Tak Hanya Aktivitas Masyarakat, Potensi Bencana Jadi Fokus Perhatian TNI Di Tempat Wisata

IMG-20220503-WA0017

Lombok Tengah – Fokus perhatian TNI jajaran Kodim 1620/Lombok Tengah pada momen libur lebaran 2022 tak hanya pada lonjakan aktivitas masyarakat mengunjungi objek wisata saja. Namun prajurit berbaju loreng dari Satuan tersebut juga memperhatikan jumlah orang yang ada di lokasi.

Pemantauan orang di lokasi wisata dimaksud untuk menginventarisir faktor kerawanan, kegiatan, dan potensi kemungkinan terjadinya kehilangan nyawa akibat adanya resiko bencana.

Dandim 1620/Lombok Tengah, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, S. IP., menjelaskan secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan Empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan terhadap adanya bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir maupun tanah longsor.

“Wilayah pantai di Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana. Mengingat Indonesia terletak di daerah iklim tropis dengan dua musim yaitu panas dan hujan. Kondisi iklim seperti ini sering terjadi adanya perubahan cuaca, suhu dan arah angin yang cukup ekstrim,” Ujarnya, di Praya, Selasa (3/5/2022).

Untuk itu, Dandim mengatakan pengawasan dan pengamanan Objek Vital oleh TNI jajaran Kodim dilakukan sebagai bentuk upaya pengamanan terkait aktivitas masyarakat di objek wisata yang ada di Lombok Tengah.

“Bersama Polri dan satuan lain yang ada di wilayah, kami menginventarisir faktor kerawanan di tempat-tempat wisata baik wisata alam maupun wisata buatan yang berpotensi diserbu masyarakat, sehingga warga merasa aman saat berwisata,” Ucapnya.

Dandim menambahkan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pengelola objek wisata buatan prihal pembatasan pengunjung dari total kapasitas yang di tentukan agar kondisi keamanan orang tetap terjaga.

“Prediksi lonjakan wisatawan di Kabupaten Lombok Tengah pasca Idul Fitri 1443 Hijriah menjadi salah satu fokus perhatian. Namun meski sudah tak ada larangan untuk berwisata, kami meminta masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan baik, guna mencegah terjadinya lonjakan kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah,” Pungkasnya.