakannya, pembangunan ini sangat bergantung dengan beberapa hal antara lain masyarakat itu sendiri, kondisi cuaca, dan para aplikator yang memenuhi persyaratan dan memiliki jaminan di Bank BRI.

“Pemerintah berharap agar proses rehab rekon dapat dilaksanakan secepat mungkin karena managementnya sudah bagus dengan bekerja keras tentunya,” sebutnya.

Pangdam IX/Udayana juga meminta kepada media untuk membantu mengawal proses percepatan rehab rekon dengan sosialisasi melalui media masing-masing sehingga pembangunannya bisa berjalan sesuai harapan.