Tag Archives: Swasembada pangan

Dandim Sumbawa : “Jalin Silturrahmi dan Kebersamaan melalui Komsos”

WhatsApp Image 2019-06-24 at 18.02.19

Sumbawa – Babinsa Desa Leseng Koramil 1607-08/Moyo Hulu Serma Baharudin melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Kelompok Tani (Poktani) Saling Sakiki Dusun Batua Alang Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa, Senin (24/6).

Komsos yang dilakukan bersama anggota Poktan tersebut dalam rangka silaturrahmi sekaligus memberikan masukan terkait dengan penanaman sistem jajar legowo.

Ketuan Poktan Saling Sakiki Zainudin pada kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih kepada Babinsa atas masukan dan arahannya terkait dengan sistem penamanan padi menggunakan jajar legowo. “Sistem tanam jajar legowo ini memang sudah terbukti hasilnya yakni dapat meningkatkan hasil produksi pertanian padi,” ujar Zainudin.

Sementara Dandim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, SE., M.Sc., disela-sela kesibukannya menyampaikan khusus dibidang pertanian, satuannya memang tetap fokus membantu pemerintah untuk berswasembada pangan terutama padi mengingat permintaan Sub Divre Bulog terhadap kebutuhan gabah harus bisa dipenuhi sesuai dengan target.

Tidak hanya itu, lanjutnya, kegiatan para Babinsa diwilayahnya juga disesuaikan dengan kebutuhan warga binaannya, seperti hari ini ada juga gotong royong pembangunan Masjid di Desa Lebin Koramil Ropang yang dilakukan oleh Babinsa bersama masyarakat setempat.

“Ini membuktikan hubungan silaturrahmi dan kebersamaan antara Babinsa dan masyarakatnya terjalin dengan baik, Insya Allah bila dikerjakan bersama-sama akan memperoleh hasil yang optimal,” tutup Dandim.

Koramil Empang Turun Bantu Petani Panen Jagung

IMG-20190521-WA0001

Sumbawa Besar – Anggota Koramil 1607-02/Empang bersama para petani bahu membahu melaksanakan panen jagung milik salah satu warga di Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa, Senin (20/5).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Komandan Koramil 1607-02/Empang Kapten Inf I Wayan Suledra sebagai upaya pembinaan teritorial sekaligus untuk menerapkan prinsip kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami bersama anggota secara kontinyu melakukan Upsus dibidang ketahanan pangan dengan melakukan pendampingan kepada para petani mulai dari proses penyemaian penanaman hingga panen, dan ini semua kami laporkan secara berkala kepada pimpinan”, ujar Danramil dilokasi panen jagung itu.

Seperti kita ketahui bersama, tambahnya, Sumbawa merupakan salah satu Kabupaten yang selama ini ikut aktif menyumbang jagung sebagai hasil produksi pertanian terbesar di wilayah NTB.

Zaenudin, 45 tahun selaku pemilik lahan mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan Upsus yang dilakukan anggota Koramil kepada kami para petani.

“Kami bersyukur ada perhatian dari anggota TNI khususnya Koramil melalui para Babinsa untuk terus mendampingi kami, apabila ada kendala terkait dengan pertanian, pasti dibantu,” terangnya.

Terpisah, Dandim 1607/Sumbawa Letkol Inf Samsul Huda, SE. M.Sc., memberikan apresiasi kepada satuan jajarannya dalam upaya melakukan pendampingan kepada para petani di wilayah binaan.

Menurutnya, pihanya memang dilibatkan dalam kegiatan swasembada pangan berdasarkan MoU Kementerian Pertanian dengan pimpinan TNI AD termasuk penyerapan gabah petani (Sergap) yang dilakukan Bulog.

“Atas dari itu, kami berusaha untuk membantu melakukan pendampingan kepada para petani dengan harapan produksi hasil pertanian terus meningkat sehingga kehidupan para petani menjadi lebih sejahtera dan program Sergap dari Bulog juga tercapai sesuai dengan target,”pungkasnya.

Tim Sergab Mabes TNI Tinjau Gudang Divre Bulog Jatiwangi Kota Bima

Tim Sergab Mabes TNI mengecek gudang Subdivre Bulog Kota Bima, Kamis (14/2).

Bima – Usai memberikan sosialisasi kepada seluruh Babinsa Kodim 1608/Bima tentang anailas kadar air beras dan gabah di Markas Kodim 1608/Bima, Tim serap gabah (Sergab) Mabes TNI didampingi Tim Divre Bulog NTB melaksanakan peninjauan gudang Bulog Divre Jatiwangi Kota Bima didampingi Kasdim 1608/Bima Mayor Inf Hardani dan Kasubdivre Bima, Harison, Kamis (14/2).

Selain itu, Tim Sergab Mabes TNI bersama rombongan juga mengunjungi mitra Bulog di UD. Arrahman H. Syafrudin di Desa Samili Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Terkait dengan rangkaian kunjungan tersebut, Kasdim 1608/Bima menjelaskan pada saat sosialisasi di Makodim, tim Sergab Mabes TNI menjelaskan tentang peranan Babinsa dalam mensukseskan serap gabah di wilayah Kabupaten Kota Bima yang menjadi wilayah teritorial Kodim Bima.

Namun yang menjadi permasalahan, kata Hardani, pertama, masih terjadi selisih harga beras di petani dengan Bulog karena harga pasar lebih tinggi dari pada permintaan Bulog dan kedua, ketika beras didorong ke Bulog oleh petani, ditolak oleh Bulog dengan alasan tidak memenuhi standar yang diharapkan sesuai dengan Inpres nomor 5 tahun 2015 tentang kebijakan pengadaan gabah/beras dan penyaluran beras oleh pemerintah.

“Ini yang masih menjadi persoalan antara petani dan Bulog, insya Allah ini akan kami bahas kedepan bersama Kepala Subdivre Kabupaten Kota Bima bersama Bulog Provinsi NTB,” ujar Hardani.

Dijelaskannya, Subdivre Bulog Kabupaten/Kota memiliki target penyerapan gabah untuk wilayah Kabupaten dan Kota Bima sebesar 26 ribu ton gabah dengan rincian Kabupaten sebesar 21 ribu ton dan sisanya dari Kota Bima.

Untuk itu, sambung Pamen dengan melati satu tersebut, dalam penyerapan gabah diharapkan ada kerjasama antara petani, Babinsa, mitra Bulog dan Bulog itu sendiri.

Adapun sistem kedepan, petani bekerjasama dengan Babinsa untuk menyerahkan kepada mitra Bulog yang memahami tehnis standar penerimaan beras Bulog sehingga apabila ada kurang lebihnya, mitra Bulog bisa mengatur menjadi beras sesuai standar Bulog.

“Setelah itu Mitra Bulog yang menyerahkan ke Bulog sehingga tidak ada alasan Bulog untuk melakukan penolakan terhadap gabah petani,” terangnya.

WhatsApp Image 2019-02-14 at 19.42.05 (1)

Selain itu, kata Hardani, Bulog menawarkan bahwa masyarakat bisa menjadi mitra Bulog untuk menjual beras, terigu, minyak goreng dan gula dengan harapan mampu menjaga stabilitas harga di pasar karena Bulog sudah menetapkan standar harga barang tersebut.

Bulog dalam hal ini menetapkan tiga persyaratan bagi masyarakat yang ingin bermitra dengan Bulog, yakni mempunyai KTP, KK, Rumah dan uang sebesar Rp 3 juta rupiah dari nilai barang yang sudah ditentukan.

“Tim Sergab juga dalam pertemuannya dengan Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan menyarankan kepada Pemerintah Kota Bima agar mendukung penyerapan gabah petani untuk Bulog,” pungkasnya.

Tim Sergab Mabes TNI yang dipimpin Kolonel Arm Yolly bersama Kolonel Inf Edy Roechmatullah dan Kolonel Inf Bambang S. didampingi Pasi Wanwil Korem 162/WB Mayor Inf Jalal Bin Saleh.

Danramil Lunyuk Pimpin Gotong Royong Bersihkan Saluran Irigasi

Anggota Koramil 1607-07/Lunyuk bersama warga Desa Lunyuk Ode Kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa membersihkan saluran irigasi dalam rangka swasembada pangan, Minggu (10/1).

Sumbawa – Danramil 1607-07/Lunyuk Kapten Inf I Wayan Suledra bersama anggota Koramil Lunyuk dan masyarakat bahu membahu bergotong royong membersihkan aliran sungai yang tertutup sampah dan rumput di Desa Lunyuk Ode Kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa, Minggu (10/2).

Kehadiran sejumlah anggota Koramil ini memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat khususnya para petani yang menggunakan saluran irigasi tersebut untuk bersama-sama bergotong royong.

Sebelum melaksanakan gotong royong, Danramil Lunyuk mengatakan kepada warga bahwa bendungan Plara Sidimen sudah tertimbun lumpur, maka harus segera dibersihkan dengan menguras lumpur yang ada.

“Gotong royong ini akan kita laksanakan bersama-sama setiap minggu dengan harapan aliran sungai atau drainase untuk pertanian lancar dan bersih dari tumpukan sampah sehingga para petani nyaman untu dalam mengelola sawahnya,” kata Suledra.

Terpisah Dandim 1607/Sumbawa Letkol Inf Samsul Huda, SE., disela-sela kesibukannya menyampaikan kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya satuan Kodim Sumbawa dan jajaran untuk meningkatkan swasembada pangan di wilayah Kabupaten Sumbawa.

“Berdasarkan permintaan dari Bulog untuk penyerapan gabah tahun 2019 ini khususnya di Kabupaten Sumbawa harus mencapai target sebanyak 43.800 ton, sehingga para petani harus betul-betul dilakukan pendampingan oleh para Babinsa maupun Koramil,” kata Dandim.

Menurutnya, swasembada pangan harus kita lakukan mengingat tanah kita sangat subur, apapun yang ditanam insya Allah akan hidup, dan juga didukung dengan sumber air yang cukup untuk proses pertanian.

“Semoga apa yang kita perbuat ini bermanfaat bagi masyarakat dalam mensukseskan swasembada pangan menuju ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Dukung Sukseskan Program Sergab, Kasdim Sumbawa Kunjungi SP3T Utan

Kasdim 1607/Sumbawa Mayor Arh Huwairy, ST., bersama rombongan melaksanakan kunjungan kerja dke Sentra Pelayanan Pertanian Padi terpadu (SP3T) di Desa Sabedo Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa, Sabtu (2/2).

Sumbawa – Kepala Staf Kodim 1607/Sumbawa Mayor Arh Huwairy, ST., bersama Pasiterdim Kapten Inf Robert P dan Pasandi Letda Inf Stevanus melaksanakan kunjungan ke Sentra Pelayanan Pertanian Padi terpadu (SP3T) di Desa Sabedo Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa) untuk melihat dan mengecek operasionalnya, Jumat (1/2).

Dalam kunjungannya, kasdim 1607/Sumbawa bersama rombongan diterima Ketua SP3T Mustafa dan Sekertarinya Junaidin di lokasi SP3T. Pada kesempatan tersebut Kasdim Sumbawa mengecek operasional Unit Penggilingan Padi (Stationer Rice Milling Unit/RMU) SP3T dan bertukar pikiran dengan pengurus SP3T Utan.

Dalam dialog tersebut, Mustapa menyampaikan kendala yang dihadapi SP3T pada saat musim gabah ataupun jagung. “Kendala kami di lapangan yakni tidak memiliki gudang penyimpanan gabah sehingga tidak bisa menampung gabah dan jagung petani yang melakukan penggilingan di SP3T,” kata Mustapa.

Selain itu, sambungnya, petani juga masih enggan menggiling padi dan jagung mereka di SP3T karena belum dilengkapi alat Pemisah beras, butir dan batu kecil yang terdapat dalam padi ataupun jagung saat digiling.

Sementara Kasdim Sumbawa pada kesempatan tersebut menyampaikan kehadirannya dalam rangka mengecek operasional RMU dan Dryer serta peralatan lain yang telah didukung oleh Kementerian Pertanian.

Menurutnya, operasional SP3T belum maksimal karena masih banyak Gapoktan yang menjual gabah dan jagungnya ke tengkulak yang bermodal besar dan masih banyak petani yang tidak mengetahui keberadaan SP3T.

“Minimnya informasi tentang keberadaan Sp3T juga menjadi kendala sehingga operasionalnya tidak sesuai harapan,” kata huwairy.

Untuk memaksimalkan operasinal SP3T, lanjutnya, perlu dilakukan promosi secara terus menerus kepada Gapoktan di wilayah Kecamatan Utan sehingga hasilnya juga bisa dirasakan oleh Gapoktan.

Terkait dengan kendala yang dihadapi pengurus SP3T, Kasdim Sumbawa memberikan bantuan pendampingan dan mengambil langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan operasional SP3T dengan harapan keberadaan SP3T bermanfaat bagi para petani dan memberikan nilai positif dalam membantu program pemerintah khususnya swasembada pangan.

Babinsa Manfaatkan Liburan Dampingi Petani Pupuk Jagung

Babinsa Kakiyang Koramil 1607-12/Moyo Hilir Serma A. Rahkan mendampingi petani jagung memupuk tanamannya, Minggu (27/1).

Sumbawa – Babinsa Desa Kakiyang Koramil 1607-12/Moyo Hilir Serma A. Rahkan tidak mengenal hari libur. Hari libur dimanfaatkan untuk mendampingi warga binaannya memupuk tanaman jagung disekitar desa Kakiyang Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa, Minggu (27/1).

Hal ini mendapatkan perhatian dan apresiasi dari Dandim 1607/Sumbawa Letkol Inf Samsul Huda, SE. selaku pimpinannya.

Menurut Dandim Sumbawa, Babinsa sebagai ujung tombak satuan dalam pembinaan teritorial harus tetap berada ditengah-tengah masyarakat binaannya. Hal itu dilakukan, kata Alumni Akmil 2000 tersebut, untuk mengetahui lebih dekat kondisi dan permasalahan yang dihadapi warga terkait dengan Kamtibmas dan pertahanan wilayah.

“Kondisi kita memang saat ini masih fokus dengan rehab rekons pasca gempa karena sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa terkena dampak gempa, namun terkait dengan ketahanan pangan tetap menjadi perhatian kita bersama,” ungkap orang nomor satu di jajaran Kodim Sumbawa tersebut.

Dandim Sumbawa berharap Babinsa yang desa binaanya terkena musibah gempa, selain fokus terhadap rehab rekons juga tetap konsen terhadap desa binaannya sehingga semua berjalan sesuai harapan.

Babinsa Kodim Bima Bantu Pengawasan Pendistribusian Pupuk Bersubsidi

Babinsa Kodim 1608/Bima membantu pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bima, Rabu (16/1).

Bima – Sesuai dengan MoU antara Kementerian Pertanian dengan TNI AD, jajaran Kodim 1608/Bima juga melaksanakan pendampingan terhadap berbagai macam aktivitas bidang pertanian, salah satunya adalah berkaitan dengan pupuk.

Dengan masih banyaknya permasalahan pupuk diwilayah Kota maupun Kab Bima, para Babinsa Kodim 1608/Bima tidak kenal lelah untuk terus berupaya memaksimalkan perannya guna meminimalisir efek negatif yang mungkin bisa timbul.

Tentu kita masih ingat bagaimana 2 orang anggota Kodim yaitu Serma Loren dan Pelda Safrudin yang mengungkap adanya sistem paket dalam penjualan pupuk. Kemudian juga berbagai aktivitas pengawalan dan pendampingan (Walping) distribusi pupuk di hampir semua wilayah Kabupaten maupun Kota Bima. Termasuk juga saat sosialisasi dan tidak terlewatkan dalam memediasi setiap permasalahan yang timbul, sehingga setiap masalah dalam sistem penjualan maupun distribusi pupuk dapat terselesaikan.

Yang paling terakhir adalah beberapa hari yang lalu saat Babinsa Desa Tente, Sertu Faris beserta tim Resmob Polres Kab Bima mengungkap rencana penjualan ratusan sak pupuk subsidi diwilayah Tente. Kasus ini sekarang dalam penyelidikan Polres Kab Bima.

Dandim 1608/Bima mengungkapkan kebanggaannya kepada jajaran Babinsa yang telah menunjukkan semangat, dedikasi & kinerja yang luar biasa. Dandim mengharapkan agar masyarakat juga mau untuk bekerjasama dengan cara memberi informasi bila diketahui terdapat penyimpangan dalam sistem distribusi maupun penjualan pupuk. Peran serta masyarakat secara positif akan memberikan dampak yang signifikan guna meminimalisir upaya-upaya nakal dari oknum-oknum yang ingin memperoleh keuntungan dengam cara yang ilegal.

Poktan So Padu Tuntu Tanam Jagung, Ini Yang Dilakukan Babinsa

WhatsApp Image 2018-02-12 at 14.04.03

Program Nawa Cita pemerintah pusat khususnya dibidang pertanian merupakan salah satu perioritas yang harus didukung oleh semua komponen bangsa dalam rangka kedaulatan negara dibidang pangan.

Sesuai dengan instruksi pimpinan TNI AD agar mendukung upaya khusus (Upsus) dibidang pertanian dengan melakukan pendampingan kepada para petani maupun hal-hal yang berkaitan dengan pertanian. Terkait dengan itu, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Wadu Wane Koramil 1608-04/Woha Serda Ruslan melaksanakan pendampingan penanaman jagung di kelompok tani (Poktan) So Pado Tuntu Desa Wadu Wani Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (12/2).

Menurut Ruslan, kegiatan pendampingan penanaman jagung yang merupakan salah satu komoditi unggulan pemerintah selain padi dan kedelai itu ditanam bersama Poktan So padu tuntu diatas tanah seluas 35 hektar.

Ruslan menambahkan, sampai saat ini lahan yang sudah ditanami jagung baru mencapai 16 hektar dan akan terus diupayakan sampai selesai.

 

Babinsa Desa Wadu Wane Koramil 1608-04/Woha Serda Ruslan membantu petani tanam jagung di Poktan So Pado Tuntu Desa Wadu Wani Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (12/2).

Babinsa Desa Wadu Wane Koramil 1608-04/Woha Serda Ruslan membantu petani tanam jagung di Poktan So Pado Tuntu Desa Wadu Wani Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Senin (12/2).

Sementara Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka P. ditempat terpisah memberikan apresiasi kepada para Babinsa yang langsung turun ke sawah melakukan pendampingan membantu para petani dalam rangka mensukseskan program pemerintah dalam hal swasembada pangan.

Bambang menambahkan, sesuai dengan instruksi dari pimpinan agar seluruh satuan Komando teritorial mendukung Upsus Swasembada pangan sehingga Indonesia dapat mewujudkan kedaulatan dibidang pangan.

“Para Babinsa yang ada di satuan jajaran Kodim 1608/Bima agar terus memantau dan melakukan pendampingan terhadap para petani sehingga kesulitan yang dihadapi para petani cepat diketahui dan membantu menemukan solusinya”, pungkas mantan Komandan Secata Rindam IX/Udayana tersebut.