Tag Archives: Rehab rekon

Danrem 162/WB Pantau Pendebetan Rekening Pokmas di Gangga KLU

d20f1972-af5e-4445-b788-3ba3a47448a5

Lombok Utara – Pendebetan rekening bantuan dana stimulan dari pemerintah untuk rehab rekon pembangunan rumah tahan gempa (RTG) terus dilakukan hingga batas waktu tanggal 31 Maret 2020. Berkaitan dengan itu, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., melaksanakan pemantauan dan pengecekan pembagian buku rekening kepada masyarakat yang terdampak gempa di Aula Kantor Camat Gangga Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kamis (6/2).

Dalam Kesempatan yang baik tersebut, Danrem 162/WB menyampaikan setelah pembagian buku rekening tabungan ini, Ketua Pokmas segera menentukan rekning tabungan untuk pencairan dana dan membuat kontrak dengan swakelola atau Aplikator sehingga proses pembangunan RTG tidak terhambat dan tepat waktu.

Danrem juga menyarankan agar memilih Aplikator yang bonafit dan dipercaya, minimal memiliki tabungan di Bank Mandiri sebagai jaminan minimal senilai dengan dana yang akan dicairkan.

Terkait dengan tukang, Pokmas harus memiliki tukang yang mumpuni dalam mengerjakan RTG agar tepat waktu dan sesuai dengan RTG yang dipilih dengan pendampingan Fasilitator.

“Dalam pembangunan RTG, utamakan bagi warga yang lanjut usia dan memiliki anak bayi,” harapnya.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga meminta agar Fasiliator selama melaksanakan pendampingan tidak boleh meminta kepada Pokmas, karena sudah memiliki gaji.

Perwakilan BPBD Provinsi NTB menyampaikan pihaknya akan mendukung apa disampaikan oleh Danrem. Untuk itu, sambungnya, Pokmas harus mengetahui bahwa setelah rumah jadi, ada laporan pertanggungjawaban dari Ketua Pokmas dan dalam pembuatannya tetap akan didampingi Fasilitator TNI/Polri dan Sipil.

Sedangkan Penyampaian dari Kalak BPBD KLU Muhadi, SH., mengajak semua pihak untuk sama-sama melaksanakan apa yang menjadi penekanan demi kebaikan bersama.

“Bagi Pokmas yang sudah terbentuk tetapi belum melakukan pendebetan hari ini, bisa melaksanakan pendebetan di Kantor BPBD pada hari Sabtu,” tutupnya.

Pendebetan rekening juga dihadiri Dandim 1606/Lobar beserta staf, Pasi Bakti Korem 162/WB, Perwakilan BPBD NTB, Danramil bersama Kapolsek Gangga, Perwakilan Bank Mandiri, Fasilitator TNI/Polri dan Sipil Kecamatan Gangga dan para Pokmas.

Danrem 162/WB Pimpin Rapat Internal Percepatan Rehab Rekon Lombok Utara

WhatsApp Image 2020-01-16 at 10.37.35

Lombok Utara – Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. Sh. M.Han., menghadiri rapat internal terkait dengan percepatan pembangunan rehab rekon SK 22 dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lombok Utara yang dihadiri Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijhon Kroll, Ketua DPRD KLU Nasrudin, S.Hi., Ketua Pansus rumah tahan gempa Tusen Lashima, Kalak BPBD KLU Muhadi, SH., Pasiter Korem dan Kodim Lobar, Kasat Binmas Polres KLU AKP Gusti Lanang Wijaya, para Danramil se KLU, Korwil, Korcam fasilitator RTG, perwakilan Kancab BRI Tanjung) dan perwakilan Aplikator di di Posko terpadu rehab rekon Kabupaten Lombok Utara, Rabu (15/1).

Kalak BPBD Lombok Utara dalam pembukaan rapat menyampaikan rincian anggaran yang telah di salurkan BNPB sesuai dengan data rekening yang sudah tercetak dan mengajukan dua solusi yang bisa berikan yakni dengan cara mentransfer dana yang sudah masuk senilai Rp 167.900.000.000,- untuk anggaran SK 22 dan SK 23 dengan kriteria rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan atau mempreoritaskan rusak berat dari SK 22 samppa SK 25.

Dalam hal tersebut Danrem 162 WB meminta agar pelaksanaan rehab rekon dipercepat mengingat waktu yang diberikan terbatas hingga dua bulan kedepan, maka harus ada metode untuk menyalurkan dana dari Pemerintah Pusat kepada masyarakat sehingga proses rehab rekon bisa berjalan sesuai harapan.

Selain itu Danrem juga menyampaikan pesan dari Kepala BNPB RI bahwa rehab rekon seharusnya sudah selesai pada 21 Desember 2019 baik rumah rusak ringan dan sedang, sedangkan untuk keseluruhan di targetkan harus selesai pada 31 Maret 2020.

Terhadap pihak perbankan, Danrem meminta agar memberikan pelayanan kepada penerima anggaran RTG sesuai SK sampai tanggal 31 Maret 2020 sesuai ketentuan prosedur yang ada.

Ketua DPRD KLU menegaskan kepada Kalak BPBD KLU untuk segera diselesaikan pembangunan baik fisik maupun administrasi dari SK yang sudah turun hingga tanggal 31 Maret 2020.

Sedangkan Ketua Pansus RTG pada kesempatan tersebut menyampaikan untuk mempercepat pembangunan RTG sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka dari Pansus akan lebih menyederhanakan terkait administrasi, dan akan mengumpulkan para Aplikator untuk menyelesaikan tanggung jawab pembangunan.

Dandim 1606/Lobar menyampaikan pihaknya akan siap membantu mengawasi dan mengawal proses pembangunan sampai dengan selesai maupun proses penyerapan anggaran dari Pempus hingga 100 persen sampai batas waktu tanggal 31 Maret 2020.

Pada kesempatan itu, perwakilan aplikator juga meminta agar tidak memponis semua aplikator itu tidak bagus dan banyak di salahkan. Menurutnya, aplikator yang baik juga dapat membantu mempercepat pembangunan karena kami tulus membantu masyarakat.

“Kita bisa memilah aplikator yang baik dan mana yang nakal sehingga tidak memponis semua aplikator berbuat tidak baik,” tutupnya.

Sebelumnya, Danrem 162/WB didampingi Dandim 1606/Lobar dan rombongan melaksanakan peninjauan pembanguna RTG di Dusun Mangala Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara.

Dandim Loteng Gelar Apel Fasilitator dan Penyerahan Alat Kerja

WhatsApp Image 2019-04-29 at 12.34.26

Lombok Tengah – Proses percepatan pembangunan rumah korban gemba di Kabupaten Lombok Tengah, Kodim 1620/Loteng dan BPBD Kabupaten Loteng menggelar apel penyerahan alat kerja sekaligus pengecekan kesiapan semua fasiltator yang tergabung bersama dalam percepapatan rehab rekon, Senin (29/4).

Apel ratusan fasilitator ini bertujuan untuk mengecek kesiapan petugas fasilitator sekaligus penyerahan alat kerja yang di berikan oleh BNPB pusat seperti Arco sebanyak 190 biji, cangkul dan sekop sebanyak 380 biji dimana alat kerja itu nantinya akan diserahkan ke koramil-koramil yang terkena imbas gempa.

Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto, SE, MIPol, mengatakan bahwa apel bendera pagi ini bersamaan dengan penyerahan alat-alat kerja sekaligus pengecekan petugas fasilitator dan berharap perceptan rehab rekon ini bisa di percepat karena masih banyak masyarakat yang tinggal di huntara.

“Program ini perlu dipercepat sebab masyarakat masih banyak yang tinggal di huntara,” terang dandim Letkol Czi Prastiwanto, SE, M.IPol.

Lanjut Prastiwanto, berpesan kepada Fasilitator untuk bekerja jangan berdasarkan materi tetapi bekerjalah berdasarkan kemanusian juga jangan ada yang bekerja merangkap jabatan yang artinya fasilitator tidak boleh menjadi aplikator kalau ada yang ditemukan diminta seger melaporkan ke Kodim agar bisa ditindak lanjuti.

“Mari bekerja denga rasa kemanusian karena semua itu saudara kita cukup kita jihad di Lombok Tngah gak perlu jau-jauh ke negara arab sana dan awas jangan ada yang merangkap jabatan,” pesan Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto.

Sementara itu lanjut Dandim Loteng yang berdarah madur ini, untuk pencairan dana korban gempa tersebut sekarang di pusatkan jadi satu pintu di wilayah yang paling banyak terdampak gempa tujuannya untuk mempercepat proses pencairan dan mempermudah masyarakat dalam mengurus proses administrasinya.

“Pencairan dana korban gempa tersebut sekarang di pusatkan jadi satu pintu untuk memudahkan pengawasan administrasi dan proses pencairan langsung di tempat,” imbuh Prastiwanto.

Selain itu, pembangunan rehab rekon sedikit terkendala dengan kekurangan tukang namun dalam waktu dekat ini akan ada tambahan tukang dari jawa yang di tugaskan untuk membantu percepatan rehab rekon.

“Saya berharap pembangunan rehab rekon ini jadi tepat waku karena target yang diberikan sampai pada bulan agustus itu artinya tinggal 4 bulan kedepan,” tutup Prastiwanto.

Dihadapan Presiden, Danrem Paparkan Proses Pelayan Terpadu Rehab Rekon

Presiden RI Joko Widodo bersama rombongan di lokasi pencairan dana bantuan stimulan satu pintu di gedung Hakka Narmada Lombok Barat, Jumat (22/3).

Mataram – Pasca Gempa bumi tahun lalu di Pulau Lombok dan Sumbawa, berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka penanganan pasca gempa khususnya terkait proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak terdampak gempa.

Sementara itu, Presiden RI Ir. Joko Widodo sudah beberapa kali berkunjung ke Pulau Lombok memastikan dan meyakinkan proses percepatan rehab rekon dan bertatap muka dengan masyarakat penerima bantuan stimulan rumah rusak ringan, sedang dan rumah rusak berat. Hari ini, Jumat (22/3) kembali Presiden RI mengunjungi masyarakat Lombok dan menyaksikan proses pelayanan terpadu satu pintu pencairan dana stimulan rehab rekon di gedung Hakka Narmada Kabupaten Lombok Barat.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., memberikan paparan kepada Presiden tentang tahapan-tahapan pencairan bantuan yang sudah disederhanakan sehingga lebih efektif dan efisien.

Adapun tahapan-tahapan yang dimaksudkan antara lain korban gempa yang sudah memperoleh SK Bupati/Walikota membentuk Pokmas, fasilitator dan tim pendamping masyarakat sesuai dengan jenis kerusakan, menyiapkan kelengkapan adminsitrasi dan rencana anggaran biaya (RAB), persetujuan BPBD dan Dinas Perkim yang dilanjutkan pemeriksaan administrasi oleh Bank BRI sebelum pencairan.

“Apabila pihak Bank BRI sudah melakukan pemeriksaan dan dianggap lengkap sesuai dengan ketentuan, maka pihak BRI melakukan penerbitan buku tabungan untuk selanjutnya dilakukan proses pencairan pelayanan satu pintu di masing-masing kecamatan,” jelas Danrem.

Setelah dilakukan pencairan dana bantuan stimulan, lanjut Danrem, dana tersebut langsung diserahkan oleh Pokmas kepada Aplikator sebagai pihak ketiga untuk penyiapan material dan selanjutnya dilakukan perbaikan dan pembangunan rumah sesuai dengan pilihan korban dimasing-masing Pokmas.

Selain itu, tambah Kolonel Ahmad Rizal, pihaknya bersama BPBD dan Dinas Perkim da instansi terkait membuat fakta integritas dengan para Aplikator yag melibatkan LPJK selaku lembaga pengembangan jasa konstruksi.

Usai memberikan paparan, Presiden RI dan rombongan kemudian menuju Masjid Nurul Yaqin Bertais Kecamatan Sandubaya untuk melaksanakan Sholat Jumat dan dilanjutkan peninjauan pembagunan Huntap di Desa Pengempel Kota Mataram.