Tim Kesehatan Satgas Pamtas Sektor Timur Ambil Bagian Dalam Penanganan Kesehatan Para Pengungsi

IMG-20210406-WA0057

Belu NTT – Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor mengatakan Satgas Pamtas Sektor Timur ikut berperan aktif dalam membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur dalam upaya penanganan bencana alam banjir maupun terhadap para pengungsi di Desa Tasain Kecamatan Raimanuk.

Demikian dikatakan Dansatgas di Mako Satgas saat menunjuk Dokter Satgas Letnan Dua Ckm dr. Feri Kurnia bersama tim kesehatan Satgas Letnan Dua Ckm Galih Juniardi dan anggota untuk melihat dan mengecek langsung kondisi para pengungsi.

Kondisi ini menurutnya, cukup memperihatinkan mengingat dampak badai siklon tropis Seroja menimbulkan kerugian bagi masyarakat baik materi bahkan ada yang meninggal dunia.

“Ini musibah bersama yang harus kita tanggung bersama tentunya dengan uluran bantuan untuk saling meringankan,” ujar Bayu Sigit.

Sementara di lokasi penampungan pengungsi, terlihat bangunan tenda sebagai dapur umum sudah disiapkan puluhan anggota Kodim 1605/Belu dan Yonif RK 744/SYB sejak kemarin.

Dokter bersama tim kesehatan Satgas dan Dinas Kesehatan Belu memeriksa kondisi para pengungsi dan memberikan obat-obatan yang sudah disiapkan.

“Seperti kita ketahui bahwa para pengungsi ini membutuhkan perhatian kita bersama karena rentan terhadap penyakit gatal, flu dan batuk serta demam,” terang dokter Feri.

“Setelah dicek kondisi kesehatannya, rata-rata batuk dan filek, dan kami langsung berikan obat sesuai dengan diagnosa,” tambahnya.

Selain itu, dokter yang dikenal disiplin itu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan menjaga pola hidup sehat karena musim hujan rawan terjangkit berbagai macam penyakit.

Sementara Camat Raimanuk Tarsisius Edi di lokasi penampungan menjelaskan warganya sejak Senin pagi tanggal 5 April langsung di evakuasi menuju tempat penampungan yakni di Gereja Masehi Injil Di Timor Klasis Belu dan Gereja Bethel Indonesia Motamaro.

Sampai saat ini, kata Tarsisius, jumlah pengungsi sebanyak 522 jiwa (140 KK) terdiri orang tua, anak-anak, balita dan ada juga lanjut usia.

“Dapur lapangan atau dapur umum sudah didirikan dari oleh personel TNI dan bantuan sudah ada yang datang berupa Sembako,” tandas Camat Raimanuk.