Tag Archives: rehab rekon pasca gempa

Pangdam IX/Udayana Tinjau Rehab Rekon Pasca Datangnya Satgas Zeni TNI Periode Kedua

cd049023-ddb4-480f-91ef-094ed4548127

Lombok Utara – Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, S.IP., didampingi Komandan Korem 162/WB Kolonel Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., melaksanakan peninjauan dan pemantauan di beberapa lokasi percepatan rehab rekon pasca kedatangan tenaga bantuan dari Satgas rehab rekon terpadu Zeni TNI tahap kedua, Kamis (5/3).

Pangdam IX/Udayana bersama rombongan meninjau beberapa lokasi di Kecamatan Gunungsari Lombok Barat dan Kecamatan Pemenang Lombok Utara. Pangdam IX/Udayana disela-sela peninjauan saat di wawancara awak media menyampaikan pihaknya melakukan peninjauan pelaksanaan tugas bantuan TNI pasca bencana gempa di Lombok.

“Ini merupakan periode kedua dalam tahap rehab rekon oleh pasukan Zeni TNI yang merupakan gabungan dari darat, laut dan udara bersama masyarakat untuk melanjutkan tahap rehab rekon yang belum terselesaikan,” terang Benny sapaan akrab Pangdam IX/Udayana.

Menurutnya, dari seluruh jumlah rumah yang rusak akibat gempa, sekitar 75 persen sudah dikerjakan oleh Satgas rehab rekon Zeni TNI pada tahap pertama dan sisanya akan diselesaikan oleh Satgas rehab rekon pada tahap kedua.

Terkait dengan waktu pelaksanaan periode kedua, Pati bintang dua tersebut menjelaskan berdasarkan perencanaan awal akan diselesaikan dalam waktu tiga bulan kedepan, namun melihat sasaran yang begitu besar dan letaknya tersebar dibanyak tempat (tidak satu titik-red) sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang dalam penyelesaiannya, dan ini juga sudah dilaporkan kepada Wakil Presiden RI pada saat kunjungan.

“Kalau memang membutuhkan waktu lebih dipersilahkan,” kata Pangdam menirukan arahan Wakil Presiden.

Namun Pangdam IX/Udayana optimis akan tetap mempercepat penyelesaian RTG sehingga masyarakat tidak lagi kesusahan dengan tempat tinggal dan bisa membantu menghilangkan trauma gempa.

Pangdam juga berharap kepada Prajurit Zeni TNI yang sudah mulai bekerja untuk terus memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat dalam menyelesaikan pembangunan perumahan masing-masing dan yakinkan berikan yang terbaik kepada masyarakat dengan tulus dan ikhlas sehingga tercatat sebagai amal ibadah.

Selain itu, Pangdam juga menyampaikan kerja yang dilakukan ini tidak lepas dari sinergitas semua unsur yang ada di wilayah terdampak gempa dengan leding sektornya Pemerintah Daerah dengan seluruh perangkat-perangkatnya, termasuk BNPB maupun BPBD sehingga NTB dijadikan model oleh Pemerintah Daerah lain karena progress yang dilakukan terukur dan jalas.

Pada kesempatan tersebut turut mendampingi Asops dan Aster Kasdam IX/Udayana, Dandim 1606/Lobar, Danramil setempat dan Dantim intel Korem 162/WB.

Danrem 162/WB Kunjungi BPBD Loteng Pantau Pendebetan dan Pencairan Dana Stimulan Rehab Rekon

Lombok Tengah – Proses pencairan bantuan dana stimulan dari Pemerintah pusat untuk warga terdampak gempa terus dilakukan hingga batas waktu tanggal 31 Maret 2020. Kaitan dengan itu, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Kasdim 1620/Loteng Mayor Inf Dian Aksmiyandita melaksanakan kunjungan ke Kantor BPBD Lombok Tengah sekaligus meninjau dan memantau proses pendebetan dan pencairan dana stimulan yang diberikan oleh Bank Mandiri, Selasa (28/1).

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB dalam wawancaranya dengan wartawan setempat menjelaskan bantuan dana stimulan dari Pemerintah harus sudah terserap oleh masyarakat terdampak gempa dalam bentuk rekening Pokmas sampai tanggal 31 Maret 2020 sehingga tidak menghambat proses percepatan regab rekon.

Menurut Danrem, pembuatan rumah tahan gempa (RTG) membutuhkan proses yang lumayan berat, mulai dari proses verifikasi, penetapan SK, proses pencairan dana hingga mencari tukang bangunan.

“Untuk mencapai target pembangunan 100 persen dengan batas waktu hingga tanggal 31 Maret 2020 membutuhkan tukang yang banyak sehingga harus dilakukan pengecekan dan pengawasan,” ujarnya.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga menyampaikan jumlah warga terdampak gempa di Kabupaten Lombok Tengah pada tahap ini sebanyak 655 dari jumlah keseluruhan 10.089 KK.

“Sisa sebanyak 655 KK ini harus segera dibangun setelah menerima dana, dan jangan digunakan untuk kepentingan yang lain,” harap Danrem.

Danrem juga mengingatkan para Pokmas, Fasilitator dan Aplikator agar serius dan maksimal dalam pembangunan RTG dan jangan ada pemikiran, menfaatkan untuk disalah gunakan atau tindakan-tindakan yang dapat merugikan warga korban gempa dan pemerintah.

“Jika ada yang main-main dan mengambil keuntungan dari proses rehab rekon ini, maka akan diberikan tindakan keras dengan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, karena beberapa oknum yang nakal sudah ditanggani pihak Kepolisian untuk dilakukan langkah hukum agar tidak terulang lagi, apa lagi dalam situasi masyarakat yang sedang dilanda musibah,” tandas Danrem 162/WB.

Danrem 162/WB Bersama Dandim Lobar Pantau Proses Percepatan Rehab Rekon

a7df6f0b-07c9-4c92-88bf-68535bd87ee6

Lombok Utara – Upaya untuk mendorong proses pembangunan rumah tahan gempa (RTG) bagi warga yang terdampak gempa dengan menfaatkan dana stimulan dari pemerintah pusat terus dilakukan terutama di daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Dalam hal ini, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP., berkeliling memantau proses percepatan rehab rekon mulai dari Kecamatan Pemenang hingga Kecamaatan Bayan KLU, Senin (27/1).

Kesempatan tersebut juga digunakan untuk memantau pembagian buku rekening dari Bank Mandiri di Desa Rempek dan Desa Sambik Bangkol Kecamatan Gangga Lombok Utara.

Dalam sambutannya, Danrem 162/WB hari ini dilaksanakan proses penyerahan buku tabungan rehab rekon kepada warga terdampak gempa untuk pembangunan RTG, bukan untuk hal-hal yang lain. Segera membuat Pokmas yang bertanggungjawab untuk mengelola dana tersebut dan mendistribukan material kepada anggota Pokmasnya.

“Setelah pembagian buku rekening ini, langkah berikutnya membuat rekening Pokmas karena batas akhir pembagian dana stimulan bantuan rehab rekon untuk tahap ini sampai dengan tanggal 31 Maret 2020,” papar Danrem.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga meminta Pokmas untuk memilih Aplikator yang terbaik sehingga pembangunan RTG-nya berjalan aman dan lancar.

“Kepada Perbankan agar melayani masyarakat dengan baik sehingga prosesnya dapat berjalan tepat waktu sesuai harapan kita bersama,” harapnya.

Alumnus Akmil 1993 tersebut juga memberikan penekanan kepada para Fasilitator khususnya Fasiliator TNI POLRI untuk jangan main-main dalam pelaksanaan rehab rekon dan apabila ada indikasi untuk mengambil keuntungan, maka akan diberikan tindakan keras dengan sanksi hukuman sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku hingga pemecatan.

Usai melaksanakan pemantauan pembagian buku rekening tabungan rehab rekon di KLU, Danrem 162/WB bersama rombongan kemudian memimpin rapat koordinasi dalam rangka percepatan rehab rekon RTG ruang rapat Jayang Rana Kantor Bupati Lombok Barat bersama Forkopimda Lobar, Kasi Intel Korem 162/WB, Asisten III Bupati Lobar, Kadis PUPR Lobar, Kadis Perkim Lobar, para Danramil dan Kapolsek, TPK dan korwil Lobar, Kancab Bank BRI mataram dan Kancab Bank Mandiri Mataram.

Dandim Lobar Bersama Forkopimda Lombok Utara Ambil Apel Fasilitator Rehab Rekon di KLU

WhatsApp Image 2020-01-18 at 08.00.42

Lombok Utara – Masaa proses rehab rekon rumah tahan gempa (RTG) bagi warga terdampak gempa bumi pada 2018 lalu diperpanjang hingga tanggal 31 Maret 2020 mendatang.

Terkait dengan itu, sekitar 522 orang fasilitator yang terdiri dari anggota Kodim 1606/Lobar, anggota Polres Lotara dan masyarakat melaksanakan apel fasilitator yang diambil Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP., Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Ahyar, SH. MH., dan Kapolres Lotara AKBP Herman Suriyono, S.I.K., MH., di Lapangan Supersemar Tanjung KLU, Selasa (21/1).

Pada kesempatan tersebut, Bupati KLU mengatakan apel fasilitator ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan dan ikhtiar m dalam proses percepatan rehab rekon di wilayah KLU.

Dijelaskannya, pihaknya sudah menerima dana bantuan stimulan dari Pemerintah Pusat untuk SK 22-24 dengan jumlah dana sebesar Rp 167.900.000.000,- untuk membangun rumah rusak ringan, sedang dan rusak berat.

Sebagai mitra kerja, lanjut Najmul Ahyar, fasilitator akan membantu penyelesaian masalah yang ada, berat dan ringannya tugas tergantung keihklasan kita dalam melaksanakannya.

“Dengan bimbingan Dandim, Kapolres dan Kalak BPBD, in sya Allah dapat berjalan dengan tertib dan lancar,” ujar Bupati.

Sementara Dandim 1606/Lobar menyampaikan dalam pelaksanaan rehab rekon perlu adanya soliditas dan sinergitas semua fasilitator baik TNI, Polri maupun Sipil unutk kelancaran pembangunan.

Ditegaskannya, apabila ada oknum tertentu yang bermain dilapangan agar segera di laporkan sehingga bisa diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Mari kita satukan niat dalam pelaksanaan tugas ini untuk saudara-saudara kita yang terdampak gempa sehingga percepatan proses rehab rekon tuntas hingga akhir Maret 2020 mendatang,” harapan Efrijon.

Sedangkan Kapolres KLU mengajak untuk menjaga soliditas dan sinergitas semua fasilitator TNI, Polri dan Sipil agar tercapai semua tugas dalam mempercepat pembangunan rehab rekon.

Terkait dengan pertanggung jawaban keuangan, Kapolres meminta agar segera di selesaikan sehingga tidak menghambat pembangunan RTG.

Apel fasilitator rehab rekon dihadiri Kasi Intel Korem 162/WB, Kalak BPBD KLU, para Pasi Kodim, Kasat Binmas Polres Lotara, Askorwil, fasilitator TNI, Polri dan Sipil Wilayah KLU dan Perwakilan Bank Mandiri.

Tidak Kenal Hari Libur, Danrem 162/WB Tetap Eksis Pantau Percepatan Rehab Rekon RTG

eb4e7620-1c4d-4d9b-bbd5-2b14f0ae1620

Lombok Timur – Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Pasiter Korem Mayor Inf I Made Dharma dan Kasdim 1615/Lotim Mayor Inf Arifianto melaksanakan peninjauan pembangunan rumah tahan gempa (RTG) di wilayah Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, Sabtu (18/1).

Disela-disela peninjauan proses rehab rekon, Danrem 162/WB dalam wawancaranya dengan wartawan menyampaikan pihaknya sengaja melakukan pemantauan proses percepatan rehab rekon walaupun dihari libur di wilayah Kabupaten Lombok Timur.
Diakuinya, berdasarkan laporan Lotim merupakan salah satu Kabupaten tercepat dalam proses rehab rekon, namun dalam hal ini masih ada permasalahan yang belum tuntas, dan ternyata masih dalam proses untuk segera ditindaklanjuti oleh Pemda.

“Batas limit waktu rehab rekon sampai 31 Maret 2020, kalau sampai tanggal tersebut tidak terselesaikan dan terserap, maka dana tersebut harus dikembalikan kepada pemerintah. Untuk itu harus segera mengurus administrasi pencairan dana rehab rekon yang belum dicairkan,” papar Danrem.

Terkait dengan informasi 13 KK yang masih tinggal di hunian sementara (Huntara), Danrem mengatakan sedang diadakan verifikasi dan setelah selesai baru anggaran akan dikeluarkan sesuai kebutuhan.

“Mudahan minggu depan sudah mulai pencairan dan pembangunan rumahnya,” harapnya.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga menjelaskan Terkait adanya informasi program khusus pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) oleh Pemda Lotim bukan dalam bentuk TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), namun pembangunan RTLH akan dimasukan dalam program karya bhakti skala besar karena pembangunannya sebanyak 4 ribu unit RTLH dan ini sudah dilaporkan dan setujui pimpinan.

Dalam proses pembangunan 4 ribu unit RTLH pada awal tahun 2020, Korem 162/WB akan membantu sepenuhnya dengan estimasi penggunaan personel dari Kodim Lotim, Yonif 742/SWY dan Denzibang Mataram.

Danrem 162/WB Pimpin Rapat Internal Bahas Percepatan Pembangunan Rehab Rekon di Lombok Utara

edb56aab-3ae2-41ad-9773-1cc175916361

Lombok Utara – Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. Sh. M.Han., menghadiri rapat internal terkait dengan percepatan pembangunan rehab rekon SK 22 dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lombok Utara yang dihadiri Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijhon Kroll, Ketua DPRD KLU Nasrudin, S.Hi., Ketua Pansus rumah tahan gempa Tusen Lashima, Kalak BPBD KLU Muhadi, SH., Pasiter Korem dan Kodim Lobar, Kasat Binmas Polres KLU AKP Gusti Lanang Wijaya, para Danramil se KLU, Korwil, Korcam fasilitator RTG, perwakilan Kancab BRI Tanjung) dan perwakilan Aplikator di di Posko terpadu rehab rekon Kabupaten Lombok Utara, Rabu (15/1).

Kalak BPBD Lombok Utara dalam pembukaan rapat menyampaikan rincian anggaran yang telah di salurkan BNPB sesuai dengan data rekening yang sudah tercetak dan mengajukan dua solusi yang bisa berikan yakni dengan cara mentransfer dana yang sudah masuk senilai Rp 167.900.000.000,- untuk anggaran SK 22 dan SK 23 dengan kriteria rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan atau mempreoritaskan rusak berat dari SK 22 samppa SK 25.

Dalam hal tersebut Danrem 162 WB meminta agar pelaksanaan rehab rekon dipercepat mengingat waktu yang diberikan terbatas hingga dua bulan kedepan, maka harus ada metode untuk menyalurkan dana dari Pemerintah Pusat kepada masyarakat sehingga proses rehab rekon bisa berjalan sesuai harapan.

Selain itu Danrem juga menyampaikan pesan dari Kepala BNPB RI bahwa rehab rekon seharusnya sudah selesai pada 21 Desember 2019 baik rumah rusak ringan dan sedang, sedangkan untuk keseluruhan di targetkan harus selesai pada 31 Maret 2020.

Terhadap pihak perbankan, Danrem meminta agar memberikan pelayanan kepada penerima anggaran RTG sesuai SK sampai tanggal 31 Maret 2020 sesuai ketentuan prosedur yang ada.

Ketua DPRD KLU menegaskan kepada Kalak BPBD KLU untuk segera diselesaikan pembangunan baik fisik maupun administrasi dari SK yang sudah turun hingga tanggal 31 Maret 2020.

Sedangkan Ketua Pansus RTG pada kesempatan tersebut menyampaikan untuk mempercepat pembangunan RTG sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka dari Pansus akan lebih menyederhanakan terkait administrasi, dan akan mengumpulkan para Aplikator untuk menyelesaikan tanggung jawab pembangunan.

Dandim 1606/Lobar menyampaikan pihaknya akan siap membantu mengawasi dan mengawal proses pembangunan sampai dengan selesai maupun proses penyerapan anggaran dari Pempus hingga 100 persen sampai batas waktu tanggal 31 Maret 2020.

Pada kesempatan itu, perwakilan aplikator juga meminta agar tidak memponis semua aplikator itu tidak bagus dan banyak di salahkan. Menurutnya, aplikator yang baik juga dapat membantu mempercepat pembangunan karena kami tulus membantu masyarakat.

“Kita bisa memilah aplikator yang baik dan mana yang nakal sehingga tidak memponis semua aplikator berbuat tidak baik,” tutupnya.

Sebelumnya, Danrem 162/WB didampingi Dandim 1606/Lobar dan rombongan melaksanakan peninjauan pembanguna RTG di Dusun Mangala Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara.

3785 unit Rumah RTG secara simbolis di serahkan kepada Masyarakat desa Sejongga Kecamatan Kayangan dan Desa mumbul Sari Kecamatan Bayan oleh Danrem 162/WB di dampingi Bupati KLU dan Kalak BPBD NTB

WhatsApp Image 2019-09-24 at 14.31.37

Lombok Utara – Proses percepatan rehab rekon rumah rusak akibat gempa bumi tahun lalu hingga sekarang masih terus dilakukan. Berbagai upaya untuk mempercepat proses pembangunan rumah tahan gempa (RTG) dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan Pemerintah.

Hari ini, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., menyerahkan kunci rumah RTG secara simbolis di Dusun Sejongga Desa Kayangan kepada perwakilan masyarakat desa setempat, Selasa (24/9).

Danrem 162/WB dalam sambutannya dihadapan warga memberikan apresiasi kepada para fasilitator baik Babinsa maupun sipil. “Mereka adalah pahlawan bagi korban gempa NTB karena perannya sangat dominan mendampingi masyarakat dalam proses rehab rekons, semoga menjadi ladang amal ibadah bagi mereka,” ujarnya.

Menurutnya, percepatan rehab rekons rumah jadi di wilayah Lombok Utara agar lebih signifikan lagi sehingga warga bisa segera kembali ke rumahnya masing-masing dalam keadaan baik dan nyaman.

Danrem juga meminta kepada rekan-rekan media untuk membantu mensosialisasikan progress pembangunan RTG kepada masyarakat dengan harapan masyarakat memperoleh informasi-informasi yang real.

Sebelumnya, Bupati Lombok Utara dalam sambutannya menyampaikan presmian RTG yang merupakan bantuan dari pusat akan ditandai dengan penyerahan kunci kepada perwakilan masyarakat.

Najmul Akhyar juga meminta masyarakat yang belum menerima rekening agar bersabar karena Pemerintah dan semua pihak masih berusaha dengan masukkannya kedalam SK 22 sampai 27 sehingga masyarakat dapat mencairkan dana dan membangun rumah sesuai dengan harapan.

WhatsApp Image 2019-09-24 at 14.32.18

Sementara Kalak BPBD Provinsi NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos., mengucapkan rasa syukur bahwa NTB sudah bisa bangkit kembali. Terkait kekurangan yang belum dari pemerintah pusat, menurut Ahsanul Khalik, Pemerintah telah menyiapkan dana sekitar 1 triliun lebih kepada Pemprov NTB.

“Mari kita lupakan kesedihan, kita bangkit bersama dengan saling membantu dan bersinergi baik dengan masyarakat, pendamping, TNI/Polri sehingga semua permasalahan terselesaikan dengan baik,” pungkasnya.

Acara penyerahan kunci juga dilakukan di Desa Mumbul Sari Kecamatan Bayan Lombok Utara dan dihadiri Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, Kasi Intel Korem 162/WB Mayor Inf Hendra Sukmana, Kalak BPBD KLU, Muspika dan Kades setempat, para Fasiltator TNI dan Sipil, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.

Adapun jumlah rumah yang diserahkan sebanyak 3.785 unit dengan rincian di Kecamatan Bayan sebanyak 1.392 unit dan di Kecamatan Kayangan 2.393 unit.

Tuntaskan Sasaran RTG Tiga Wilayah, 4 SSK Satgas Terpadu TNI Didorong ke KLU

WhatsApp Image 2019-09-06 at 17.45.20 (1)

Lombok Utara – Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menerima kedatangan seluruh personel Satgas terpadu rehab rekon TNI yang berada di tiga wilayah yakni Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat dan Lombok Timur di lapangan umum Desa Anyar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan upacara penerimaan yang dipimpin Inspektur Upacara Wakil Bupati Lombok Utara Sarifuddin, SH., Jumat (6/9).

Sebelum pemberangkatan ke KLU, para personel Satgas terpadu ini dilepas Dandim masing-masing wilayah bersama unsur Pemerintah Daerah setempat baik di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat maupun Lombok Timur.

Usai upacara penerimaan, Danrem 162/WB dalam wawancaranya dengan awak media mengucapkan selamat datang kepada para pahlawan kemanusiaan di daerah penugasan yang baru yakni KLU.

Dijelaskannya, sebelumnya 400 orang personel ini terdiri dari 1 SSK Yonzipur Pasmar 2/SBY, 1 SSK Yonzipur-5/ABW, 1 SSK Yonzipur-2/SG dan 1 SSK Yonzipur 18/YKR bertugas Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat dan Lombok Timur.

“Alhamdulillah tugas mereka terkait dengan rehab rekon rumah tahan gempa (RTG) di tiga wilayah tersebut selesai dan sekarang dipusatkan di wilayah KLU dengan harapan dapat mempercepat proses rehab rekon sesuai dengan target,” ujar Danrem.

Dari 4 SSK tersebut, kata Danrem, 2 SSK di Kecamatan Bayan, 1 SSK di Kecamatan Kayangan dan 1 SSK di Kecamatan Tanjung. Jadi jumlah keseluruhan personel rehab rekon terpadu di wilayah KLU sebanyak 8 SSK atau 800 orang.

“Empat SSK ini memperkuat empat SSK yang sebelumnya ada di wilayah KLU, mereka akan melaksanakan tugas sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 sesuai dengan perpanjangan rehab rekon yang diajukan oleh Gubernur NTB kepada Pemerintah Pusat,” terangnya.

Kita berharap, sambung pria kelahiran Jakarta tersebut, 800 orang personel ini bisa memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mentrigger pembangunan rehab rekon di wilayah KLU.

Pada kesempatan yang sama, Wabup KLU mengucapkan terimakasih kepada Danrem yang telah menambah personel rehab rekon di wilayah KLU sebanyak 400 orang personel TNI. “Ini akan menambah semangat kami didaerah untuk segera menyelesaikan rehab rekon RTG,” ucap Wabup.

Menurutnya, para personel ini akan dipusatkan di lokasi Bayan, Kayangan dan Tanjung untuk mengejar proses percepatan pembangunan seperti kecamatan lain.

Danrem 162/WB Paparkan Progress Percepatan Rehab Rekon Terpadu NTB

WhatsApp Image 2019-07-02 at 20.30.19

Mataram – Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menghadiri rapat koordinasi hasil validasi data korban bencana alam gempa bumi NTB yang diselanggarakan Pemda Provinsi NTB yang diikuti Sestama BNPB Ir. Dodi Ruswandi M.Sc., Sekda NTB Ir. H. Iswandi, M.Si., Insepektur Utama BNPB Ibu Teti Suragih, Kalak BPBD Provinsi NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos., dan Kepala BPKP NTB di ruang rapat Kantor Gubernur NTB jalan Pejanggik Nomor 12 Mataram, Selasa (2/7).

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB memaparkan pelaksanaan rehab rekon terpadu mulai Januari 2019 ini sudah berjalan dengan baik dengan hasil progres dilapangan cukup memuaskan.

“Selama pelaksanaan Pemilu 2019 dan bulan puasa, hasil progres sedikit menurun. Namun setelah liburan lebaran, alhamdulillah progres kembali meningkat secara signifikan,” ujar Danrem.

Untuk saat ini, lanjut Alumni Akmil 1993 tersebut, saat ini kami bersama Sekda NTB dan Kalak BPBD baik provinsi maupun Kabupaten Kota terdampak gempa mengadakan rapat dan evaluasi yang dihadiri para fasilitator, aplikator dan pejabat terkait.

Danrem juga menyampaikan rencananya kedepan untuk menggeser pasukan Zeni TNI yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa ke wilayah Poto Tano, Lombok Timur dan Lombok Utara sehingga proses pembangunan di wilayah tersebut berjalan cepat sesuai harapan.

Langkah lain yang sudah dilakukan dengan menggunakan sistem satu Blok, yakni menentukan desa sasaran setiap kecamatan dengan skala prioritas untuk dikerjakan para fasilitator, aplikator bersama pasukan Zeni baik dari segi administrasinya dan penyelesaian pembangunannya. Setelah selesai, baru pindah ke desa yang lain sehingga hasilnya akan terlihat secara signifikan.

Sebelumnya, Sekda Provinsi NTB saat membuka rapat menyampaikan sampai saat ini rehab rekon di wilayah NTB sudah berjalan sesuai harapan, namun masih ada beberapa daerah yang masih kurang. Komitmen kami bersama seluruh stake holder di wilayah NTB untuk tetap fokus membangun NTB supaya bangkit kembali seperti semula.

Sementara Sestama BNPB RI pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi progres yang dilakukan di wilayah NTB, dalam hitungan bulan saja sudah banyak hasil pembangunan yang telah dicapai.

Dijelaskannya, pihaknya bersama anggota BNPB di pusat sebenarnya ingin mengetahui kendala yang terjadi di lapangan untuk dilaporkan kepada Kepala BNPB dan akan diteruskan ke Presiden dengan harapan semua bantuan bisa disalurkan kepada korban gempa yang ada di wilayah NTB dengan baik.

Sestama BNPB berharap agar segala upaya yang telah dilakukan bersama, bisa menghasilkan progres yang baik sesuai harapan Presiden dan mampu mencari solusi yang tepat terkait pembangunan pasca gempa mengingat tanggal 25 Agustus mendatang rehab rekon pasca gempa NTB secara administrasi akan berakhir dan terkait kelanjutan rehabiltasi akan diserahkan kepada Gubernur NTB.

Selain itu, Sestama BNPB juga berharap agar NTB bisa bangkit kembali dan menjadi contoh daerah lain dalam menyelesaikan rehab rekon pasca Gempa, sehingga penanganan pasca gempa bumi tidak berlarut-larut.

Sedangkan Insepektur Utama BNPB menjelaskan terkait dengan validasi di lapangan harus sesuai dengan data yang diterima di tingkat pusat, karena sering ditemukan datanya ganda atau dobel, sehingga dari pusat mencoret data yang sama tersebut.

Menurutnya, progres yang telah dilaksanakan sudah cukup baik, Namun ada beberapa daerah yang belum melengkapi data-data untuk diserahkan ke tingkat pusat. Inspektur BNPB juga meminta kepada semua pejabat terkait agar tetap menghimpun data validasi korban bencana alam gempa bumi dan data tersebut agar dikirim ke pusat sehingga ada kesamamaan dengan data antara di daerah dengan ditingkat pusat.

Rapat koordinasi dilanjutkan dengan pemaparan masing-masing Kepala Pelaksana BPBD baik Kabupaten/Kota yang terdampak gempa bumi.

Sebagai informasi, seusai melaksanakan rapat koordinasi hasil validasi data korban bencana alam gempa bumi NTB, Danrem 162/WB mengambil apel fasilitator dan aplikator wilayah Kabupaten Lombok Timur di Pendopo Bupati Lombok Timur.

Apel Fasilitator Loteng, Danrem Berikan Apresiasi Kinerja Semua Pihak

Lombok Tengah – Pelaksanaan program rehab rekon terpadu pembangunan rumah terdampak gempa tahun lalu baik yang mengalami rusak ringan, sedang dan berat di wilayah Kabupaten Lombok tengah sangat baik.

Hal itu diungkapkan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., saat memberikan sambutan pada apel fasilitator baik TNI maupun sipil di Aula Kampus IPDN Kelurahan Leneng Kecamatan Praya Lombok Tengah, Sabtu (29/6).

Dihadapan ratusan fasilitator, Danrem juga memberikan apresiasi kepada para pahlawan rehab rekon baik fasilitator, aplikator dan para pihak yang turut serta memberikan sumbangsih dan dukungannya pada proses rehab rekon di wilayah Kabupaten Lombok Tengah sehingga berjalan sesuai harapan

Menurutnya, Kabupaten Lombok Tengah kedepan akan menjadi daerah yang maju mengingat potensi pembangunannya sangat terbuka dan banyaknya investor yang melirik daerah ini sebagai daerah wisata.

Untuk itu, sambungnya, kepada seluruh komponen masyarakat agar mendukungnya dengan bersama-sama TNI Polri menjaga kondusifitas wilayah sehingga investor maupun kunjungan wisata ke daerah lombok Tengah terus meningkat secara signifikan.

Danrem Alumni Akmil 1993 tersebut juga menyampaikan pada tanggal 25 Agustus mendatang merupakan batas akhir administrasi pembangunan rekontruksi dan berharap sebelum batas waktu tersebut berakhir, seluruh administrasi sudah selesai dan dilanjutkan pada tahap rehabilitasi.

“Jadi lewat dari tanggal tersebut, tidak ada lagi proses administrasi pencairan dana di Bank BRI, untuk itu agar fasilitator segera menyelesaikan proses administrasi tersebut sehingga tidak menggangu proses rehab rekon kedepannya,” tutupnya.

Sebelumnya, Wabup Loteng HL. Pathul Bahri, S.IP., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada fasilitator dan para Camat yang selama ini berada ditengah-tengah masyarakat dalam upaya rehab rekon rumah warga korban gempa.

Wabup Loteng juga mengungkapkan rasa syukur karena situasi wilayahnya hingga saat ini sangat kondusif. “Ini semua hasil kerja keras TNI Polri dalam menjaga keamanan di wilayah Loteng dan ini juga akan memberikan multi effect yang positif terhadap semua proses pembangunan kedepannya,” tutup Wakil Bupati.

Apel fasilitator tersebut juga dihadiri Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto, SE. M.I.Pol., Wakapolres Loteng Kompol Haris Dinsyah, S.IK., Kepala BPBD Loteng Muhammad, Perwakilan BRI Cabang Praya Loteng, Korwil Loteng Junaidi, Pjs. Kasdim 1620/Loteng, Camat, Kapolsek dan Danramil wilayah terdampak gempa, Kades dan perwakilan Ketua Pokmas dari masing-masing Desa terdampak gempa, para Fasilitator Sipil, TNI dan Polri.